Politik dan Sosial Budaya

Adi Wiryatama Gelar Sosialisasi Empat Pilar di Banjar Sakeh, Tegaskan Ideologi Bangsa Harus Hidup di Tengah Masyarakat

Tabanan, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, I Nyoman Adi Wiryatama, kembali menegaskan pentingnya penguatan nilai kebangsaan melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar yang digelar pada Sabtu, 15 Maret 2025, pukul 19.40 WITA, bertempat di Banjar Sakeh, Desa Sudimara, Kabupaten Tabanan.

Kegiatan yang berlangsung pada malam hari ini tetap dipadati masyarakat, menunjukkan tingginya antusiasme warga dalam memahami dan memperkuat nilai nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. Sosok Adi Wiryatama yang dikenal sebagai mantan Bupati Tabanan dua periode serta pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Bali menjadi daya tarik tersendiri dalam kegiatan tersebut.

Dalam penyampaiannya, Adi Wiryatama menekankan bahwa Empat Pilar Kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, Undang Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar konsep formal, melainkan harus benar benar dihidupkan dalam perilaku sehari hari masyarakat.

“Kalau kita hanya menghafal tanpa mengamalkan, maka nilai nilai kebangsaan itu akan kosong. Empat pilar ini harus hadir dalam cara kita berpikir, bersikap, dan bertindak,” tegasnya di hadapan krama Banjar Sakeh.

Ia juga menyoroti bahwa di tengah dinamika global dan derasnya arus informasi digital, masyarakat harus memiliki fondasi ideologi yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh paham paham yang berpotensi memecah persatuan bangsa.

Menurutnya, peran desa adat dan banjar sangat penting dalam menjaga keharmonisan sosial serta menjadi benteng utama dalam merawat nilai kebhinekaan. Ia menyebut Bali sebagai contoh nyata bagaimana nilai Bhinneka Tunggal Ika dapat hidup dalam praktik keseharian masyarakat.

“Bali sudah membuktikan bahwa keberagaman bisa dirawat dengan baik. Ini harus terus dijaga, jangan sampai tergerus oleh konflik atau perpecahan,” ujarnya.

Adi Wiryatama juga mengajak generasi muda untuk tidak menjauh dari nilai nilai kebangsaan. Ia menilai anak muda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan, terutama di era digital yang penuh tantangan.

“Anak muda jangan hanya aktif di media sosial, tetapi juga harus aktif menjaga persatuan dan nilai nilai Pancasila. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar,” katanya.

Dalam sesi dialog, masyarakat menyampaikan berbagai pandangan dan persoalan yang dihadapi di tingkat lokal, mulai dari perubahan sosial hingga tantangan ekonomi. Menanggapi hal tersebut, Adi Wiryatama menegaskan bahwa penguatan ekonomi rakyat juga merupakan bagian dari implementasi nilai keadilan sosial dalam Pancasila.

Kegiatan berlangsung hangat dan interaktif, dengan partisipasi aktif dari masyarakat yang tidak hanya mendengarkan, tetapi juga terlibat dalam diskusi. Suasana malam tidak mengurangi semangat warga untuk menyerap materi yang disampaikan.

Sebagai tokoh yang memiliki pengalaman panjang di pemerintahan, kehadiran Adi Wiryatama dinilai mampu memberikan perspektif yang kuat dan membumi dalam memahami arah kebangsaan ke depan.

Di akhir kegiatan, ia kembali mengingatkan bahwa menjaga persatuan adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. “Indonesia ini kuat karena kebersamaan. Jangan biarkan perbedaan menjadi alasan untuk terpecah. Justru dari perbedaan itulah kita menjadi bangsa yang besar,” pungkasnya. ama/ksm

Back to top button