High Level Meeting Jelang Nataru 2023 di Pemprov Bali, Trisno Nugroho: Perkembangan Ekonomi Global Diperkirakan Menurun

Denpasar, PancarPOS | Tim Pengedali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali kembali melaksanakan High Level Meeting (HLM) di Ruang Rapat Gedung Gajah, Rumah Jabatan Gubernur Bali, Denpasar, pada Jumat (17/12/2022). HLM dipimpin oleh Gubernur Bali, Wayan Koster dan dihadiri oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Kepala BPS Bali, dan Kepala Perum Bulog Regional Provinsi Bali, serta Bupati/ Wali Kota seluruh Bali, beserta Kepala BUMD serta Kepala OPD terkait di lingkungan Pemprov Bali. HLM kali ini, sebagai upaya langkah antisipasi lonjakan harga menjelang hari besar keagamaan dan nasional yang mungkin bisa menyebabkan inflasi jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023.

Seperti yang dikatakan oleh Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Trisno Nugroho dalam pemaparannya saat itu, terkait perkembangan ekonomi global tahun 2023 diperkirakan menurun dari tahun 2022. Selain itu, dikatakan selama ini pertumbuhan ekonomi global dikatakannya menghadapi resiko koreksi yang dapat lebih rendah dan resesi yang tinggi di beberapa negara termasuk AS dan Eropa. “Hal itu sangat dipengaruhi oleh berlanjutnya geopolitik yang memicu pragmentasi ekonomi, perdagangan dan investasi, serta dampak pengetatan kebijakan moneter yang agresif,” kata Trisno Nugroho.
Di sisi lain, tingkat inflasi Indonesia masih terkendali bila dibandingkan negara lain. Inflasi Provinsi Bali juga melambat dari 6,73% pada Juli 2022 menjadi 6,38% pada Agustus 2022 seiring dengan upaya pemerintah dalam mengendalikan laju inflasi. Namun, TPID perlu mengantisipasi meningkatnya tekanan inflasi pada bulan September-Oktober yang diprakirakan bersumber dari dampak kenaikan harga BBM dan pada November-Desember dari komoditas hortikultura. Alalagi selama bulan Agustus 2022, TPID Denpasar dan Buleleng telah melaksanakan operasi pasar di beberapa pasar Denpasar dan di Buleleng. Komoditas yang dijual pada operasi pasar ini antara lain cabai rawit, cabai merah besar, bawang merah, telur, minyak goreng.

Operasi pasar dilaksanakan oleh “Perusda/BUMD Pasar di Buleleng dan Denpasar. Operasi pasar juga dilakukan dengan kerja sama antardaerah Denpasar dan Buleleng dengan sumber produksi hortikultura di Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Bangli,” katanya. Dalam arahannya saat itu, Gubernur Koster mengatakan, bahwa High Level Meeting ini digelar dalam rangka mengkoordinasikan isu strategis yang berpengaruh terhadap inflasi di Bali, sehingga perlu dilakukan langkah strategis dan kebijakan percepatan pengendalian inflasi di Bali melalui keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif dengan melibatkan para pemangku kepentingan.
Mengingat Begitu pentingnya kegiatan bagi perkembangan perekonomian di Bali, Gubernur Koster menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kehadiran dari seluruh Bupati/Walikota se-Bali beserta jajaran dan undangan terkait lainnya. “Dimana fokus pembahasan kali ini terkait upaya percepatan pengendalian inflasi 4 bulan ke depan serta peningkatan kerjasama antar daerah Kabupaten/Kota se-Bali menjaga kestabilan harga kebutuhan. Pemprov Bali sangat mengharapkan dukungan terhadap langkah-langkah yang dilakukan oleh Pemprov Bali dalam rangka antisipasi gejolak harga, khususnya kebutuhan pangan yang disebabkan oleh meningkatnya permintaan jelang Nataru 2023.

“High Level Meeting ini ini sangat penting dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok pangan dan lainnya juga terkait kestabilan harga, khususnya di Bali dan di Kabupaten/Kota se-Bai,” tegasnya. tim/ama/ksm/yar









