Pegadaian Peduli Lingkungan, Kanwil VII Denpasar Dukung Pelestarian Penyu di Jembrana

Jembrana, PancarPOS | Komitmen terhadap pelestarian lingkungan terus ditunjukkan PT Pegadaian Kantor Wilayah VII Denpasar melalui aksi nyata konservasi penyu di KPP Jagat Kerthi, Jembrana, Jumat (2/5/2026). Kegiatan bertajuk Pegadaian Peduli ini menjadi simbol kepedulian perusahaan terhadap keberlangsungan ekosistem laut dan perlindungan satwa langka yang kini semakin terancam.
Dalam kegiatan tersebut, Pemimpin Wilayah VII PT Pegadaian, Edy Purwanto, hadir langsung mengikuti rangkaian konservasi mulai dari peletakan telur penyu di area penetasan hingga pelepasan tukik ke laut lepas. Suasana penuh antusias tampak ketika para peserta menyaksikan tukik-tukik kecil bergerak menuju ombak, membawa harapan baru bagi keberlanjutan kehidupan laut Indonesia.
Program ini menjadi bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pegadaian yang tidak hanya berorientasi pada layanan keuangan, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan hidup. Penyu sebagai satwa dilindungi memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan rantai ekosistem laut. Karena itu, keberadaannya perlu dijaga melalui aksi konservasi berkelanjutan.
Selain mengikuti proses pelepasan tukik, PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar juga menyerahkan bantuan kepada KPP Jagat Kerthi guna mendukung proses konservasi penyu, mulai dari penetasan telur hingga pelepasliaran tukik ke habitat aslinya. Bantuan tersebut diharapkan mampu memperkuat fasilitas konservasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga satwa laut yang terancam punah.
Pemimpin Wilayah VII PT Pegadaian, Edy Purwanto, menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian penting dari tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat dan generasi masa depan.
“Pegadaian tidak hanya berfokus pada layanan keuangan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga keberlanjutan lingkungan. Melalui kegiatan ini, kami ingin berkontribusi langsung dalam menjaga kelestarian laut dan memastikan bahwa ekosistem tetap terjaga untuk generasi mendatang,” ujarnya.
Menurut Edy, program sosial Pegadaian tidak hanya dilakukan di Bali, tetapi juga di berbagai daerah lain di Indonesia. Perusahaan secara konsisten menjalankan kegiatan sosial berbasis pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan.
Ia mencontohkan, pada peringatan Hari Buruh 1 Mei 2026 lalu, PT Pegadaian juga menyalurkan bantuan sosial di Masjid Uswatun Hasanah, Nipa, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh tim Pegadaian Ambalawi dan Pegadaian Bima sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di wilayah Bima dan Pulau Sumbawa.
“Komitmen kami tidak berhenti di satu lokasi. Semangat kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan harus terus dijaga di berbagai daerah,” jelasnya.
Lebih jauh, Edy menekankan bahwa kegiatan pelepasan tukik bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari pesan moral tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam.
“Baik melalui kegiatan sosial kemasyarakatan maupun pelestarian lingkungan seperti pelepasan tukik ini, Pegadaian ingin terus hadir memberikan manfaat yang berkelanjutan. Kami berharap setiap langkah kecil yang dilakukan hari ini, termasuk menjaga keberlangsungan hidup tukik, dapat memberikan dampak besar bagi keseimbangan alam dan kehidupan generasi mendatang,” tutupnya.
Kegiatan konservasi berlangsung hangat dan penuh semangat. Para peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman langsung mengenai proses pelestarian penyu, tetapi juga diajak memahami pentingnya menjaga ekosistem laut dari ancaman kerusakan lingkungan, perburuan liar, hingga pencemaran pantai.
Melalui program Pegadaian Peduli, perusahaan berharap dapat terus memperluas kontribusi nyata dalam menjaga keseimbangan alam sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat bahwa laut dan seluruh kehidupan di dalamnya merupakan warisan yang harus dijaga bersama. mas/ama









