Denpasar, PancarPOS | Gubernur Bali Wayan Koster memperkuat jejaring internasional dengan menerima kunjungan Duta Besar Turki untuk Indonesia, Talip Küçükcan, dalam pertemuan strategis yang membahas peluang kerja sama lintas sektor, Rabu (22/4/2026) di Kantor Gubernur Bali, Denpasar.
Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa Bali tidak hanya fokus pada pembangunan internal, tetapi juga aktif membuka ruang kolaborasi global, khususnya dengan Turki yang memiliki pengalaman besar di berbagai sektor strategis.
Dalam pertemuan tersebut, Dubes Talip Küçükcan menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Pemerintah Provinsi Bali serta menegaskan eratnya hubungan bilateral antara Indonesia dan Turki. Ia menilai hubungan di tingkat pimpinan negara telah terjalin sangat baik, terutama setelah kunjungan Prabowo Subianto ke Turki.
Namun demikian, ia menekankan pentingnya memperluas kerja sama hingga ke tingkat daerah agar manfaatnya lebih konkret dan dirasakan langsung.
“Hubungan Indonesia dan Turki sangat erat. Di tingkat atas sudah sangat baik, sekarang penting untuk memperkuat implementasinya di level bawah, termasuk antar daerah,” ujarnya.
Sektor pariwisata menjadi fokus utama dalam pembahasan. Talip mengungkapkan bahwa Turki memiliki pengalaman besar dalam mengelola pariwisata dengan jumlah kunjungan mencapai sekitar 60 juta wisatawan per tahun. Kota Istanbul sendiri menerima sekitar 25 juta wisatawan dengan kontribusi ekonomi mencapai 6,5 miliar dolar AS.
Ia melihat Bali sebagai destinasi kelas dunia yang memiliki potensi besar untuk kerja sama, baik dalam pertukaran pengetahuan, pendidikan pariwisata, maupun pengembangan konsep pariwisata berkelanjutan.
Isu sustainable tourism juga menjadi perhatian bersama, terutama dalam aspek pengelolaan sampah dan energi. Hal ini dinilai sejalan dengan komitmen Bali dalam menjaga kelestarian lingkungan di tengah tekanan sektor pariwisata.
Selain pariwisata, peluang kerja sama juga terbuka di sektor infrastruktur. Talip menyebut banyak perusahaan Turki yang memiliki pengalaman membangun bandara internasional di berbagai negara, termasuk Vietnam, sehingga berpotensi terlibat dalam proyek strategis Bali seperti pembangunan Bandara Bali Utara.
Dalam diskusi yang berlangsung hangat, turut disinggung kebijakan peningkatan populasi di Turki. Talip menjelaskan bahwa pemerintah Turki mendorong setiap keluarga memiliki minimal tiga anak sebagai bagian dari strategi demografi.
Menanggapi hal tersebut, Koster menyampaikan pendekatan lokal yang sejalan dengan upaya menjaga keberlanjutan generasi di Bali. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah daerah juga telah memberikan insentif bagi ibu yang melahirkan hingga anak keempat sebagai bagian dari menjaga keseimbangan demografi masyarakat Bali.
Mengakhiri pertemuan, Gubernur Koster menyampaikan apresiasi atas dialog konstruktif yang terbangun dan menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti peluang kerja sama yang telah dibahas.
“Terima kasih atas pertemuan ini, termasuk pandangan dan tukar pikiran yang sangat baik. Karena komunikasi di tingkat pemerintah pusat sudah terbangun, maka kami di daerah juga perlu menindaklanjuti hubungan kerja sama ini, khususnya di bidang pariwisata,” ujarnya.
Pertemuan ini mempertegas arah Bali sebagai daerah yang tidak hanya kuat secara budaya dan pariwisata, tetapi juga adaptif dalam membangun kemitraan global guna mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan berdaya saing internasional. mas/ama/*






