Astra Motor Bali Perluas Edukasi Safety Riding, 90 Siswa SMKN 1 Klungkung Dibekali #Cari_Aman

Klungkung, PancarPOS | Keselamatan berkendara tidak cukup hanya dipahami oleh masyarakat di kawasan perkotaan. Kesadaran tersebut juga perlu diperkuat hingga ke wilayah penyangga dan pedesaan. Hal inilah yang terus didorong Astra Motor Bali melalui edukasi safety riding kepada kalangan pelajar.
Terbaru, sebanyak 90 siswa-siswi SMKN 1 Klungkung mendapat pembekalan mengenai keselamatan berkendara melalui kegiatan Safety Riding Education for Senior High School, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Astra Motor Bali memperluas pemahaman budaya keselamatan berkendara di seluruh wilayah Pulau Dewata. Sekolah di wilayah Klungkung dipilih sebagai salah satu sasaran untuk memastikan edukasi #Cari_Aman tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan.
Instruktur Safety Riding Astra Motor Bali, Yosep Klaudius, mengatakan pelajar menjadi kelompok penting dalam membangun budaya berkendara yang aman. Menurutnya, kebiasaan berkendara yang dibentuk sejak bangku sekolah akan ikut menentukan perilaku mereka ketika menjadi pengendara di masa mendatang.

“Gerakan #Cari_Aman berawal dari kalangan pelajar. Melalui edukasi ini, kami tidak hanya memberikan pemahaman tentang teknik mengendalikan sepeda motor, tetapi juga memberikan kemampuan bagi para peserta untuk memprediksi bahaya di jalan raya, baik bahaya yang terlihat langsung maupun bahaya yang tidak terlihat,” ujar Yosep.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh para siswa tidak berhenti pada diri masing-masing. Kebiasaan positif tersebut diharapkan turut dibawa ke lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitar.
Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya menerima materi secara satu arah. Edukasi dikemas secara interaktif dengan membahas berbagai situasi yang dapat ditemui pengendara di jalan.
Materi yang diberikan meliputi pengenalan potensi bahaya, teknik pengereman yang tepat, posisi berkendara yang ideal hingga kemampuan membaca situasi lalu lintas secara responsif.
Menurut Astra Motor Bali, kemampuan mengantisipasi bahaya menjadi bagian penting dalam keselamatan berkendara. Sebab, kecelakaan tidak selalu diawali oleh kondisi yang mudah dilihat pengendara, tetapi juga dapat muncul akibat situasi lalu lintas yang berubah dengan cepat.

PIC Safety Riding & Community Promotion Astra Motor Bali, Ngurah Iswahyudi, mengatakan edukasi keselamatan berkendara perlu dilakukan secara berkelanjutan dan menyentuh berbagai kelompok usia.
“Berkendara itu bukan sekadar bisa naik sepeda motor atau memutar gas, tetapi juga harus bisa mengendalikan perilaku dan emosi saat berada di jalan raya,” tegasnya.
Menurutnya, kesadaran mengontrol emosi serta mematuhi etika berlalu lintas menjadi bagian penting dalam menciptakan keselamatan di jalan sekaligus menekan risiko kecelakaan.
“Sebagai pelopor keselamatan, Honda wajib terus memberikan edukasi sejak dini. Kesadaran mengontrol emosi dan mematuhi etika berlalu lintas adalah kunci utama dalam menekan angka kecelakaan,” imbuh Ngurah.

Astra Motor Bali berharap edukasi yang diberikan kepada para siswa SMKN 1 Klungkung dapat melahirkan lebih banyak pengendara muda yang tidak hanya memahami teknik berkendara, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan lainnya.
Para siswa juga diharapkan mampu menjadi agen perubahan atau safety riding ambassador di lingkungan masing-masing, dengan turut mengingatkan teman, keluarga dan masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan.
Melalui semangat #Cari_Aman, keselamatan berkendara diharapkan tidak berhenti sebagai materi pelatihan, tetapi berkembang menjadi kebiasaan yang diterapkan setiap kali berada di jalan raya. uni/ama









