Gubernur Koster Benahi Total PKB XLVIII 2026
Pesta Kesenian Bali Tak Boleh Lagi Semrawut dan Harus Mendunia

Denpasar, PancarPOS | Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pelaksanaan Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026 harus dikelola secara profesional, tertib, aman, nyaman, dan berkualitas agar benar-benar menjadi kebanggaan masyarakat Bali sekaligus menarik perhatian wisatawan dunia.
Penegasan itu disampaikan Koster saat memimpin Rapat Pleno PKB XLVIII Tahun 2026 di Gedung Wiswa Sabha Utama, Selasa (12/5/2026), didampingi Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta.
Menurut Koster, sebelum dirinya menjabat sebagai gubernur, pelaksanaan PKB dinilai belum berjalan optimal karena tema yang diangkat sering tidak selaras dengan pertunjukan yang ditampilkan. Selain itu, tata pelaksanaan dianggap kurang rapi, belum terintegrasi, dan stand UMKM masih dikenakan biaya.
“Dulu antara tema dengan yang ditampilkan sering tidak sesuai. Tata pelaksanaannya juga kurang rapi dan belum terintegrasi. Bahkan pameran UMKM berbayar, para perajin harus membayar stand untuk bisa tampil. Namun sejak saya menjadi Gubernur, stand pameran di Pesta Kesenian Bali digratiskan,” tegas Koster.
Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng itu menegaskan penataan PKB dilakukan agar pesta seni budaya terbesar di Bali tersebut benar-benar mencerminkan kualitas seni, tradisi, dan identitas Bali di mata dunia.
Karena itu, Koster meminta seluruh aspek pelaksanaan PKB diperhatikan secara serius, mulai dari kebersihan, keamanan, makanan, hingga pengelolaan parkir.
Ia mengingatkan pengunjung agar tidak membuang sampah sembarangan selama pelaksanaan PKB. Para pedagang juga diminta tidak lagi menggunakan plastik sekali pakai sebagai dukungan terhadap kebijakan ramah lingkungan di Bali.
Selain kebersihan, Koster menyoroti pentingnya sistem keamanan yang baik selama pelaksanaan PKB berlangsung. Menurutnya, pemasangan CCTV di sejumlah titik penting dilakukan demi meningkatkan rasa aman dan nyaman pengunjung.
“Keamanan harus dijaga dengan baik agar masyarakat nyaman menikmati seluruh rangkaian kegiatan seni dan budaya,” ujarnya.
Koster juga meminta keamanan makanan dan minuman menjadi perhatian serius agar seluruh produk yang dijual aman dikonsumsi masyarakat.
Tak hanya itu, ia meminta pendataan jumlah pengunjung dilakukan secara tertib setiap hari agar panitia mengetahui tingkat kunjungan masyarakat selama pelaksanaan PKB.
Terkait parkir, Koster meminta kerja sama yang baik dengan desa adat di sekitar lokasi agar pengelolaan kendaraan lebih tertib dan terintegrasi.
Menurutnya, seluruh rangkaian acara PKB tahun ini sudah sangat padat dan mencerminkan implementasi Peraturan Daerah tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali.
“Setiap tahun harus ada kemajuan yang lebih baik agar kualitas PKB terus meningkat dan tujuan pelaksanaannya bisa tercapai dengan baik,” katanya.
Koster juga menyebut konsistensi Bali menggelar PKB setiap tahun menjadi kebanggaan tersendiri karena hanya Bali yang mampu menyelenggarakan pesta kesenian daerah secara rutin dan berkelanjutan sebagai bagian pelestarian budaya.
Bahkan, ia berharap Presiden RI Prabowo Subianto dapat hadir langsung membuka pawai PKB XLVIII Tahun 2026. mas/ama/*









