Daerah

Nyepi dan Idul Fitri Berdekatan, Warga Serangan Rasakan Kehangatan Dukungan BTID di Dua Perayaan Suci

Denpasar, PancarPOS | Kehangatan kebersamaan lintas agama terasa kuat di Desa Serangan, Kota Denpasar, menjelang dua hari besar keagamaan yang datang hampir bersamaan pada Maret 2026. PT Bali Turtle Island Development (BTID) selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali mendapat apresiasi dari warga karena dinilai konsisten mendukung berbagai agenda keagamaan masyarakat setempat.

Pada tahun ini, perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026 berlangsung berdekatan dengan Hari Raya Idul Fitri yang diperkirakan jatuh pada 21 dan 22 Maret 2026. Momen langka ini menghadirkan suasana spiritual yang kuat di Pulau Serangan, di mana umat Hindu dan Muslim sama-sama mempersiapkan perayaan keagamaan mereka.

Di tengah momentum tersebut, BTID turut ambil bagian dengan mendukung berbagai kegiatan masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan buka puasa bersama warga Kampung Bugis di Desa Serangan yang digelar di Masjid As-Syuhada. Masjid ini dikenal sebagai salah satu ikon bersejarah yang menjadi saksi perkembangan syiar Islam di Pulau Serangan.

Suasana buka puasa bersama itu tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga simbol kebersamaan antarwarga di desa pesisir tersebut. Kehadiran BTID dalam kegiatan itu dinilai warga sebagai bentuk kepedulian sosial yang nyata.

Selain kegiatan Ramadan, BTID juga melakukan safari ogoh-ogoh ke sejumlah banjar di Desa Adat Serangan menjelang perayaan Nyepi. Dukungan tersebut diberikan sebagai bentuk partisipasi perusahaan dalam menjaga tradisi budaya Bali yang hidup di tengah masyarakat.

Langkah ini pun mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat setempat. Ketua Takmir Majelis Masjid As-Syuhada Serangan, Muhammad Amir, menyampaikan bahwa BTID selama ini dikenal aktif mendukung berbagai agenda keagamaan masyarakat.

“BTID sangat mendukung kami dalam agenda keagamaan. Bukan hanya saat Ramadhan, melainkan juga di hari besar lainnya seperti Idul Adha maupun peringatan besar lainnya,” ujar Muhammad Amir.

Menurutnya, dukungan yang diberikan tidak hanya sebatas kegiatan seremonial, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Kegiatan buka puasa bersama tersebut juga turut menggerakkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) warga desa. Takjil yang disajikan berasal dari hasil produksi masyarakat Desa Serangan, khususnya dari Kampung Bugis.

Dengan demikian, kegiatan berbagi tersebut tidak hanya bermakna secara sosial dan spiritual, tetapi juga membantu menggerakkan roda ekonomi warga lokal.

Kepala Departemen Komunikasi BTID, Zefri Alfaruqy, mengatakan dukungan terhadap kegiatan masyarakat merupakan bagian dari komitmen BTID dalam menjaga harmoni sosial di Desa Serangan.

Menurutnya, Kura Kura Bali tidak hanya hadir sebagai pengembang kawasan, tetapi juga berupaya memberikan kontribusi positif bagi kehidupan masyarakat sekitar.

Selain mendukung kegiatan buka puasa bersama, BTID juga menyalurkan dukungan moril maupun materi kepada sejumlah banjar dalam rangka persiapan ogoh-ogoh menjelang Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 pada 19 Maret 2026.

Bagi masyarakat Serangan, kehadiran BTID dalam berbagai agenda keagamaan tersebut menjadi simbol kebersamaan yang memperkuat harmoni antarumat beragama di desa yang dikenal memiliki sejarah panjang kehidupan multikultural itu. tim/ama/ksm

Back to top button