Selasa, April 28, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaPolitik dan Sosial BudayaKetua DPRD Tabanan Tegaskan Gerakan Bersih Pantai Harus Konsisten dan Berkelanjutan

Ketua DPRD Tabanan Tegaskan Gerakan Bersih Pantai Harus Konsisten dan Berkelanjutan

Tabanan, PancarPOS | Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Nyoman Arnawa alias Komet menegaskan bahwa gerakan kebersihan lingkungan, khususnya di kawasan pesisir, tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata. Penegasan tersebut disampaikannya saat mengikuti Gerakan Kebersihan Sampah Pantai di Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Kabupaten Tabanan, Jumat (6/2/2026), yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., didampingi Wakil Bupati I Made Dirga ini turut dihadiri jajaran Forkopimda, Sekda, para asisten, perangkat daerah, instansi vertikal, desa adat, komunitas lingkungan, serta pelajar tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Tabanan. Kehadiran Ketua DPRD Tabanan menegaskan dukungan lembaga legislatif terhadap langkah konkret pemerintah daerah dalam menangani persoalan sampah.

I Nyoman Arnawa menilai persoalan sampah, khususnya di wilayah pantai, telah menjadi tantangan serius yang membutuhkan komitmen lintas sektor serta konsistensi jangka panjang. Pantai Yeh Gangga disebutnya bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga wajah daerah dan penyangga ekosistem yang memiliki nilai strategis bagi Tabanan.

“Gerakan seperti ini sangat penting, namun yang jauh lebih penting adalah keberlanjutannya. Jangan sampai berhenti sebagai kegiatan seremonial. Kebersihan harus menjadi budaya bersama masyarakat Tabanan,” tegas Arnawa alias Komet di sela-sela kegiatan bersih pantai.

Ia juga menyoroti kondisi sampah di kawasan pesisir yang tidak seluruhnya berasal dari wilayah Tabanan, melainkan merupakan sampah kiriman akibat pergerakan arus laut dari daerah lain. Meski demikian, hal tersebut ditegaskan tidak boleh menjadi alasan untuk menyerah. Sebaliknya, seluruh pihak harus memperkuat sinergi dalam pengendalian sampah dari hulu hingga hilir.

Menurut Arnawa, pengelolaan sampah berbasis sumber di tingkat rumah tangga, banjar, dan desa adat menjadi kunci utama mengurangi timbulan sampah di pantai dan sungai. Dengan banyaknya sungai yang bermuara ke laut, kedisiplinan di hulu sangat menentukan kondisi lingkungan di hilir.

“Kalau dari hulu tidak tertib, pantai akan terus menanggung dampaknya. Prinsipnya jelas, dari hulu bersih, di tengah bersih, sampai ke hilir bersih. Ini harus menjadi komitmen bersama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ketua DPRD Tabanan menegaskan kesiapan DPRD untuk mendukung kebijakan serta penganggaran yang berpihak pada penguatan sistem persampahan, edukasi lingkungan, dan penegakan aturan secara konsisten. Gerakan kebersihan juga didorong menyasar sungai, desa, banjar, hingga pasar tradisional sebagai sumber utama timbulan sampah.

Ia berharap Gerakan Kebersihan Sampah Pantai ini menjadi momentum awal membangun kesadaran kolektif masyarakat, sekaligus bagian dari upaya berkelanjutan mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM) melalui lingkungan yang bersih dan lestari. mas/ama/*

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

spot_img
spot_img
spot_img