Suara Pembaca

Ogoh-ogoh “Gamang Hana Maya” Tak Diarak, Ikuti Arahan Gubernur Bali


Denpasar, PancarPOS | Perempuan sebagai simbol keindahan belakangan ini menjadi kenyataan yang sebaliknya. Sering sekali kaum perempuan diberitakan dengan kejadian yang kurang menyenangkan seperti mengalami kekerasan dan pelecehan. Sebagai bentuk penghormatan terhadap martabat perempuan, Sekaa Teruna Eka Yowana Çanti bersama dengan Rase Custom telah merampungkan karya ogoh-ogoh berjudul “Gamang Hana Maya” untuk menyambut Pengerupukan dan Nyepi Çaka 1942.

1bl-ik#12/3/2020

Ogoh-ogoh sebagai bagian yang tak terpisahkan dari tradisi dan budaya Bali, membuat Sekaa Teruna Eka Yowana Çanti selalu berantusias dalam berkreasi ogoh-ogoh di setiap tahunnya. Di tahun 2020 ini, Sekaa Teruna yang berlokasi di Banjar Pujung Kaja, Tegallalang ini mengekspresikan kreativitasnya dengan membuat ogoh-ogoh yang berwujud makhluk halus yang dipercayai keberadaaanya oleh masyarakat Bali yaitu “gamang”.

Pemuda yang menjadi maestro ogoh-ogoh ini yaitu I Wayan Bayu Saka Palguna menuturkan konsep ogoh-ogoh gamang adalah agar mengingatkan kita supaya bisa menghormati perempuan. “Gamang hana maya muncul sebagai peringatan dan bisa diartikan sebagai sosok sejati pelindung kehormatan perempuan, telanjang, bertangan delapan yang bisa mengcekram seseorang sekuat ikatan rantai baja, berkepala menyeramkan dengan lidah menjulur, kemaluannya berubah menjadi kepala yang sangat menyeramkan, sehingga menimbulkan ketakutan dan mengurungkan niat seseorang untuk berbuat tidak sopan ataupun melecehkan perempuan,” ujarnya.

1bl-bn#23/3/2020

Bayu Saka menerangkan gamang merupakan sosok mahluk yang ada dan rupanya bermacam. Hana maya merupakan ungkapan bahwa mahluk ini ada tapi tidak terlihat. Bayu Saka juga mengungkap bahwa ide ogoh-ogoh gamang ini berawal dari guyonan di tempat tongkrongan. “Di saat teman menanyakan salah satu temannya yang jarang kelihatan, teman yang lain mengatakan mungkin saja dia sudah disembunyikan oleh gamang,” imbuhnya.

Ketua Sekaa Teruna Eka Yowana Çanti I Wayan Gede Prawira Negara sangat mengapresiasi semangat seluruh pemuda dalam pembuatan ogoh-ogoh ini dari awal sampai selesai. “Sebagai ketua Sekaa Teruna tentunya saya mengucapkan banyak terimakasih atas kerjasama dan kerja keras semua pemuda sehingga kita bisa menyajikan sebuah maha karya yang membanggakan,” paparnya.

1bl-ik#8/3/2020

Prawira Negara juga menghimbau kepada pemuda agar dewasa menyikapi larangan pangarakan ogoh-ogoh. Agar tetap mematuhi aturan dari pemerintah untuk keselamatan kita bersama. “Sedikit pesan untuk seluruh anggota Sekaa Teruna agar memaklumi serta menyadari dari bahayanya wabah global covid-19 ini. Besar harapan saya sebagai ketua Sekaa Teruna untuk kita tetap berkarya dan jangan putus asa sesuai dengan slogan Eyoca On Fire,” tegasnya. wayan sastrawan/ama/jmg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close