Politik dan Sosial Budaya

Made Urip Boyong Bantuan Rp1,317 Miliar di Gianyar, Dorong Pertanian Jadi Dewa Penyelamat Sektor Pariwisata


Payangan, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si kembali turun langsung menggelontorkan bantuan aspirasi tahun 2020. Setelah mengguyur bantuan berupa 20 ribu bibit pohon produktif untuk disebar ke seluruh Bali yang dipusatkan di Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan, Minggu (30/8/2020), kini Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode membidangi Pertanian dan Lingkungan Hidup ini, memboyong bantuan senilai total Rp1,317 milar di Kabupaten Gianyar. Saat itu, kedatangan Made Urip menggandeng Ketua DPRD Gianyar Drs. I Wayan Tegel Winarta beserta Anggota Komisi I DPRD Gianyar dari Fraksi PDI Perjuangan I Nyoman Kandel SH., yang disambut sangat meriah dengan iringan Baleganjur oleh masyarakat bersama petani dan krama subak di Gianyar.

1bl#bn-28/8/2020

Seluruh bantuan diserahkan secara simbolis di Desa Buahan, Kecamatan Payangan, Gianyar, Minggu (6/9/2020) disaksikan Ketua KTNA Gianyar, Perbekel, Ketua BPD dan LPM Desa Buahan dan Buahan Kaja, pengurus PAC bersama Anak Ranting se-Desa Buahan dan Buahan Kaja. Bantuan sebesar Rp1,317 miliar itu, berupa 7 unit hand traktor senilai total Rp245 juta, 6 unit cultivator sebesar Rp105 juta, 4 unit pompa air senilai total Rp32 juta, 10 unit hand sprayer senilai total Rp10 juta, 3 unit power thresher senilai total Rp75 juta, 2 unit power thresher multiguna senilai total Rp100 juta, 2 kelompok Bank Pesona sebesar Rp100 juta dan 3 kelompok program UPPO senilai total Rp600 juta serta 2.500 bibit tanaman produktif senilai total Rp50 juta.

I Made Patra selaku Ketua Kelompok Wana Sari, mengaku sebagai salah satu penerima bantuan mengucapkan terimakasih atas bantuan Made Urip bersama Wayan Tagel dan Nyoman Kadel. “Kita sangat harapkan bantuan ini, karena sangat berguna untuk kepentingan masyarakat khususnya kelompok kami. Ke depan diharapkan Pak Urip bisa terus membantu kembali terutama untuk kelompok lainnya,” tandasnya. Di sisi lain, Perbekel Buahan, I Wayan Sudarsa mengaku sangat berbahagia bisa dikunjungi Made Urip, karena tidak menyangka didatangi tokoh masyarakat Bali yang mau menemui wong cilik di bawah. Bahkan ini pertama kali di Desa Buahan kedatangan anggota dewan dari pusat yang sudah memperhatikan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. “Banyak sekali bantuan yang diberikan Pak Urip, karena masyarakat ingin maju. Ini tidak lepas dari perjuangan tokoh-tokoh kita dan kita tidak akan melupakan jasa-jasanya,” paparnya.

1bl#bn-29/8/2020

Pada kesempatan itu, Nyoman Kadel yang juga Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Payangan, menegaskan kehadiran Made Urip yang disebutnya sebagai Anggota DPR seumur hidup ini, berkat kerjasama dan dukungan seluruh masyarakat. Karena itulah, Made Urip yang mempunyai otoritas di sektor pertanian menyerahkan langsung bantuan secara sederhana dengan penerapan protokol kesehatan di kehidupan era baru. Dikatakan sebagai negara agraris generasi muda harus kembali mencintai pertanian. Apalagi wabah pandemi Covid-19 sudah mengingatkan sektor pertanian ini sebagai kekuatan ekonomi utama masyarakat. Untuk itu, berkat keseriusan Made Urip memperjuangkan hak-hak petani, diharapkan kembali memperkuat subak di Bali melalui sistem pengelolaan pertanian dengan pola berbasis organik. “Sekarang tinggal pemasarannya yang perlu dipikirkan dan juga dibantu Pak Made Urip. Karena satu-satunya DPR yang intens memberikan bantuan dari tingkat pusat hanya Pak Made Urip,” tegasnya.

Ditambahkan Wayan Tagel, juga sangat salut dengan perhatian dan perjuangan Made Urip yang terbukti datang jauh-jauh ke Gianyar untuk memberikan bantuan dari Kementerian Pertanian. Atas nama lembaga pihaknya mengucapkan terimakasih kepada Made Urip yang telah di mana-mana memberikan bantuan. “Termasuk Pak Nyoman Kadel sangat kita apresiasi sebagai tokoh yang luar biasa, karena baru masuk sudah mengantongi 11 ribu suara. Ini sangat luar biasa kader PDI Perjuangan, seperti Pak Urip dan Pak Kandel sehingga harus didukung 100 persen ke depannya,” imbuhnya. Sementara itu, Made Urip, mengaku sengaja datang bersama Wayan Tagel dan Nyoman Kandel untuk menyerahkan bantuan aspirasi di Kabupaten Gianyar tahun 2020. Apalagi saat ini, kondisi ekonomi masyarakat semakin berat akibat dihantam Covid-19 yang sulit diprediksi sampai kapan akan berakhir. Selain itu, pertumbuhan ekonomi di Bali sudah minus 10 persen, sehingga sangat keras dampaknya bagi masyarakat di perkotaan.

1bl-ik#27/4/2020

“Berbeda nasibnya dengan masyarakat di desa yang tidak begitu terdampak, karena masih mengandalkan sektor pertanian. Untuk itu, sebagai anggota dewan yang mengurus perut rakyat akan terus memperjuangkan aspirasi dari bawah,” tegas Wakil Rakyat Sejuta Traktor itu, sembari menyebutkan potensi pertanian di Gianyar, khususnya bagian utara, seperti Payangan dan Tegallalang dengan sumber air yang masih tersedia harus dijaga dan dipelihara dengan baik, karena sektor pertanian sudah menjadi budaya dan peradaban orang Bali. Apalagi akibat dampak pandemi Covid-19, perekonomian Bali tidak boleh lagi tergantung satu sektor saja, seperti pariwisata yang sangat rentan terganggu akibat isu keamanan dan kesehatan. “Untuk itu, mari kita lestarikan pertanian ini. Paling tidak lahan jangan dijual dan dipakai di luar pertanian. Karena itu harus dikendalikan lahan subur dan kelas satu ini, jangan sampai dijual atau paling tidak hanya dikontrakan, karena lahan ini tidak ada penggantinya,” tandas Anggota DPR RI terpilih lima periode ini, seraya mengatakan sebagai kader partai diberikan intruksi untuk melakukan gerakan menanam, karena negara lain di dunia sudah mulai memproteksi pangannya untuk menjaga ketahanan pangan dalam negeri.

Maka itu, Made Urip mendorong ketahanan pangan harus dimulai dari rumah tangga dengan gerakan menanam. “Karena itu kita berikan bibit untuk gerakan menanam, khususnya untuk lahan tidur sekaligus menjaga kelestarian alam dan lingkungan kita. Ke depan usulan program petani dan krama subak silahkan diajukan nanti untuk diperjuangkan. Karena pertanian ini sudah terbukti sebagai dewa penyelamat sektor pariwisata di Bali,” tutup Made Urip. aka/ama

Baca Juga :

Tinggalkan Balasan


Back to top button