Daerah

Tujuh Tahun Tanpa Pekerjaan Tetap, Mangku Wijana Terbantu Aksi Sosial TP PKK Bali


Klungkung, PancarPOS | Tujuh tahun bukan waktu yang singkat untuk menjalani hidup tanpa pekerjaan tetap. Itulah yang dilalui Jero Mangku Ketut Wijana, warga Klungkung yang hingga kini bertahan dengan penghasilan tidak menentu dari nganteban banten ketika ada upacara keagamaan.

Di tengah kondisi tersebut, sebuah bantuan sederhana menjadi sangat berarti. Jumat (21/8/2026), Mangku Wijana menerima paket bantuan dalam Aksi Sosial TP PKK Provinsi Bali “Bergerak dan Berbagi”.

Bantuan itu mungkin tidak serta-merta mengubah kehidupannya. Namun, setidaknya ada kebutuhan keluarga yang bisa sedikit lebih ringan untuk beberapa waktu ke depan.

“Kebetulan saya sudah tujuh tahun tidak bekerja, sejak pandemi Covid-19. Penghasilan yang didapat hanya dari nganteban banten jika ada upacara keagamaan. Bantuan ini sangat membantu,” ungkap Mangku Wijana.

Mangku Wijana menjadi salah satu dari 150 warga yang menerima bantuan dalam kegiatan sosial tersebut. Bantuan disalurkan di tiga lokasi, yakni Desa Bungbungan, Kecamatan Banjarangkan; Desa Manduang, Kecamatan Klungkung; dan Desa Pikat, Kecamatan Dawan.

Penerima bantuan berasal dari berbagai kelompok yang dinilai membutuhkan perhatian, mulai dari lansia, ibu hamil, anak-anak, penyandang disabilitas hingga kader PKK.

Setiap penerima mendapatkan 30 kilogram beras, dua krat telur dan dua kotak susu yang disalurkan TP PKK Provinsi Bali.

Salah seorang penerima lainnya, Ni Ketut Nanik Fitriani dari Desa Pikat, mengaku bersyukur mendapat perhatian melalui kegiatan tersebut.

Ia berharap aksi sosial seperti ini tidak berhenti di satu kegiatan, tetapi terus menyentuh masyarakat yang membutuhkan di desa-desa lain di Bali.

“Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Bali dan Ibu Putri Koster atas bantuan yang diberikan. Kami berharap kegiatan aksi sosial ini dapat terus dilanjutkan untuk membantu masyarakat,” katanya.

Bukan Sekadar Membawa Sembako

Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, mengatakan program “Bergerak dan Berbagi” memang dirancang agar keberadaan pemerintah dan organisasi kemasyarakatan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Menurutnya, bantuan yang diberikan bukan sekadar memenuhi kebutuhan pangan untuk sementara. Di balik kegiatan tersebut terdapat pesan kepedulian agar masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan tidak merasa berjalan sendirian.

“Ini adalah oleh-oleh dari Bapak Gubernur Bali. Meskipun tidak turun langsung dan bantuan diserahkan melalui TP PKK Provinsi Bali, ini merupakan bentuk cinta dan perhatian Gubernur kepada masyarakat Bali,” ujar Ny. Putri Koster.

Selain bantuan dari TP PKK, sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Bali ikut ambil bagian.

Paket yang disalurkan cukup beragam, mulai dari Gemarikan, sembako dan susu, multivitamin, hingga bibit pohon dan tanaman cabai. Masyarakat juga mendapatkan buku resep kuliner yang diharapkan dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan pola tersebut, kegiatan sosial tidak hanya berbicara mengenai pemberian bantuan, tetapi juga mendorong masyarakat agar memiliki pengetahuan dan sumber daya yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung, Ny. Eva Satria, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan TP PKK Provinsi Bali kepada masyarakat Klungkung.

“Atas nama seluruh masyarakat Kabupaten Klungkung, kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Ketua TP PKK Provinsi Bali. Kami berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan di Kabupaten Klungkung pada tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.

Ada Layanan Kesehatan hingga Pelatihan Memasak

Suasana aksi sosial semakin lengkap karena kegiatan tidak berhenti pada pembagian paket bantuan.

Masyarakat yang hadir juga mendapat pelayanan kesehatan gratis. Vaksinasi rabies turut diberikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan pencegahan penyakit yang dapat ditularkan hewan.

Di sisi lain, Bali Chef Community memberikan pelatihan memasak kepada para ibu rumah tangga.

Pelatihan tersebut mengajak peserta memanfaatkan bahan pangan lokal menjadi menu yang sehat, bergizi dan menarik. Keterampilan sederhana itu diharapkan dapat memberikan manfaat lebih panjang karena bisa diterapkan untuk kebutuhan keluarga sekaligus dikembangkan menjadi peluang usaha.

Bagi keluarga seperti Mangku Wijana, perhatian semacam ini menjadi penting. Sebab persoalan ekonomi tidak selalu selesai hanya dengan bantuan sekali datang.

Ada kebutuhan untuk terus mendampingi, membuka peluang, memberikan keterampilan, sekaligus memastikan masyarakat yang berada dalam kondisi rentan tetap mendapatkan perhatian.

Dari Desa Bungbungan, Manduang hingga Pikat, semangat yang dibawa melalui “Bergerak dan Berbagi” pun terasa sederhana: hadir, melihat langsung kondisi masyarakat, lalu membantu sesuai kebutuhan.

Dan bagi Mangku Wijana, setelah tujuh tahun bertahan dengan penghasilan yang tak menentu, bantuan yang datang hari itu menjadi sedikit ruang untuk bernapas. mas/ama/*


Back to top button