Liga Kampung Soekarno Cup III Resmi Dibuka, Bali Siap Lahirkan Talenta Sepak Bola Nasional

Denpasar, PancarPOS | Semangat sportivitas, nasionalisme, dan persaudaraan menggema di GOR Ngurah Rai Denpasar saat Turnamen Liga Kampung Soekarno Cup III Provinsi Bali resmi dibuka pada Jumat sore (9/5/2026). Turnamen sepak bola antarkabupaten/kota se-Bali yang kini memasuki tahun ketiga penyelenggaraan itu kembali menjadi panggung pembinaan generasi muda Bali melalui olahraga, dengan total hadiah mencapai Rp117 juta serta perebutan piala bergilir Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali.
Pembukaan turnamen berlangsung meriah dan penuh semangat kebangsaan. Ketua DPP PDI Perjuangan sekaligus Ketua Panitia Nasional Liga Kampung Soekarno, Komarudin Watubun hadir langsung membuka kompetisi tersebut. Kehadirannya didampingi Ketua DPD PDI Perjuangan Bali Wayan Koster, Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya, anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, jajaran pengurus DPD dan DPC PDI Perjuangan se-Bali, hingga para tokoh olahraga dan masyarakat.
Atmosfer pembukaan terasa istimewa karena turnamen ini tidak sekadar menghadirkan pertandingan sepak bola, melainkan menjadi simbol konsolidasi semangat kebangsaan di kalangan generasi muda Bali. Sebanyak sembilan tim dari kabupaten/kota se-Bali ambil bagian dalam kompetisi bergengsi tersebut, yakni Kota Denpasar, Badung, Gianyar, Klungkung, Bangli, Buleleng, Karangasem, Tabanan, dan Jembrana.
Dalam sambutannya, Komarudin Watubun menegaskan Liga Kampung Soekarno Cup bukan hanya kompetisi mencari juara di lapangan hijau. Lebih dari itu, turnamen ini disebut sebagai ruang pembinaan karakter dan penguatan ideologi kebangsaan yang berakar dari nilai perjuangan Bung Karno.
Menurutnya, gagasan besar Soekarno Cup lahir dari pemikiran Prananda Prabowo yang ingin mencetak “Soekarno-Soekarno muda” melalui jalur olahraga. Sepak bola dipandang sebagai medium strategis membangun solidaritas, disiplin, kepemimpinan, dan semangat gotong royong di kalangan generasi muda Indonesia.
“Kegiatan Soekarno Cup bukan sekadar ajang kompetisi. Ini adalah ruang pembinaan karakter, solidaritas, dan semangat kebangsaan yang berakar pada nilai-nilai perjuangan Bung Karno,” tegas Komarudin di hadapan peserta dan ribuan penonton yang memadati arena pembukaan.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung. Menurutnya, seluruh peserta merupakan saudara sebangsa yang harus menunjukkan sikap dewasa dalam bertanding.
“Sportivitas itu penting. Kita bermain sesama saudara, jadi jangan sampai terjadi keributan,” ujarnya mengingatkan.
Tak hanya soal sportivitas, Komarudin turut menyoroti pentingnya disiplin, integritas, dan komitmen dalam membangun kompetisi yang sehat dan profesional. Ia menilai konsistensi latihan serta keseriusan mengikuti turnamen menjadi modal utama untuk menciptakan pembinaan olahraga yang berkelanjutan.
“Dengan kedisiplinan dan kebersamaan, Soekarno Cup bisa terus berkembang menjadi kegiatan yang bermakna, profesional, dan memberi dampak positif bagi masyarakat,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Liga Kampung Soekarno Cup III I Wayan Adi Arnawa mengatakan turnamen ini dirancang sebagai sarana membangun semangat nasionalisme, persatuan, dan sportivitas generasi muda melalui sepak bola.
Menurut Adi Arnawa, olahraga memiliki kekuatan besar dalam membentuk karakter anak muda Bali agar tumbuh sebagai generasi yang tangguh secara mental dan sehat secara jasmani.
“Liga Kampung Soekarno Cup ini merupakan bagian dari upaya membumikan nilai-nilai perjuangan Bung Karno, khususnya semangat persatuan dan kebersamaan melalui olahraga,” katanya.
Bupati Badung tersebut menilai sepak bola bukan hanya hiburan masyarakat, tetapi juga instrumen strategis untuk membangun jiwa korsa, solidaritas, dan rasa cinta daerah maupun bangsa.
Ia juga menegaskan turnamen ini diharapkan mampu melahirkan pemain-pemain potensial Bali yang nantinya bisa menembus kompetisi profesional nasional. Panitia bahkan telah menyiapkan sistem pemantauan bakat untuk menjaring atlet muda berbakat dari seluruh peserta.
“Kami berharap atlet-atlet yang lahir dari turnamen ini dapat menembus kompetisi profesional seperti Liga 2, Liga 1, hingga Elite Pro Academy (EPA). Nantinya akan ada pemandu bakat untuk melihat pemain-pemain potensial yang bisa dipersiapkan mewakili Bali pada Liga Kampung tingkat nasional,” jelasnya.
Turnamen Liga Kampung Soekarno Cup III sendiri akan berlangsung selama dua pekan penuh, mulai 9 hingga 23 Mei 2026. Babak penyisihan dijadwalkan berlangsung di Stadion Ngurah Rai dan Stadion Kompyang Sujana Denpasar pada 9–17 Mei 2026. Sedangkan babak semifinal digelar 20 Mei dan partai final akan berlangsung 23 Mei 2026 di Stadion Ngurah Rai.
Persaingan dipastikan berlangsung sengit karena seluruh tim membawa pemain-pemain terbaik dari masing-masing daerah. Selain memperebutkan gengsi sebagai tim terbaik Bali, para peserta juga memburu total hadiah fantastis yang telah disiapkan panitia.
Juara pertama akan membawa pulang hadiah Rp50 juta, juara kedua Rp30 juta, dan juara ketiga Rp15 juta. Sementara juara harapan I memperoleh Rp7,5 juta. Panitia juga memberikan penghargaan khusus bagi pemain terbaik, pencetak gol terbanyak (top scorer), dan tim fair play dengan hadiah masing-masing Rp5 juta.
Adi Arnawa kembali mengingatkan seluruh pemain dan official agar menjaga semangat persaudaraan selama kompetisi berlangsung. Ia berharap sepak bola benar-benar menjadi ruang pemersatu masyarakat Bali.
“Siapa pun yang menang harus dihormati. Yang terpenting adalah semangat kebersamaan dan pembinaan generasi muda melalui olahraga,” pungkasnya.
Liga Kampung Soekarno Cup III kini bukan sekadar turnamen lokal biasa. Kompetisi ini perlahan menjelma menjadi panggung pembinaan sepak bola rakyat Bali yang sarat nilai ideologis, nasionalisme, dan semangat gotong royong. Di tengah geliat sepak bola modern yang semakin kompetitif, Bali kembali menunjukkan bahwa olahraga juga bisa menjadi alat pemersatu masyarakat dan ruang melahirkan generasi muda berkarakter. tim/ama/ksm









