Bartender Muda Bali Adu Kreativitas di Audisi Mixologi Arak Bali, Racikan Lokal Siap Mendunia

Denpasar, PancarPOS | Semangat kreativitas generasi muda Bali kembali membara dalam Audisi Lomba Mixologi Arak Bali yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung, Tabanan, Gianyar, Bangli, dan Jembrana di Kantor DPD PDI Perjuangan Bali, Selasa (19/5/2026).
Ajang ini menjadi panggung bagi bartender muda Bali untuk menunjukkan kemampuan meracik minuman berbahan dasar arak lokal dengan sentuhan inovatif, modern, dan tetap berpijak pada kekayaan budaya Bali. Beragam racikan unik ditampilkan para peserta dengan penuh percaya diri, membuktikan bahwa Arak Bali memiliki potensi besar menjadi produk kebanggaan yang mampu bersaing di level internasional.
Audisi diawali peserta dari Kabupaten Badung yang diikuti sembilan peserta. Persaingan berlangsung ketat karena masing-masing peserta menghadirkan racikan dengan karakter dan konsep berbeda. Setelah melalui penilaian dewan juri, I Gusti Agung Gede Agung Manik Pemayun berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua diraih I Kadek Widya Ananta, sementara juara ketiga diraih I Kadek Indrawan.
Seleksi kemudian dilanjutkan peserta dari Kabupaten Tabanan. Menariknya, tidak hanya peserta laki-laki yang tampil dominan, para srikandi Bali juga ikut menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam meracik minuman berbahan dasar arak lokal. I Putu Bagus Andika Wijaya sukses keluar sebagai juara pertama, disusul Ni Kadek Ayu Yeni Risanti di posisi kedua, serta I Made Yogi Antara di posisi ketiga.
Atmosfer kompetisi semakin panas saat audisi Kabupaten Gianyar digelar. Gianyar tercatat sebagai daerah dengan jumlah peserta terbanyak, yakni mencapai 18 peserta. Kreativitas para bartender muda Gianyar mendapat perhatian khusus karena menghadirkan racikan dengan tampilan artistik dan perpaduan rasa yang unik. I Kadek Candra Adi Juliarta berhasil meraih posisi pertama, disusul Ni Komang Novi Meliandri sebagai juara kedua, dan I Kadek Yoga Diasa di posisi ketiga.
Sementara itu, seleksi dari Kabupaten Bangli juga berlangsung tidak kalah menarik. Kehadiran satu-satunya peserta perempuan menjadi perhatian tersendiri dalam kompetisi tersebut. Meski harus bersaing dengan peserta lainnya, semangat kompetitif tetap terlihat kuat. I Putu Cahyadi Putra Andika berhasil meraih juara pertama, Ni Komang Rinayani menempati posisi kedua, dan I Nyoman Ari Sanjaya berada di posisi ketiga.
Sebagai penutup, peserta dari Kabupaten Jembrana atau Bumi Makepung turut tampil memukau dengan kreasi racikan mereka. I Kadek Febri Saputra berhasil keluar sebagai juara pertama, disusul Ni Putu Andi Sivaputri di posisi kedua, dan I Putu Carsar Arjunata Sastra Buana di posisi ketiga.
Para juara dari masing-masing kabupaten selanjutnya akan kembali dipertemukan pada babak final yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 mendatang. Babak final diprediksi berlangsung lebih sengit karena akan mempertemukan bartender terbaik dari berbagai daerah di Bali.
Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi kreativitas, tetapi juga bagian dari upaya besar mengangkat Arak Bali sebagai warisan budaya lokal yang bernilai ekonomi tinggi. Semangat tersebut sejalan dengan visi Gubernur Bali, Wayan Koster, yang terus mendorong Arak Bali agar dikenal hingga tingkat internasional.
Penguatan terhadap eksistensi Arak Bali juga telah dituangkan melalui Pergub Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali. Regulasi ini menjadi tonggak penting dalam melindungi sekaligus mengembangkan Arak Bali sebagai identitas budaya dan produk unggulan masyarakat Bali. ama/ksm/kel









