Made Urip Gelar Bimtek P2L di Gianyar, Gelontor Bantuan Rp750 Juta untuk 15 Kelompok Wanita Tani

Gianyar, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., kembali menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bersama Ditjen Hortikultura, Kementerian Pertanian. Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U itu, membuka resmi Bimtek Optimalisasi Pekarangan Pangan Lestari (P2L) untuk Peningkatan Kesejahteraan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang dipusatkan di Puri Maharani Villas, Gianyar, Senin (3/9/2022). Kehadiran Made Urip yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup ini, didampingi Direktur Sayuran dan Tabanan Obat yang diwakili Koordinator Bawang Merah dan Sayuran Umbi, Mutiara Sari, STP., PhD., bersama Kabid Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Gianyar, Sang Ayu Putu Artini, S.Sos., M.Si.

Pada kesempatan itu, Made Urip juga menggelontorkan secara simbolis bantuan senilai total Rp750 juta program P2L yang masing-masing Rp50 juta kepada 15 KWT yang tersebar di Bangli (KWT Bangkit Sari, KWT Sidan Asri, KWT Sri Sedana Nengah Maju dan KWT Bina Putri Lestari), Gianyar (KWT Tunjung Sari), Karangasem (KWT Satya Luih Lestari dan KWT Sari Nanda), Klungkung (KWT Dewi Sri dan KWT Tunjung Sari), Denpasar (KWT Kalpataru dan KWT Jelita) serta Badung (KWT Rahajeng Rahayu, KWT Asri Nandini, KWT Sri Merta dan KWT Singasari Blahkiuh). Sebagai penerima bantuan, Sekretaris KWT Jelita, Ni Komang Lika Ayuni Setiawati mengucapkan terima kasih kepada Made Urip yang telah memberikan bantuan guna meningkatkan ketahangan pangan keluarga. “Kami semua sangat berterima kasih atas bantuan Pak Made Urip kepada KWT untuk digunakan mengolah pekarangan keluarga,” ucapnya.
Disisi lain, Kabid Ketahanan Pangan, Sang Ayu Putu Artini mewakili Kadis Pertanian Gianyar menyampaikan ucapan terima kasih kepada Made Urip yang telah banyak memberikan bantuan dan kegiatan yang menyentuh KWT, khususnya di Gianyar dan kabupaten/kota lainnya di seluruh Bali. Pihaknya berharap melalui Bimtek ini, bisa meningkatkan pemahaman dan motivasi serta wawasan KWT yang ada di Bali untuk melaksanakan kegiatan progran P2L dengan memanfaatkan pekarangan yang tidak produktif menjadi produktif sebagai sumber pangan keluarga bisa diwujudkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Mudahan-mudahan Bimtek ini bisa berjalan dengan baik dan lancar, karena semua kegiatan ini berkat bantuan dan perhatian Bapak Made Urip,” tandasnya.

Hal senada disampaikan, Koordinator Bawang Merah dan Sayuran Umbi, Mutiara Sari mewakili Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Ditjen Hortikultura menegaskan lahan pekarangan mempunyai potensi yang sangat besar untuk menjaga ketahanan pangan keluarga dengan mengolah dan menanam sayuran dan obat, termasuk memelihara ternak dan ikan. Apalagi terus terjadi peningkatan kebutuhan bahan pangan akibat meningkatnya jumlah penduduk, sehingga membutuhkan strategi baru untuk meningkatan kecukupan pangan dengan memanfaatkan lahan pekarangan. Upaya untuk pemenuhan ketahanan pangan dengan kualitas yang baik untuk keluarga dilakukan melalui akses optimalisasi lahan pekarangan atau P2L sebagai sumber pangan berkelanjutan, sekaligus untuk menambah pendapatan.
Untuk itu, ia berharap melalui momentum Bimtek yang terus digenjot Made Urip ini, bisa menjadi ajang untuk meningkatkan kapasitas KWT, sehingga sektor pertanian semakin maju, mandiri dan modern. “Karena itu, kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dan perhatian serius Bapak Made Urip yang selalu setia membuka Bimtek P2L ini,” ujarnya. Menanggapi hal itu, Made Urip menegaskan Bimtek kali ini, untuk memberi wawasan dan pengetahuan bagi penerima bantuan tahap pertama program P2L untuk 15 KWT dari 6 kabupaten/kota di Bali. Sisa bantuan untuk 3 kabupaten lainnya, akan diserahkan secara simbolis di Tabanan dan Buleleng. Karena itu, M-U berharap agar bantuan program P2L ini bisa memberi manfaat kepada anggota kelompok, karena menjadi program unggulan Kementerian Pertanian yang diluncurkan melalui APBN setiap tahunnya untuk memanfaatkan pekarangan dan lahan terlantar maupun terbelangkai.

“Kita akan terus membantu dan mengurus wong cilik yang harus dibantu lewat program dari pusat,” tegas Anggota DPR RI terpilih dengan 255.130 suara terbanyak di Dapil Bali dan peringkat ketujuh nasional itu, seraya menyadari selama pandemi Covid-19 pertumbuhan ekonomi Bali turun drastis, akibat lesunya sektor pariwisata. Maka itu, Made Urip mengajak wanita tani ikut memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu andalan selain sektor pariwisata di Bali, karena sangat rentan dengan isu penyakit maupun bencana. “Kita perlu terus memperkuat sektor pertanian melalui subak abian dan subak basah, sehingga bisa memperkuat ekonomi dan kedaulatan pangan kita di Bali. Salah satunya manfaatkan pekarangan dan lahan sempit, misalnya menanam cabe yang harganya menyebabkan inflasi. Jika mau memanfaatkan lahan pekarangan paling tidak bisa memperkuat ketahanan pangan keluarga,” tandas M-U.
Apalagi selama ini, KWT yang sudah mendapat bantuan program P2L sebelumnya di Bali sudah banyak yang maju, sehingga kelompok lain diharapkan agar manfaatkan bantuan ini dengan baik untuk menjaga ketahanan pangan keluarga. Selain itu, Made Urip akan terus berusaha membantu KWT untuk mendapatkan akses bantuan dan program lainnnya. “Jadi ikuti Bimtek ini dengan baik dari awal hingga berakhir. Saya juga berharap dukungan dan support di tahun 2024, agar bisa terus memperjuangkan sektor pertanian di Bali,” pungkas M-U. ama/ksm/yar









