Tutik Kusuma Wardhani Titip Doa untuk NTT, Serukan Persatuan Menuju Indonesia Emas 2045

Denpasar, PancarPOS | Anggota DPR RI Dapil Bali dari Partai Demokrat, Ni Putu Tutik Kusuma Wardhani, menyampaikan keprihatinan sekaligus menitipkan doa bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak musibah gempa bumi.
Tutik berharap masyarakat yang menjadi korban maupun terdampak bencana diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi situasi tersebut. Ia juga berharap Tuhan senantiasa memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat NTT.
“Kepada saudara-saudara kita yang ada di NTT yang terkena musibah gempa bumi, saya titip doa. Semoga saudara-saudara kita di NTT tabah menghadapi semua ini, kuat menghadapi, dan Tuhan melindungi,” ujar Tutik di Kantor DPC Partai Demokrat Denpasar, pada Minggu (23/8/2026).
Menurutnya, musibah yang menimpa masyarakat NTT menjadi momentum untuk kembali memperkuat rasa kepedulian dan solidaritas sebagai sesama anak bangsa. Persaudaraan tidak boleh dibatasi oleh jarak wilayah, karena setiap daerah merupakan bagian dari satu Indonesia.
Di sisi lain, Tutik menyebut Agustus sebagai bulan yang sangat spesial bagi bangsa Indonesia. Peringatan Hari Kemerdekaan setiap 17 Agustus tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk kembali mengingat perjuangan para pendahulu sekaligus memperkuat komitmen menjaga keutuhan bangsa.
Semangat tersebut juga menjadi bagian dari peringatan Hari Kemerdekaan yang digelar Partai Demokrat. Menurut Tutik, momentum kemerdekaan harus dimaknai dengan memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
“Dimensinya tentu bagaimana kita menggali persatuan dan menjaga persatuan ini. Karena dengan persatuan inilah kita akan mewujudkan cita-cita Indonesia ke depan, yaitu menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Ia menegaskan, persatuan tidak lahir begitu saja, melainkan harus dibangun melalui rasa kebersamaan, toleransi, kerja sama dan kecintaan terhadap tanah air.
“Persatuan ini lahir dari rasa kebersamaan, rasa toleransi, kemudian kerja sama yang kuat dan cinta tanah air dari rakyat Indonesia semua,” tegasnya.
Tutik berharap semangat persatuan tersebut terus dijaga oleh seluruh elemen bangsa. Terlebih, perjalanan menuju Indonesia 2045 membutuhkan kekuatan bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat, generasi muda, serta seluruh komponen bangsa.
Menurutnya, kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan harus diisi dengan kerja nyata. Kepedulian terhadap sesama, gotong royong ketika terjadi bencana, serta menjaga toleransi menjadi bagian penting dalam merawat Indonesia.
“Jangan sampai persatuan hanya kita bicarakan saat peringatan kemerdekaan. Persatuan harus kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kebersamaan, toleransi, gotong royong dan kecintaan kepada Indonesia,” ujarnya.
Dengan semangat tersebut, peringatan Hari Kemerdekaan diharapkan tidak sekadar menjadi momentum mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi pijakan untuk menatap masa depan Indonesia yang lebih kuat, maju dan bersatu menuju 2045. ama/ksm









