Politik dan Sosial Budaya

Usai “Bombardir” 300 Ribu Bibit Kopi Arabika, Made Urip Buka Bimtek Budidaya dan Pasca Panen Kopi di Buleleng


Buleleng, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., kembali berupaya menggenjot brand kopi di Kabupaten Buleleng dari hulu ke hilir. Kali ini, Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U ini, membuka secara simbolis Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya dan Pasca Panen Kopi di Buleleng dengan mengikuti protokol kesehatan (Prokes) yang ketat di Bali Taman Beach Resort and Spa Lovina, Singaraja, Buleleng, Rabu (13/10/2021). Dorongan semangat untuk memberikan angin segar di masa Pandemi Covid-19, telah dilakukan Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup itu, sejak datang ke Buleleng “membombardir” bantuan langsung 300 ribu bibit Kopi Arabika, bersama Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian diwakili Kepala Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Surabaya Purwo Widarto beserta Bupati Buleleng I Putu Agus Suradnyana, ST. Serah terima secara simbolis bantuan 300 ribu benih tanaman Kopi Arabika dan alat pengolahan kopi ini, kepada kelompok tani dari program aspirasi pertanian tahun 2021 dengan mengikuti protokol kesehatan dilaksanakan di Balai Kelompok UPPKS Kutul Amerta Rahayu, Desa Pucaksari, Busungbiu, Buleleng, Senin (27/9/2021) siang.

1bl#ik-21/8/2021.

Bahkan, Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ini, juga sempat tanam bersama bibit Kopi Arabika di areal lahan Bukit Kutul, Desa Pucaksari. Sebagai upaya penanangan pasca panen, selaku Anggota DPR RI lima periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan peringkat ketujuh nasional itu, bekerjasama dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan Kementerian Pertanian memberikan ilmu dan pengetahuan mengenai potensi budidaya dan penanganan pasca panen komoditas kopi di Buleleng. Ketua Harian Kelompok Tani Getah Uyung, Desa Pedawa, I Putu Suta Adnyana mewakili petani kopi mengakui Bimtek yang digelar Made Urip ini, sangat bermanfaat dan dibutuhkan untuk memberi motivasi atau semangat baru yang luar biasa. Ke depannya pihaknya berharap Bimtek seperti ini bisa terus berlanjut. “Itu harapan besar para petani, sekaligus agar Pak Made Urip memfasilitasi petani di Buleleng agar bisa naik kelas. Karena Pak Made Urip ini sangat dikenal antusias sebagai penggerak anak muda untuk bertani, karena kita juga ingin bisa sejajar dengan petani kopi lainnya,” beber Gucci Adnyana sapaan akrabnya. Di sisi lain, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana yang hadir bersama Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna beserta Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Buleleng, Dewa Gede Sugiarto ikut menyambut kehadiran politisi senior asal Desa Tua, Marga, Tabanan itu.

Ik#1th-10/10/2021

Bupati Agus Suradnyana menyampaikan sangat bangga dengan Made Urip, karena sangat konsisten terus turun ke bawah untuk mendorong para petani, termasuk pembudidaya kopi. Menurut Ketua DPC PDI Perjuangan Buleleng ini, istilahnya Made Urip selama ini tidak bermain setengah-setengah, karena terus memberikan dukungan bagi petani dan krama subak dari hulu hingga hilir. Karena itu, setelah diberikan bantuan bibit dan berbagai alat pengolahan kopi, juga diberikan caranya hingga menjadi uang. Seperti Bimtek yang diberikan Made Urip ini, sengaja membahas budidaya dan pasca panen komoditas kopi di Buleleng. “Jadi tidak rugi mempunyai Pak Made Urip di Komisi IV DPR RI, karena orangnya selalu lurus-lurus saja,” sebutnya. Bupati yang suka hobi kuliner tersebut, juga menyadari selama ini selalu dibahas bibit kopi, ke depan diharapkan agar dipikirkan juga tanaman lainnya, sehingga para petani di Buleleng makin bergairah. Apalagi ketinggian lahan di Buleleng harus disesuaikan dengan komoditas yang tepat, karena selain kopi juga ada cengkeh, coklat dan komoditas lainnya. “Selain itu, rasa kopi yang berbeda-beda yang kadang-kadang masih menjadi masalah, karena cita rasa kopi selama ini tidak stabil,” ungkapnya. Membacakan sambutan Ditjen Perkebunan, Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Provinsi Bali Ir. Lanang Aryawan MMA., menegaskan kegiatan Bimtek ini sangat penting, karena tidak saja untuk perluasan peningkatan produksi kopi, tapi juga bisa mengubah pola perkebunan konvensional menjadi modern untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Apalagi melalui Bimtek ini diharapkan bisa menjawab persoalan yang dihadapi petani kopi, karena akan menjadi agenda kegiatan untuk dikembangkan ke depan terutama potensi kopi yang ada di Buleleng.

1bl#ik-21/7/2021

Sebelumnya juga diserahkan bantuan 300 ribu bibit Kopi Arabika yang dilanjutkan dengan Bimtek, sehingga Made Urip telah membantu petani secara utuh dari hulu hingga hilir di situasi pandemi Covid-19. “Budidaya kopi ini agar dilakukan dengan baik dan benar oleh petani. Karena Bimtek yang diberikan Pak Made Urip ini sangat bagus, apalagi bagi petani muda yang harus mengenal utuh bagaimana budidaya kopi yang baik. Selain itu, kopi di Bali memiliki citarasa yang spesifik yang harus terus dipertahankan,” tandasnya. Usai membuka Bimtek, Made Urip merasa sangat berbahagia bisa kembali bertemu dengan petani dan praktisi kopi. M-U juga berharap Bimtek ini bisa menjadi cakrawala dan pandangan baru budidaya dan pasca panen kopi, sehingga petani harus mengikuti dengan tekun dan serius. Apalagi sub sektor perkebunan potensi sangat luar biasa di Bali, termasuk di Buleleng sehingga akan terus berjuang membuka akses bantuan dan program dari APBN. “Karena akibat Covid -19 sektor pariwisata di Bali mengalami pukulan luar biasa. Apalagi kapan Covid-19 ini akan berakhir, sehingga kita harus bersama-sama menanggulangi dengan prosedur Prokes yang ketat,” tegasnya, seraya menyebutkan di saat pandemi sektor pertanian yang bisa bertahan dan tetap tumbuh positif, terutama di sektor sub sektor perkebunan, seperti kopi, kakao dan cengkeh ,sehingga harus terus digenjot bersama, terutama kopi karena harganya relatif stabil.

1bl#ik-5/3/2021

Karena itulah, Made Urip meminta agar petani tidak saja mengejar pertumbuhan produktifitas kopi di Buleleng, namun harus terus dibranding ke depan sehingga bisa masuk selain pasar domestik juga internasional. Seperti halnya Kopi Kintamani dan Pupuan yang sudah punya nama, sehingga kopi di Buleleng ini juga harus punya brand, sehingga Made Urip akan terus membantu petani, baik dari sisi anggaran maupun bantuan lainnya untuk menggenjot nama kopi di Buleleng. “Apalagi Pak Gubernur Koster, juga ikut menggenjot sektor pertanian menjadi sektor utama di Bali. Bahkan sektor pariwisata kalau tidak salah di posisi kelima sekarang. Karena setiap krisis sektor pertanian khususnya di sub sektor perkebunan paling tangguh. Apalagi pariwisata resistensinya sangat tinggi, Gunung Agung erupsi saja tidak ada pesawat ke sini. Apalagi masalah penyakit. Karena itu saya akan terus membantu petani di Buleleng untuk menggenjot sektor pertanian,” tutup M-U. ama/ksm

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close