Politik dan Sosial Budaya

Tegakan Disiplin Kader PDI Perjuangan, Peraturan Partai Wajib Jadi Pedoman

Jakarta, PancarPOS | Penegakan disiplin bagi para kader merupakan jembatan mencapai cita-cita partai. Hal ini ditegaskan Komarudin Watubun sebagai Kepala Sekolah Partai dalam kegiatan Pelatihan Kader Nasional (PKN) Angkatan II Tahun 2022, (21/3/2022) yang bertempat di sekolah Partai PDI Perjuangan Lenteng Agung Jakarta. “Penjabaran lebih rinci mengenai disiplin Partai diatur dalam Kode Etik dan Disiplin Anggota Partai PDI Perjuangan yang terdiri dari 8 Bab, dan 42 Pasal,” paparnya.

2bl#ik-17/2/2022

Bang Komar sapaan bagi Komarudin, menegaskan agar peraturan partai jangan hanya disimpan atau dibuka saat ada perluya saja, tapi wajib untuk dibaca setiap saat, sehingga seluruh kader partai di tiap tingkatan dapat memahami dan menjadikannya sebagai pedoman baik dalam kerja-kerja organisasi maupun dalam setiap tindakan dan perilaku keseharian setiap kader partai, lanjut Komar yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kehormatan ini. “Pikirkan dan renungkan setiap tindakan yang akan diambil. Sadarkan diri bahwa kita bukan orang yang bebas. Kita terikat oleh aturan organisasi partai. Jadilah kader yang transformasional, mampu berfikir cepat, melakukan analisa yang tepat, dan cepat mengambil keputusan serta selalu bertindak dalam koridor aturan Partai,” urainya.

4bl#ik-17/2/2022

Dalam penutup materinya, dia menyatakan setiap kader berpotensi menjadi pemimpin. Untuk itu pemimpin adalah role model bagi bawahannya, ia harus menjadi teladan dan magnit bagi bawahan yang dipimpinnya. Pemimpin harus mempunyai nilai-nilai tertentu. “Jika seorang pemimpin menghendaki bawahan berintegritas, maka pemimpin harus lebih berintegritas. Jika pempimpin menghendaki bawahan disiplin, jujur, kerja keras dan tepat waktu, maka pemimpin harus dapat menunjukan kepada bawahan sifat disiplin, kerja keras dan lebih dapat menghargai waktu,” tutup Bang Komar. catur/ama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button