Politik dan Sosial Budaya

Made Urip Tak Kenal Lelah, Gelar Bimtek Akselerasi Ekspor Komoditas Manggis Bali


Tabanan, PancarPOS | Setelah diguyur bantuan 1.500 paket ikan sehat dan bermutu yang diserahkan langsung oleh Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si, kini kelompok tani dan pengusaha manggis di Tabanan, juga diberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) terkait Akselerasi Ekspor Komoditas Manggis Bali di Kabupaten Tabanan. Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U Itu, kali ini menggandeng Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar untuk kembali membuka Bimtek di Pondok Indi, Kecamatan Penebel, Tabanan, pada Senin (5/6/2023). Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu, nampak tak kenal lelah terus menggenjot kegiatan Bimtek yang mendatangkan narasumber Kepala Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Provinsi Bali, Dr.Drh. I Made Rai Yasa, MP., beserta pengusaha sekaligus eksportir Manggis Bali, Jro Putu Tesan.

1bl#ik-041.14/5/2023

Selain itu, semua peserta juga sangat serius dan bersemangat mengikuti Bimtek yang telah lama dinantikan untuk meningkatkan akselerasi ekspor komoditas Manggis Bali. Seperti diungkapkan salah satu peserta Bimtek, Kadek Ayu Ratna Fanisa menyampaikan ucapan terima kasih kepada Made Urip yang telah memberikan Bimtek bagi ratusan petani muda dan pengusaha manggis milenial di Tabanan. Bendahara Kelompok Tani Langgeng Ari Guna ini, berharap agar sektor pertanian di Bali, terutama manggis agar semakin maju, sehingga ekspor manggis lebih maksimal ke depan. “Sekali lagi, kami ucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Made Urip yang telah ikut membantu memajukan sektor pertanian, terutama usaha manggis di Bali,” beber Young Ambassador Agriculture Program Yess Kementerian Pertanian 2023.

Pada kesempatan itu, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar, drh.I Putu Terunanegara, MM., mengakui telah 3 kali menggelar Bimtek bersama Made Urip di tahun 2023 yang kali ini mengangkat potensi manggis di Bali, khususnya Tabanan yang masih luar biasa. Melalui Bimtek ini, juga bisa menambah wawasan untuk meningkatkan produksi manggis dengan volume ekspor tertinggi di Bali. Sebagai pelaku usaha Manggis Bali sangat menjanjikan, sehingga bisa terus bergerak maju ke depan. Apalagi Manggis Bali sangat terkenal, khusus untuk pasar China dan terus menembus ke negara lainnya. Dari data 2 tahun terakhir, disebutkan ekspor Manggis Bali pada tahun 2022 saat pasca pandemi hanya sekitar 180 ton per tahun, atau senilai Rp8,2 miliar, dan terus meningkat siginifikan tahun 2023 sebanyak 479 ton per tahun atau senilai Rp21,8 miliar, sehingga berharap di tahun mendatang terus meningkat saat panen raya manggis.

1bl#ik-016.4/4/2023

Pihaknya akan terus mendorong para petani dan pelaku usaha manggis, agar ke depan jangan sampai patah semangat, karena Manggis Bali sudah diakui baik nasional hingga internasional. Apalagi mendapat dukungan penuh Made Urip yang terus berjuang memajukan sektor pertanian di Bali. “Kami berharap bisa kembali kejayaan masa emas ekspor manggis sampai 5 ribu ton. Pak Made Urip juga akan terus berkomitmen mendukung sektor pertanian di Bali semakin maju,” ujarnya. Di sisi lain, Made Urip menegaskan Bimtek ini untuk menambah wawasan petani dan ekspotir manggis di Bali, khususnya di Tabanan. Perlu diketahui akibat dihantam pandemi Covid-19 menyebabkan semua sektor terganggu, namun sektor pertanian tetap tumbuh positif. Karena itu Bimtek ini menjadi momentum yang sangat baik untuk membuka ruang dan berdiskusi mencari jalan terbaik terhadap masalah yang dihadapi di sektor pertanian.

Seperti produktifitas Manggis Bali yang belum mencukupi untuk memenuhi ekspor, sehingga perlu terus bekerja sama mencarikan jalan keluar melalui Bimtek ini. “Kami akan berikan jalan dan solusi, maupun program kerakyatan untuk memenuhi produktifitas sektor pertanian lewat APBN kita,” tegas Anggota DPR RI terpilih 5 periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan peringkat ke-7 seluruh Indonesia itu, seraya mengaku sudah hampir 25 tahun duduk di Komisi IV DPR RI akan terus berjuang dan membantu para petani di Bali untuk memenuhi produktifitas ekspor, termasuk komoditas Manggis Bali ke depan. “Untuk itu, saya berharap Bimtek ini bisa bermanfaat ke depan, sehingga agar diikuti dengan baik dari awal sampai berakhir,” pungkasnya. ama/ksm

Baca Juga :

Tinggalkan Balasan


Back to top button