Olahraga dan Pendidikan

Dwijendra University Turunkan 240 Mahasiswa ke Desa, Usung Misi Rawat Alam, Manusia dan Budaya Bali


Denpasar, PancarPOS | Dwijendra University kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan Bali melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Tematik yang melibatkan ratusan mahasiswa lintas fakultas. Mengusung tema “Rawat Alam, Manusia dan Budaya Bali”, kegiatan ini menjadi bagian nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus upaya membentuk generasi muda yang adaptif, humanis, dan berorientasi pada pengabdian masyarakat.

Program tersebut resmi dibuka dalam acara Pembekalan dan Pelepasan Mahasiswa Peserta PkM di Aula Sadu Gocara Yayasan Dwijendra, Selasa (5/5/2026). Rektor Dwijendra University, Gede Sedana, menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi menara gading akademik, tetapi harus hadir memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.

Menurut Sedana, program PkM Tematik kali ini melibatkan 240 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen pendamping, dosen non-pendamping, serta unsur BEM dari lima fakultas dan sembilan program studi. Para peserta akan diterjunkan ke dua desa di Kabupaten Badung, yakni Desa Sibang Kaja dan Desa Sibang Gede.

“Kegiatan ini bukan hanya memenuhi tuntutan akademik, tetapi menjadi ruang pembelajaran nyata agar mahasiswa mampu hadir sebagai agen perubahan di tengah masyarakat,” ujar Sedana.

Ketua Yayasan Dwijendra, I Nyoman Satia Negara, dalam sambutannya menekankan bahwa program PkM merupakan implementasi konkret Tri Dharma Perguruan Tinggi selain pendidikan dan penelitian. Menurutnya, mahasiswa harus memperoleh pengalaman langsung di tengah masyarakat agar ilmu yang diperoleh di ruang kuliah dapat benar-benar diterapkan dalam kehidupan nyata.

Ia berharap pengalaman tersebut mampu memperkuat kapasitas, kompetensi, dan karakter mahasiswa lulusan Dwijendra University.

“Mahasiswa harus mampu memahami persoalan riil masyarakat dan hadir membawa solusi yang aplikatif dan bermanfaat,” tegasnya.

Pembekalan mahasiswa juga menghadirkan Kepala BRIDA Provinsi Bali, Ketut Wica, yang memaparkan visi pembangunan Bali melalui konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Bali Era Baru. Dalam paparannya, Wica menjelaskan bahwa visi tersebut menitikberatkan pada upaya menjaga keharmonisan alam, manusia, dan budaya Bali baik secara niskala maupun sakala.

Menurutnya, program KKN atau PkM Tematik menjadi salah satu instrumen penting dalam mempercepat pembangunan prioritas di Bali dengan melibatkan mahasiswa secara langsung di desa-desa.

Ia juga memaparkan enam prioritas pembangunan Bali, yakni pelestarian adat dan budaya, penguatan kesehatan dan pendidikan, transformasi ekonomi berbasis Ekonomi Kerthi Bali, pembangunan infrastruktur terintegrasi, perlindungan lingkungan hidup dan energi bersih, serta penguatan keamanan dan pengembangan Bali sebagai pulau digital.

“Mahasiswa diharapkan menjadi corong sosialisasi sekaligus pelaksana berbagai program pembangunan bersama masyarakat desa,” kata Wica.

Dalam sesi pembekalan lainnya, Gede Sedana yang juga Ketua DPD HKTI Bali memaparkan materi bertajuk Pendekatan Pembelajaran Masyarakat. Ia menekankan bahwa mahasiswa yang turun ke desa harus mampu menjadi change agent atau agen pembaharu yang menjembatani teori kampus dengan realitas sosial masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya hadir sebagai peserta program formal, tetapi harus menjadi komunikator, edukator, fasilitator, motivator, organizer, hingga problem solver bagi masyarakat desa.

Sedana juga menegaskan sejumlah prinsip penting yang harus dipegang mahasiswa selama menjalankan PkM, seperti edukatif, partisipatif, learning by doing, seeing is believing, serta prinsip keberlanjutan atau sustainability.

Berbekal pengalaman panjang dalam pemberdayaan masyarakat petani di Bali maupun luar Bali, Sedana berharap program ini mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa, terutama dalam mempercepat penyelesaian berbagai persoalan lokal.

Ia mencontohkan pengelolaan sampah, pengembangan potensi desa, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia sebagai fokus yang dapat disentuh mahasiswa selama pengabdian berlangsung.

Selain itu, mahasiswa juga diharapkan mampu memperkenalkan metode baru dalam pemanfaatan sumber daya lokal yang lebih efisien dan relevan dengan kebutuhan pasar, sehingga masyarakat desa dapat semakin mandiri dan berdaya saing. “Program seperti ini harus meninggalkan dampak jangka panjang bagi masyarakat, bukan hanya kegiatan seremonial semata,” tegas Sedana.

Usai kegiatan pembekalan, I Nyoman Satia Negara secara resmi melepas mahasiswa peserta PkM yang dijadwalkan diterjunkan dan diterima oleh pemerintah desa di Desa Sibang Gede dan Desa Sibang Kaja pada Senin, 11 Mei 2026. ama/ksm


Back to top button