DPRD Badung dan Pemerintah Fokus Infrastruktur dan Tangani Sampah

Badung, PancarPOS |.Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Badung, terutama dalam hal pembangunan infrastruktur. Penegasan itu disampaikan Anom usai memimpin rapat paripurna di Ruang Sidang Utama Gosana, Puspem Badung, Senin (4/8/2025), yang mengagendakan jawaban pemerintah atas pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Ranperda RPJMD Semesta Berencana Badung 2025-2029, perubahan Perda Pajak Daerah, serta KUA-PPAS 2025.
“Sebagian besar fraksi menyoroti infrastruktur. Bupati sudah menjawab semua masukan dari Fraksi PDI Perjuangan, Partai Golkar, dan Partai Gerindra. Saya berharap masalah kemacetan di selatan dan Kuta Utara bisa mulai terurai di 2026. Tapi infrastruktur ini pekerjaan panjang, setelah satu titik selesai, kemacetan bisa pindah ke titik lain. Maka setiap tahun kita harus fokus bersama,” ujar Anom didampingi Wakil Ketua I A.A Ngr Ketut Agus Nadi Putra dan Wakil Ketua III I Made Sunarta.
Selain infrastruktur, Anom juga menyinggung penanganan sampah yang masih menjadi pekerjaan rumah, terutama usai penutupan TPA Suwung. Menurutnya, TPS3R di Kuta belum mampu menampung volume sampah dari seluruh wilayah. Ia mengungkapkan, pemerintah telah menyiapkan opsi lahan baru di dekat kuburan Cina untuk dijadikan tempat pengolahan sampah.
“Saya harap lahan itu segera dimanfaatkan. Masalah sampah ini tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah. DPRD akan mendukung penganggaran dan teknologi, tapi kita harus pastikan teknologinya benar-benar menyelesaikan masalah, bukan sekadar proyek,” tegas Anom.
Anom menilai, saat ini baru Desa Kutuh yang dinilai berhasil dalam pengelolaan sampah berbasis desa, namun kapasitasnya masih terbatas, hanya lima ton per hari. Sementara, produksi sampah di Badung mencapai 500 ton per hari, sehingga dibutuhkan solusi dengan teknologi berskala besar.
“Kendalanya memang di lahan. Itu yang membuat OPD lambat bergerak. Tapi kami sudah minta OPD percepat langkah. Ke depan, kunci pengelolaan sampah ada di partisipasi masyarakat, memilah sampah dari rumah. DKP sudah bekerja maksimal, tinggal bagaimana kita bersama-sama bergerak,” pungkasnya. mas/ama/*









