114 Prajurit TNI Dibekali Teknik Berkendara Aman, Pomdam IX/Udayana Gandeng Astra Motor Bali

Denpasar, PancarPOS | Bisa mengendarai sepeda motor belum tentu berarti aman di jalan. Kemampuan membaca situasi, mengantisipasi bahaya, mengendalikan kendaraan hingga memahami etika berlalu lintas menjadi bagian penting yang harus dikuasai setiap pengendara.
Pesan itulah yang dibawa dalam kegiatan Sosialisasi Berkendara dan Etika Berlalu Lintas Prajurit Kodam IX/Udayana se-Garnisun Denpasar 2026. Sebanyak 114 prajurit TNI AD mengikuti pembekalan keselamatan berkendara yang digelar Pomdam IX/Udayana, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan tersebut menggandeng Astra Motor Bali, Direktorat Lalu Lintas Polda Bali dan Jasa Raharja Bali. Edukasi tidak dibuat sebatas mendengarkan materi di dalam ruangan, tetapi dilanjutkan dengan praktik langsung di atas sepeda motor.
Bagi para prajurit, pembekalan ini menjadi pengingat bahwa disiplin di jalan raya merupakan bagian dari tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, kecelakaan lalu lintas dapat terjadi bukan hanya karena ketidakmampuan mengendarai kendaraan, tetapi juga akibat kelalaian dalam membaca potensi bahaya.

PIC Safety Riding & Community Promotion Astra Motor Bali, Ngurah Iswahyudi, mengajak peserta memahami bahwa keselamatan harus dimulai sebelum kendaraan bergerak.
Salah satu materi yang diberikan adalah kemampuan memprediksi potensi bahaya serta memahami etika ketika melintas di persimpangan.
Para prajurit juga diperkenalkan dengan pola 4T sebagai kebiasaan sederhana sebelum melanjutkan perjalanan. Caranya, tunggu sejenak, tengok kiri, tengok kanan, kemudian tengok kiri lagi.
Kebiasaan sederhana tersebut menjadi bagian dari prinsip #Cari_Aman yang terus dikampanyekan Astra Motor untuk membangun perilaku berkendara yang lebih disiplin dan waspada.
Setelah teori, peserta langsung turun ke sesi praktik. Menggunakan sepeda motor Honda CB150, mereka dilatih melakukan pengereman yang tepat dengan mengombinasikan rem depan dan belakang secara bersamaan.
Tekanan pada rem depan diberikan sedikit lebih kuat dibandingkan rem belakang. Teknik tersebut penting agar pengendara mampu mengendalikan laju kendaraan secara lebih optimal ketika harus melakukan pengereman.
Tidak hanya pengereman, kemampuan menjaga keseimbangan atau balancing juga menjadi bagian dari latihan.

Sesi ini bahkan berlangsung cukup seru. Para prajurit mengikuti challenge keseimbangan dengan berusaha mempertahankan posisi kendaraan selama mungkin. Peserta yang mampu bertahan paling lama mendapat hadiah helm eksklusif.
Edukasi kemudian dilanjutkan dengan kuis interaktif. Pertanyaan seputar keselamatan berkendara diberikan kepada peserta untuk menguji sejauh mana materi yang disampaikan dapat dipahami.
Peserta yang mampu memberikan jawaban tepat kembali mendapatkan hadiah berupa helm.
Ngurah Iswahyudi mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan sesaat, tetapi benar-benar membentuk kebiasaan berkendara yang aman.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan penambahan wawasan yang komprehensif bagi para anggota TNI AD, sehingga potensi kecelakaan lalu lintas dapat ditekan semaksimal mungkin. Edukasi dan pemahaman wajib dilakukan secara berkesinambungan demi meningkatkan pengetahuan serta kesadaran pentingnya ‘Cari_Aman’ bagi seluruh anggota TNI AD saat berada di jalan raya,” ujarnya.
Antusiasme 114 prajurit yang mengikuti kegiatan tersebut juga mendapat apresiasi dari Astra Motor Bali. Seluruh peserta memperoleh jaket eksklusif kampanye #Cari_Aman.
Wakil Komandan Polisi Militer Kodam (Wadanpomdam) IX/Udayana, Letkol Cpm Achep Maman, menyambut positif kolaborasi tersebut.
Menurutnya, keselamatan berkendara merupakan tanggung jawab semua pengguna jalan, termasuk anggota TNI AD. Karena itu, pembekalan semacam ini dinilai penting untuk terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Edukasi seperti ini sangat penting bagi seluruh anggota TNI AD. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kolaborasi positif bersama Astra Motor Bali, Dirlantas Polda Bali, dan Kanwil Jasa Raharja Bali,” kata Letkol Cpm Achep Maman.
Ia berharap edukasi keselamatan berkendara dapat terus dilakukan secara kontinyu sehingga para prajurit tidak hanya memahami teori, tetapi juga membiasakan prinsip keselamatan dalam aktivitas sehari-hari.

“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi seluruh peserta, dan kami berharap ke depannya kegiatan edukasi keselamatan berkendara dapat dilaksanakan secara kontinyu agar seluruh prajurit senantiasa menerapkan prinsip Cari_Aman dalam bertugas maupun beraktivitas sehari-hari,” ujarnya.
Kolaborasi Pomdam IX/Udayana, Astra Motor Bali, Dirlantas Polda Bali dan Jasa Raharja Bali tersebut menunjukkan bahwa keselamatan lalu lintas membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
Di jalan raya, status dan profesi tidak membuat seseorang kebal dari risiko kecelakaan. Karena itu, kemampuan mengendalikan kendaraan, membaca situasi, mematuhi aturan dan mengutamakan keselamatan harus menjadi kebiasaan setiap pengendara.
Bagi 114 prajurit yang mengikuti kegiatan ini, pesan utamanya sederhana: sampai di tujuan dengan selamat jauh lebih penting daripada sekadar cepat sampai. uni/ama









