Politik dan Sosial Budaya

Made Urip Perkuat Transformasi Digital Usaha Ekonomi Produktif Masyarakat Kawasan Konservasi

Hari Konservasi Alam Nasional Lepas Curik Bali dan Tanam Pohon di Taman Nasional Bali Barat


Jembrana, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., di sela-sela agenda kerjanya di Bali menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Menuju Transformasi Digital Usaha Ekonomi Produktif untuk Peningkatan Economy Welfare Masyarakat Sekitar Kawasan Konservasi. Pada kesempatan itu, Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U ini, juga melakukan pelepasliaran Burung Curik atau Jalak Bali, sekaligus penanaman bersama untuk menyambut Hari Konservasi Alam Nasional di Balai Taman Nasional Bali Barat, Jembrana, pada Kamis (10/8/2023).

1bl#ik-083.10/7/2023

Kedatangan Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode yang membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu, disambut Direktur Bina Pengelolaan dan Pemulihan Ekosistem, Dr.Ir. Ammy Nurwati, MM., bersama Kepala Balai Taman Nasional Barat, Drh. Agus Ngurah Kepakisan, M.Si., beserta Anggota DPRD Jembrana dari Fraksi PDI Perjuangan, I Ketut Suastika, S.Sos., yang akrab dipanggil Cuhok bersama undangan lainnya yang mengikuti kegiatan pelepasliaran 60 ekor satwa Curik Bali yang dilanjutkan dengan penanaman pohon, seperti Keben, Sawo Kecik dan Pilang.

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., saat penanaman bersama untuk menyambut Hari Konservasi Alam Nasional di Balai Taman Nasional Bali Barat, Jembrana, pada Kamis (10/8/2023). (foto: ama)

Di sela-sela rangkaian Hari Raya Kuningan, kegiatan Bimtek kali ini diikuti peserta dari 32 kelompok binaan Balai TMBB yang berasal dari 6 desa penyangga hutan se-Kabupaten Jembrana. Salah satunya, Penangkar Curik Bali dari Kelompok Paksi Sari Mertha, I Made Mustika langsung mengucapkan terima kasih diberikan Bimtek yang difasilitasi Made Urip bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Apalagi selama ini telah banyak menerima bantuan, termasuk bantuan untuk kelompok masyarakat di sekitar kawasan konservasi. “Bimtek ini sangat kami rasakan dan memberikan pengetahuan bagi masyarakat di desa-desa. Jadi kami aturkan suksma kepada Bapak Made Urip,” bebernya.

Di sisi lain, Bupati Jembrana yang diwakili Asisten III Administrasi Umum Setda Pemkab Jembrana, Ir. I Made Dwi Maharimbawa, M.Si., secara khusus mengakui Made Urip telah lama diajak berjuang, khususnya sektor pertanian di Jembrana. Pihaknya merasa sangat bangga, karena berkat Made Urip kembali turun menggelar kegiatan Bimtek untuk memperkuat ekonomi produktif di Jembrana yang wilayahnya sekitar 40 persen sebagai kawasan hutan dan konservasi. Oleh karena itu, diharapkan Made Urip bisa terus mendorong berbagai potensi kerakyatan di Jembrana, khususnya melestarikan pengelolaan kawasan hutan dan konservasi untuk meningkatkan kesejahterakan masyarakat. Salah satunya melalui kerja sama dan bersinergi semua pihak guna menuju Jembrana Emas Tahun 2026 mendatang. “Terima kasih kepada Made Urip berkat dukungannya kembali menggelar kegiatan Bimtek, terutama untuk meningkatkan pengelolaan kawasan hutan dan konservasi di Jembrana,” ujarnya.

1bl#ik-066.28/7/2023

Sementara itu, Direktur Bina Pengelolaan dan Pemulihan Ekosistem, Dr.Ir. Ammy Nurwati, MM., menyampaikan kegiatan Bimtek ini sebagai roadshow puncak Hari Konservasi Alam Nasional yang dilakukan dengan pelepasliaran Curik Bali dan penanam pohon. Dikatakan kegiatan Bimtek ini menjadi momentum untuk peningkatkan usaha produktif di sekitar konservasi kawasan hutan Taman Nasional Bali Barat. Kegiatan ini, juga berkat dukungan penuh Made Urip yang sejalan untuk melibatkan berbagai unsur mengelola hutan sebagai salah satu upaya penurunan emisi karbon. Hal ini sejalan dengan kegiatan usaha produktif untuk menjaga kawasan hutan, baik konservasi dan hutan lindung yang dapat memberi dampak positif bagi masyarakat. “Bimtek ini sebagai bentuk kepedulian dan dukungan Bapak Made Urip ini, untuk meningkatkan kompetensi masyarakat di 6 desa sekitar kawasan Taman Nasional Bali Barat,” ungkapnya, seraya berharap melalui Bimtek ini, bisa mentransformasi kegiatan usaha yang awalnya dilakukan secara konvensional menjadi berbasis digital untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

1bl#ik-056.28/7/2023

Dikatakan Made Urip yang ikut bersama-sama melakukan penanaman, sekaligus pelepasliaran Curik Bali sebagai penghuni Taman Nasional Bali Barat yang awalnya hanya 6 ekor menjadi sekitar 500 ekor lebih, sehingga satwa yang awalnya punah menjadi semakin eksis. Selain itu, melalui keekaragaman hayati lainnya akan menjadi potensi wisata alam yang dapat dimanfaatkan bersama. Untuk itulah, semua potensi ini harus dapat dimanfaatkan dari Taman Nasional Bali Barat dengan mengangkat sumber genetik yang mempunyai nilai komersialisasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

1bl#ik-062.28/7/2023

Di saat membuka kegiatan Bimtek, Made Urip menyebutkan sebagai tugas dan fungsi DPR RI kembali turun bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menggelar Bimtek yang menyasar kelompok masyarakat di sekitar kawasan hutan. Sebagai anggota dewan yang khusus mengurus perut rakyat dan kaum marhaen atau wong cilik ini, mengakui Bimtek tersebut sangat penting dan strategis untuk pengelolaan hutan. Hal ini telah memberikan kontribusi ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat di sekitar kawasan hutan dan konservasi seperti di Taman Nasional Bali Barat. Selain itu, pengelolaan hutan harus dikelola bersama dengan masyarakat, agar kelestarian hutan bisa dijaga dengan baik. Apalagi taman nasional di Indonesia kondisinya tidak bisa dijaga seperti dulu lagi, akibat alih fungsi lahan terutama tanah produktif kelas satu yang tergerus oleh kepentingan di luar sektor pertanian.

1bl#ik-057.28/7/2023

“Seperti di Bali kan banyak berbuah beton, bukan berbuah pohon. Padahal pohon ini untuk kita bernafas dengan lega. Karena itu, mari kita selamat bersama Taman Nasional Bali Barat, akibat terkena rencana bandara maupun jalan tol. Kan semakin menyempit nanti,” tegas Anggota DPR RI terpilih 5 periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ranking ketujuh nasional itu, sembari meminta agar flora dan fauna di Taman Nasional Bali Barat harus bisa dijaga, salah satunya melalui kegiatan Bimtek yang tepat di Hari Konservasi Alam Nasional untuk menyelamatkan hutan. “Tidak ada hutan maka tidak ada air, tidak ada air maka tidak akan ada kehidupan. Jadi harus dijaga budaya menanam. Gerakan menanam ini harus dilakukan terus menerus. Jangan hanya bisa menebang saja,” pungkas Made Urip yang juga suami dari Ni Made Usmantari (M-U) dari kuota perempuan yang digadang-gadang maju sebagai bakal calon Anggota DPRD Provinsi Bali nomor urut 3 dari PDI Perjuangan di Dapil Tabanan itu. ama/ksm


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button