Nasional

Gubernur Koster Akui Plastik Sekali Pakai Masih Ditemukan

Bali Masuk Fase Transisi Pengendalian Sampah

Denpasar, PancarPOS | Gubernur Bali Wayan Koster tidak menutup mata terhadap fakta bahwa penggunaan plastik sekali pakai masih dijumpai di tengah aktivitas masyarakat. Namun, ia menegaskan situasinya tidak lagi separah beberapa tahun lalu, seiring masifnya kebijakan pengendalian sampah yang diterapkan Pemerintah Provinsi Bali.

Menurut Gubernur Koster, perubahan perilaku masyarakat mulai terlihat, meskipun belum sepenuhnya ideal. Ia menyebut masih menjumpai botol dan kemasan plastik dalam keseharian, tetapi jumlahnya dinilai telah menurun signifikan dibandingkan periode sebelum regulasi pembatasan diberlakukan.

“Kalau dibandingkan dulu, sekarang sudah jauh berkurang. Artinya ada progres, meski belum sempurna,” ujar Gubernur Koster di Denpasar, Sabtu, 3 Januari 2026.

Koster mengakui sektor usaha tertentu, khususnya kedai kopi, masih sangat bergantung pada gelas plastik. Hingga saat ini, menurutnya, belum tersedia alternatif yang benar-benar siap menggantikan plastik sebagai wadah minuman dengan biaya dan sistem distribusi yang efisien.

Meski demikian, Pemprov Bali tidak berhenti pada pengakuan keterbatasan. Koster menegaskan upaya pengurangan plastik sekali pakai tetap berjalan dan akan terus diperketat secara bertahap. Ia menyebut Bali saat ini berada dalam fase transisi menuju sistem konsumsi yang lebih ramah lingkungan.

“Kita tidak bisa memutus sekaligus, tapi prosesnya jalan terus. Dorongannya konsisten,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Pemprov Bali telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah. Salah satu poin krusial dalam kebijakan tersebut adalah larangan bagi produsen dan distributor untuk menjual air minum dalam kemasan plastik sekali pakai berukuran di bawah satu liter di wilayah Bali.

Kebijakan itu dijadwalkan mulai berlaku efektif pada Januari 2026 dan menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemprov Bali untuk menekan volume sampah plastik, khususnya yang selama ini mendominasi timbunan sampah harian.

Gubernur Koster menegaskan, keberhasilan kebijakan ini tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada komitmen pelaku usaha dan kesadaran masyarakat untuk mengubah pola konsumsi. mas/ama/*

Related Articles

Back to top button