Karangasem, PancarPOS | Pemerintah Provinsi Bali terus memperkuat tata kelola layanan bagi pamedek dalam pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026 di Pura Agung Besakih. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penataan ratusan tukang ojek resmi yang disiapkan untuk mengantar umat dengan sistem yang lebih tertib, aman, dan terjangkau.
Melalui Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih, ratusan ojek lokal dikerahkan dan ditempatkan di sejumlah titik strategis seperti Parkir Kedungdung, Parkir Manik Mas, Pura Dalem Puri, serta beberapa kantong parkir lainnya di kawasan Besakih. Setiap pengemudi telah dilengkapi rompi serta nomor identitas resmi sebagai bentuk standarisasi layanan.
Tarif yang diberlakukan pun seragam, yakni Rp10.000 untuk sekali perjalanan. Para pengemudi umumnya mengantarkan pamedek hingga kawasan Padma Bhuwana, sebelum umat melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Penataran Agung Pura Besakih.
Penataan ini tidak hanya berfokus pada aspek layanan, tetapi juga pada sistem antrean. Para pengemudi diatur dengan pola bergiliran untuk mendapatkan penumpang, sehingga tidak terjadi persaingan tidak sehat di lapangan. Sepeda motor mereka juga ditata rapi di titik-titik yang telah ditentukan, menciptakan suasana yang lebih tertib dan nyaman bagi pamedek.
Salah satu pengemudi ojek, Komang Edo, mengungkapkan bahwa jumlah pamedek cenderung lebih landai pada hari kerja dibandingkan akhir pekan. Ia menyebut aktivitas mulai terasa sejak pagi, namun lonjakan signifikan biasanya terjadi pada Sabtu dan Minggu.
Menurut Edo, penghasilannya selama pelaksanaan IBTK sangat bergantung pada jumlah kunjungan pamedek. Dalam kondisi ramai, ia dapat meraup hingga Rp500 ribu per hari. Meski demikian, ia tetap bersyukur karena sistem yang diterapkan memberikan kesempatan yang lebih merata bagi para pengemudi.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Bali juga menyediakan layanan shuttle listrik gratis sebagai alternatif transportasi. Layanan ini beroperasi dari Parkir Manik Mas menuju Padma Bhuwana dan diprioritaskan bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, difabel, serta sulinggih.
Kehadiran shuttle listrik ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan aksesibilitas sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan di kawasan suci Besakih. Pamedek diimbau untuk memahami prioritas layanan tersebut agar pemanfaatannya tepat sasaran.
Secara keseluruhan, berbagai upaya ini menunjukkan keseriusan Pemprov Bali dalam menjaga kelancaran pelaksanaan IBTK 2026. Selain pengaturan transportasi, pengawasan terhadap arus kunjungan, kebersihan, dan ketertiban kawasan juga terus diperkuat.
Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) sendiri akan berlangsung hingga 23 April 2026. Pemerintah mengimbau seluruh pamedek untuk mengatur waktu kedatangan, mengikuti arahan petugas, serta menjaga ketertiban demi kelancaran persembahyangan bersama. mas/ama/*






