Tabanan, PancarPOS | Di sela-sela kesibukannya turun langsung ke tengah masyarakat, tidak pernah menyurutkan semangat Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si., untuk terus bertatap muka langsung menemui para generasi muda sebagai penerus bangsa. Bahkan kali ini, selaku Anggota MPR RI kembali membekali wawasan 4 Pilar Kebangsaan yang diikuti Sekeha Teruna Teruni (STT) dari 14 banjar yang ada di Kecamatan Marga, Penebel dan Kota Tabanan. Sekitar 150 orang pengurus dan anggota STT itu, nampak sangat antusias mengikuti sosialisasi yang berlangsung di Rumah Aspirasi Anggota DPR RI, Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan, pada Kamis malam (9/3/2023).

Sosialisasi yang terus digalakan oleh Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode yang kali ini membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu, sekaligus menyambut Hari Raya Nyepi Tahun 2023 atau Tahun Baru Saka 1945 dengan kembali mendatangkan I Nyoman Kartika, sebagai salah satu narasumber didampingi Kepala Desa Tua, I Wayan Budiarta Putra beserta sejumlah tokoh masyarakat setempat. Seperti dikatakan oleh Ketua STT Banjar Cau, I Made Pira Dana mewakili generasi muda mengakui pertemuan dengan Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U tersebut, untuk membahas terkait 4 Pilar Kebangsaan. Dikatakan kunjungan kerja Made Urip ini, sekaligus bisa menambah wawasan para generasi muda.
“Kita kembali dingatkan tentang nilai-nilai kebangsaan oleh Bapak Made Urip. Jadi kami harap sosialisasi ini bisa terus berlanjut, karena sangat penting bagi para generasi muda meskipun kami berada di desa,” bebernya. Sementara itu, Ketua Karang Taruna Desa Payangan, I Made Andi Rusdiana, juga berkata senada. Ia sangat bersyukur bisa bertemu langsung dengan tokoh yang diidolakan oleh para generasi muda selama ini, khususnya karang taruna di Tabanan. Apalagi ternyata kembali menerima pemahaman tentang 4 Pilar Kebangsaan oleh Made Urip yang wajib dilakukan dan diterapakan di tengah masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita sangat salut dan berbangga Pak Made Urip sudah mau hadir menemui para generasi muda menjelang perayaan Hari Raya Nyepi mendatang. Kehadiran beliau sekaligus memberi dukungan dan motivasi, agar semua STT bisa hidup rukun dan terus menjaga keamanan maupun rasa persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat. Jadi kami sangat berterima kasih kepada Bapak Made Urip atas perhatian dan bantuan yang diberikan selama ini kepada generasi muda, khususnya di Tabanan,” bebernya. Di sisi lain, mewakili masyarakat, Kepala Desa Tua, I Wayan Budiarta Putra menyambut baik kedatangan Made Urip yang memberikan pemahaman 4 Pilar Kebangsaan, karena sangat penting bagi masyarakat, terutama generasi muda dan kaum milenial.
“Meskipun kami berada di desa, namun Pak Made Urip tetap hadir di tengah-tengah masyarakat. Karena sosialisasi nilai-nilai kebangsaan ini sebagai pilar negara, seperti Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,” tandasnya. Pada kesempatan ifu, Made Urip yang terpilih lima periode sebagai Anggota DPR RI dengan suara 255.130 terbanyak dari Dapil Bali dan ketujuh nasional itu, membekali pemahaman nilai-nilai kebangsaan sebagai agenda kerja tahunan Anggota MPR RI di daerah pemilihan (Dapil) Provinsi Bali. Tidak hanya itu, pemahaman 4 Pilar Kebangsaan ini, juga wajib disosialisasi ke seluruh Indonesia, bahkan sampai ke luar negeri.

“Kali ini, kita alokasi kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan kali ini bersama 14 STT dari tiga kecamatan, sekaligus mendukung kegiatan untuk persiapan pembuatan ogoh-ogoh menjelang Hari Raya Nyepi. Saya harap semua masyarakat, khususnya STT di setiap banjar bisa menjaga tolerasi selama melaksanakan Catur Brata Penyepian. Terutama menjaga keamanan dan ketertibkan, saat mengarak ogoh-ogoh,” tegas M-U, sekaligus memberikan pemaparan berkaitan 4 Pilar Kebangsaan yang penjelasannya sudah lengkap dengan dibagikan sejumlah buku, agar bisa dibaca langsung oleh setiap masyarakat. “Sebagai warga desa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, juga wajib meskipun di desa harus paham betul 4 Pilar Kebangsaan itu,” tegasnya.
Mantan Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ini, kembali menjelaskan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, pertama kalinya dicetuskan oleh mantan Ketua MPR RI Taufik Kiemas (alm), karena merasakan kehidupan berbangsa dan bernegara sedang menghadapi tantangan dari internal dan eksternal. “Apalagi justru yang lebih berat dari dalam bangsa kita sendiri. Seperti kata Bung Karno akan jauh lebih berat melawan kaum bangsa sendiri daripada penjajah. Ini sudah terbukti, seperti saat Pillkada DKI yang dikoyak rasa persatuan akibat agama,” tegas Made Urip. Untuk itulah muncul konsensus menjaga keutuhan bangsa dari Sabang dari Merauke, karena ada kelompok yang radikal dan hanya mementingkan kelompoknya sendiri.

Karena itulah, seluruh Anggota MPR RI diwajibkan melaksanakan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, yakni pilar pertama Pancasila menjadi ideologi, dasar negara, pandangan hidup, maupun bintang penuntun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Jadi Pancasila tidak hanya diucapkan dan diomongkan saja, tapi harus bisa diwujudkan. Misalnya nilai keadilan telah diwukudkan oleh Presiden Jokowi dengan membangun infrastruktur secara merata dari Sabang sampai Merauke, termasuk mewujudkan satu harga di seluruh Indonesia, seperti harga semen atau BBM di Papua sekarang harganya sudah sama semua. Bahkan, tanggal 1 Juni sudah ditetapkan oleh Presiden Jokowi sebagai Hari Lahir Pancasila,” papar M-U.
Pilar kedua dijelaskan, UUD 1945 sebagai konstitusi negara yang sudah mengalami 4 kali amandemen, misalnya pemilihan presiden yang cukup hanya dua periode. “Ada usulan segelintir orang, agar Pak Jokowi bisa menjabat tiga periode dan ini sudah ditolak oleh Pak Jokowi sendiri, karena ada yang ingin mejerumuskan dengan isu tersebut,” jelasnya, sekaligus menyebutkan pilar ketiga, yakni NKRI sebagai bentuk negara yang meliputi dari Sabang sampai Merauke. Dan terakhir pilar keempat, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara yang artinya semua warga negara hidup dan sejak lahir sudah berbeda-beda. “Negara kita punya 17 ribu lebih pulau, dan beragam suku bangsa. Karena itu, kita semua harus taat mengamalkan 4 Pilar Kebangsaan ini,” pungkas Made Urip. ama/ksm






