Politik dan Sosial Budaya

Pemkab Badung Terancam Tak Mampu Bayar Gaji Pegawai, Sudiana: Jangan Saling Menyalahkan


Badung, PancarPOS | Efek domino pandemi Covid-19 yang berkepanjangan membuat perekonomian Bali semakin terpuruk. Bahkan imbasnya sangat dirasakan oleh Pemkab Badung, bahkan terancam tak mampu membayar gaji pegawai yang diperkirakan anggarannya mencapai Rp717 miliar pertahunnya. Menyikapi hal tersebut, mantan Wakil Bupati Badung, I Made Sudiana, SH.,M.Si., Rabu (19/5/2021) juga ikut menanggapi terkait dampak merosotnya pendapatan asli daerah (PAD) Badung yang sebenarnya menjadi permasalahan bersama. Untuk itu, seharusnya jangan saling menyalahkan terhadap kepemimpinan Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, S.Sos dalam menjalankan tugas untuk mencari solusi terbaik, agar bisa kembali mengumpulkan pundi-pundi PAD Badung.

1bl#ik-11/5/2021

Lanjut Sudiana, pada dasarnya Pemkab Badung sebenarnya merupakan Kabupaten terkaya di Bali, tetapi akibat hantaman dampak pandemi Covid-19 menjadikan miskin PAD. Ditambah lagi efek psikologisnya, para pejabat maupun rakyat Badung menjadi down. “Artinya, efek pandemi mau tidak mau, suka tidak suka harus bisa diterima oleh semua stakeholder dan jangan saling menyalahkan tetapi harus duduk bersama untuk bisa mencari solusi memecahkan permasalahan yang ada di Kabupaten Badung,” jelas politisi senior asal Canggu, Kuta Utara Badung yang sempat menjabat Anggota DPRD Badung dua periode tersebut. “Pandemi ini masalah yang tidak bisa kita hindari, kalau kita bilang salah siapa yang salah? Pandemi ini kan alam yang berbuat, jadi kita jangan saling menyalahkan Bupati, DPR maupun stakeholder yang lainnya,” imbuhnya.

1bl#bn-10/5/2021

Pengusaha yang kini mengembangkan bisnis distributor kendaraan listrik ini, juga memaparkan untuk bisa bertahan di era pandemi sudah jelas harus menggunakan anggaran dari APBD untuk bisa menjalankan pemerintahan, tetapi harus dengan buget yang irit untuk bisa membangun kebersamaan dan sadar secara bersama-sama. Apalagi dampak akibat pandemi adalah masalah bersama bukan masalah pemerintah maupun yang lainnya. “Memecahkan permasalahan Covid-19 tidak semudah membalikan telapak tangan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama untuk bisa melewatinya dan anggaran pemerintah digunakan dengan bijak belanja apa yang diutamakan, sambil berusaha memerangi Covid-19, agar angka pandemi bisa turun dan kemudian pariwisata bisa dibuka. Hanya itu saja yang bisa memecahkan masalah,” paparnya.

1bl#ik-11/5/2021

Selain itu, Sudiana berharap masyarakat Badung di tengah pandemi jangan terlalu menuntut banyak pemerintah, dan harus mendukung kebijakan pemerintah Badung untuk mengatasi semua problema yang ada di Badung. “Kita jangan asal mengkritisi pemerintah saja, tetapi tidak bisa memberikan solusi,” tegasnya, seraya menyarankan, Pemkab Badung jangan patah semangat untuk bernegoisasi ke pusat sepanjang belum ada peningkatkan PAD. Sebab kontribusi Badung ke pusat cukup tinggi pada waktu Badung masih kaya raya. “Pusat juga harus bisa bertanggung jawab pada Kabupaten Badung, untuk bisa meningkatkan PAD, harus saling mengerti untuk kerjasama ke depannya nanti,” papar Sudiana sekaligus meminta Pemkab Badung harus bisa menganalisa kebutuhan pegawai kontrak maupun honor untuk penyempurnaan struktur kepegawaian di masa pandemi.

1bl#bn-10/5/2021

“Pemerintah harus mengambil langkah cerdas untuk perampingan pegawai, jangan sampai ada yang tersakiti,” pungkasnya seraya berharap mudah-mudahan pandemi segera berakhir. tra/ama

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close