Made Urip Sebarkan Pemahaman 4 Pilar Kebangsaan di Pondok Indi, Perkuat Nilai Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Tabanan, PancarPOS | Anggota MPR RI, Drs. I Made Urip, M.Si kembali menyebarkan pemahaman 4 Pilar Kebangsaan yang kali ini dipusatkan di Pondok Indi, Desa Pitra, Kecamatan Penebel, Tabanan, pada Rabu pagi (5/4/2023). Kehadiran Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode yang kali ini membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu, kembali menghadirkan narasumber, I Gede Sumba, bersama, I Wayan Gunadi dan I Nyoman Kartika yang juga Kader “Lumutan” PDI Perjuangan di Tabanan. Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang digalakan Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab dikenal M-U ini, dihadiri ratusan ibu-ibu kelompok wanita tani (KWT) beserta para kelompok tani di Penebel.

Pada kesempatan itu, salah satu peserta, Ni Made Diah Ayu mengakui sebagai masyarakat khususnya generasi muda yang tinggal di pelosok desa jangan sampai terkecoh dengan isu paham radikalisme yang terjadi saat ini. Karena itulah, pentingnya pemahaman 4 Pilar Kebangsaan yang terus digalakan Made Urip yang juga tokoh yang berasal dari Desa Tua, Marga, Tabanan. “Contohnya di Medsos ada orang yang saling menjelekan di Tabanan terutama soal infrastruktur jalan yang rusak. Padahal kita harus bersatu untuk membangun Tabanan. Karena itu, mari kita pahami 4 Pilar Kebangsaan ini,” pintanya, seraya mengaku sangat terkesan dengan berbagai bantuan dan perhatian Made Urip.
Bahkan, kali ini datang langsung memberikan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan. Untuk itu diharapkan seluruh masyarakat, khususnya para ibu-ibu termasuk para generasi muda dan kaum milenial terus bersatu mengawal 4 Pilar Kebangsaan ini. “Pak Made Urip ke depannya akan terus melanjutkan sosialisasi semacam ini. Karena ini sebagai ujung tombak pemersatu di masyarakat dan sangat perlu terus diberikan,” tandasnya. Di sisi lain, selaku Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Made Urip mengucapkan terima kasih atas kehadiran masyarakat khususnya para ibu KWT dan kelompok tani yang telah meluangkan waktunya untuk mengikuti Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan tersebut. Dikatakan 4 Pilar Kebangsaan tersebut sudah menjadi komitmen bangsa dan negara selama ini.

“Kita ingin kembali ingatkan nilai-nilai kebangsaan, yakni Pancasila sebagai ideologi negara, UUD 1945 sebagai dasar negara, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara harus dipahami, terutama generasi muda,” tegas Anggota DPR RI terpilih lima periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ranking ke-7 nasional itu. Disamping itu dikatakan, Bung Karno sebagai Bapak Pendiri Bangsa sudah menggali Pancasila dari Bumi Indonesia yang diterima dengan baik oleh seluruh rakyat, terkait 5 butir mutiara yang dipersembhahkan kepada bangsa dan negara.
“Nah sekarang bagaimana mengimplementasikan 4 Pilar Kebangsaan ini di tengah masyarakat,” tanya M-U, seraya menyebutkan Presiden Joko Widodo sudah menetapkan 1 Juni menjadi Hari Lahir Pancasila dan sebagai hari libur nasional. “Bagaimana negara kita agar tidak terpecah, sehingga dilakukan pembangunan infrastukrtur di berbagai daerah terutama di perbatasan negara. Seperti jalan yang dibangun mulus di Papua atau Sumatera yang bisa menghubungan satu pulau dengan yang lain, sehingga menjadi perekat bangsa,” sebutnya mantan Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI yang sempat digadang-gadang PDI Perjuangan, agar maju sebagai bakal calon Gubernur Bali di era Pilgub Bali tahun 2003 lalu.

Untuk itu, dikatakan seluruh warga negara wajib berusaha untuk menjaga 4 Pilar Kebangsaan melalui konsep pembangunan yang ada. Karena itu, pembangunan saat ini dimulai dari pinggiran desa, karena jika desa kuat, maka negara pun akan kuat. “Betapa pentingnya pembangunan infrastuktur yang dibiayai oleh APBN. Inilah pentingnya Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini, agar tidak ada satu pun tiang yang digoyang sehingga keempat tiangnya harus kuat. Jadi kita tidak ingin ada lagi tuntutan Aceh Merdeka atau Papua Merdeka, sehingga 4 perekat bangsa ini harus kita jaga betul. Ini tugas kita yang harus dijaga sebagai warisan para pendiri bangsa, agar negara kita tidak hancur seperti negara lain,” tutup MU. ama/ksm









