Diklat Pemangku dan Serati Banten PPSAK Resmi Dibuka, 75 Peserta Antusias Jalani Pendidikan Perdana

Denpasar, PancarPOS | Paiketan Pemangku Sira Arya Kanuruhan (PPSAK) akhirnya mewujudkan langkah bersejarah dengan membuka kegiatan perdana Diklat Pemangku dan Serati Banten pada Kamis, 25 September 2025, di Jl. WR Supratman No.281, Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur. Acara pembukaan diklat berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, ditandai dengan hadirnya sejumlah tokoh agama dan organisasi Hindu.
Pembukaan diklat secara resmi dilakukan oleh Dr. I Wayan Artha Dipa, SH., MH., yang menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pemangku dan serati banten dalam melaksanakan swadharma. “Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan, melainkan pondasi dalam menjaga kualitas yadnya dan tuntunan spiritual umat Hindu. Pemangku dan serati banten yang memiliki pemahaman tattwa, susila, dan upacara secara benar akan menjadi panutan sekaligus penguat sradha bhakti umat,” tegasnya.
Hadir dalam acara tersebut Ida Resi Sidi Yoga selaku Ketua Umum PPSAK Pusat Arta Dipa, Ketua PHDI Kota Denpasar I Made Arka, serta jajaran pengurus PPSAK. Kehadiran mereka memperkuat dukungan moral dan spiritual bagi suksesnya diklat perdana ini.
Peserta diklat mencapai 75 orang yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Bali, mulai dari Denpasar, Badung, Gianyar, Bangli, Klungkung, hingga Tabanan. Selain itu, turut hadir 45 pengurus PPSAK serta 25 panitia yang mengawal jalannya acara. Berdasarkan daftar hadir, peserta terdiri dari para pemangku, serati banten, hingga sangging, yang masing-masing berkomitmen mengikuti pelatihan setiap Sabtu dan Minggu mulai 27 September 2025.
Suasana kekeluargaan tampak jelas ketika seluruh peserta berbusana serba putih berkumpul dalam sesi foto bersama. Hal ini menjadi simbol kesucian, ketulusan, serta tekad kuat untuk ngayah melalui jalur keagamaan.
Materi yang diberikan pun mencakup aspek menyeluruh, baik teori maupun praktik, mulai dari sesaning pemangku, yoga dan meditasi, pengetahuan wariga, asta kosala kosali, hingga tata cara pembuatan banten dan pelaksanaan upakara. Tempat praktik akan dipusatkan di Griya Agung Singosari Blahbatuh, Gianyar, agar peserta bisa langsung mempraktikkan ilmu yang didapat secara nyata.
Menariknya, seluruh rangkaian diklat ini diberikan secara gratis oleh PPSAK sebagai wujud pengabdian kepada umat Hindu. Jero Mangku Made Sugiarta, penggerak PPSAK, menegaskan bahwa pendidikan ini akan rutin dilaksanakan dan terbuka bagi seluruh pemangku dan serati banten yang ingin memperdalam ilmu agama. “Kami berharap kegiatan ini bisa melahirkan generasi pemangku dan serati banten yang profesional, disiplin, dan berlandaskan sradha bhakti. Semoga persaudaraan semakin erat dan yadnya umat berjalan sesuai sastra agama,” ujarnya.
Dengan antusiasme peserta yang tinggi, dukungan tokoh agama, serta semangat kebersamaan, diklat perdana PPSAK ini diyakini akan menjadi tonggak lahirnya penguatan sumber daya manusia Hindu yang mumpuni di bidang tattwa, susila, dan upacara. ama/ksm









