Internasional

BIMU Dukung KGS 2021, Surfing Berkebaya Bangkitkan Pariwisata Bali


Denpasar, PancarPOS | Bali I Miss You (BIMU) mendukung kegiatan Kartini Go Surfing (KGS) 2021 yang diorganized oleh Perempuan Indonesia Maju (PIM) yang diselenggarakan di Area Pantai Kuta – Padma, Jumat 16 April 2021. Oleh karena ajang tersebut sejalan dengan visi BIMU dalam membantu pemerintah untuk membangkitkan kembali pariwisata Bali. Dengan slogan BIMU adalah “berangkat sehat, pulang sehat” dan 5 pilar BIMU yakni (1) Organized Community, (2) Everybody Promote Bali, (3) Tebar Pesona dan Optimisme Bali, (4) Patuh Cluster Zona Hijau, (5) Patuh Prokes 3M + tingkatkan Imun + Prokes Spesifik.

1bl#ik-11/4/2021

BIMU yang digagas oleh PIM, Prakarsa Nusantara, dan Pertiwi Indonesia. “Untuk mencapai visi ini, BIMU siap berkolaborasi dengan berbagai event di Bali,” kata Pemrakarsa BIMU Odie Agus Shodikin di Denpasar, Senin (12/4). Padahal, KGS merupakan program tahunan, ketika pandemi Covid-19 tidak bisa terlaksana. Namun rencana akan dibuka kembali pariwisata bulan Juli mendatang, maka diselenggarakan KGS sebagai harapan dalam menjawab bahwa Bali Aman untuk dikunjungi, dan berselancar dengan berkebaya.

Ajang itu menggunakan kebaya, diyakini menjadikan Bali semakin unik dan berbudaya. Tentunya BIMU juga akan terus berelaborasi dengan kegiatan-kegiatan di seluruh Kabupaten/Kota di Bali. Sejak BIMU luncurkan pada 18 September 2020 sudah lebih banyak melakukan kegiatan secara online karena terkait adanya pembatasan-pembatasan. Pada waktu peluncuran itu, pihaknya berkolaborasi dengan CEO Indonesia dalam program CEO Indonesia Goes to Bali. Bahkan sebelumnya, telah menyelenggarakan Virtual Talk Show yang diangkat waktu itu adalah potensi surfing di Bali Barat.

1mg#bn-12/4/2021

Bahkan untuk mensosialisasikan BIMU dengan Kominfo melakukan promo juga melalui media luar ruang Billboard di Jakarta, Bandung, dan Bali. Ia juga mengadakan sayembara maskot untuk mensosialisasikan BIMU pada November – Desember 2020. “Maskotnya Bli Curik (jalak Bali), sedangkan untuk KGS kami juga buat versi Bli Curik Surfing,” ungkapnya. Sementara itu, Ketua pelaksana KGS 2021 yang juga Ketua Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) Bali Dr AAA Ngurah Tini Rusmini Gorda menambahkan, kegiatan tersebut sebagai stimulasi persiapan dibukanya pariwisata oleh pemerintah Bulan Juli mendatang.

“Sangat strategis sekali giat sinergi kolaborasi Pang Pade Payu yang diisinisiasi oleh Magic Wave dan Barakuda agar mata dunia tau Bali sudah siap menerima kunjungan dengan era baru,” ujarnya. Acara itu didukungan oleh multi stakeholders mampu meyakinkan dunia untuk kunjungan pariwisata sehingga dapat menggeliatkan ekonomi Bali dan Indonesia. Sedangkan, Ketua Bidang Event/ Kegiatan PBI Bali Ir. I Gusti Agung Ayu Mirah Maheswari mengatakan, selain berselancar menggunakan kebaya dalam mendukung Bali bangkit, dimana Presiden Jokowi mengisyaratkan akan dibukanya kembali pariwisata Bali bulan Juli mendatang.

1bl#bn-12/4/2021

Ajang KGS 2021, pertama kalinya peselancar tuna rungu/tuli atau Deaf Surfer mengikuti eksebisi. “Kebetulan saya sendiri terlibat dalam pendidikan untuk anak difabel yang berkelanjutan & memperjuangkan kesetaraan sosial dengan non-difabel, khususnya anak-anak tuna rungu,” ungkanya. Ia yang juga Ketua Umum Yayasan Corti Bali menaungi Sekolah Tuna Rungu Sushrusa, & j Rumah Pelatihan Ketrampilan Tuli (RPKT) di Catur, Bangli. Pada acara tersebut, diadakan surfing photo contest, dimana hasil foto-foto terbaik digunakan untuk mempromosikan pantai-pantai Bali sebagai surga surfing yang sempat sepi karena pandemi. Siswa tuli perempuan juga akan ambil bagian untuk menari di acara pembukaan KGS 2021. aya/ama/ksm

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close