Nasional

Gubernur Koster Siapkan Masa Depan Besakih, Dari Akses Jalan hingga Revolusi Sampah

Karangasem, PancarPOS | Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmen jangka panjang Pemerintah Provinsi Bali dalam menata kawasan suci Besakih secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi upacara, tetapi juga infrastruktur, tata kelola kawasan, hingga transformasi besar pengelolaan sampah berbasis energi.

Dalam arahannya pada puncak Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026 di Besakih, Koster mengungkapkan rencana strategis tahap ketiga penataan kawasan, khususnya pembangunan akses jalan dari berbagai arah seperti Klungkung dan Bangli.

Studi perencanaan akan dimulai pada 2026 hingga 2027, dengan target pembangunan fisik dimulai pada 2028 dan rampung pada 2030. Langkah ini dirancang untuk menjawab potensi kemacetan yang semakin meningkat seiring tingginya mobilitas menuju kawasan Besakih.

“Ini kita siapkan dari sekarang untuk masa depan Besakih yang lebih tertata dan nyaman,” tegasnya.

Koster juga mengapresiasi kinerja Badan Pengelola Kawasan Suci Besakih yang sejak dibentuk pada 2023 telah menunjukkan capaian signifikan. Pada 2025, pendapatan kawasan mencapai Rp14,5 miliar dan dimanfaatkan untuk mendukung upacara, desa adat, desa dinas, serta operasional kawasan.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Bali juga menggelontorkan bantuan khusus sebesar Rp3,2 miliar untuk mendukung pelaksanaan IBTK tahun ini.

Di tengah dinamika global, Koster memastikan Bali tetap dalam kondisi aman dan kondusif. Hingga 31 Maret 2026, kunjungan wisatawan mengalami peningkatan signifikan, terutama wisatawan domestik yang naik hingga 31 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Tak hanya itu, Koster juga menegaskan langkah tegas dalam penanganan sampah di Bali. Ke depan, Tempat Pembuangan Sementara (TPS) hanya akan menerima sampah residu dan ditargetkan ditutup sepenuhnya pada Agustus 2026.

Sebagai solusi jangka panjang, proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik akan dimulai pada pertengahan 2026 dan ditargetkan selesai pada 2027. Dengan demikian, pada 2028 seluruh sampah di Bali ditargetkan dapat diolah menjadi energi.

Langkah ini menjadi bagian dari transformasi besar Bali menuju daerah yang bersih, berkelanjutan, dan berdaya saing global tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal. mas/ama/* 

Back to top button