Olahraga dan Pendidikan

FEB Unud Tambah Tiga Guru Besar Tetap, Perluas Kontribusi Keilmuan Ekonomi Makro dan Akuntansi Digital


Badung, PancarPOS | Universitas Udayana melaksanakan Upacara Pengukuhan Guru Besar Tetap di Auditorium Widya Sabha Kampus Jimbaran, Sabtu (13/12/2025). Dalam upacara akademik tersebut, Rektor Universitas Udayana mengukuhkan tujuh Guru Besar Tetap dari berbagai fakultas sebagai wujud penguatan sumber daya manusia unggul dan kepemimpinan intelektual di lingkungan Unud.

Rektor Universitas Udayana Prof. I Ketut Sudarsana saat mengukuhkan Prof. Dr. Ni Putu Wiwin Setyari, S.E., M.Si. sebagai Guru Besar Tetap dalam Upacara Pengukuhan Guru Besar Tetap Universitas Udayana di Auditorium Widya Sabha Kampus Jimbaran, Sabtu (13/12/2025). (foto: dok unud)

Ketujuh Guru Besar yang dikukuhkan berasal dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Kedokteran, Fakultas Pertanian, Fakultas Ilmu Budaya, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Dari tujuh Guru Besar tersebut, tiga di antaranya berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Udayana, yang menandai kontribusi signifikan FEB dalam pengembangan ilmu ekonomi, kebijakan publik, dan akuntansi berbasis teknologi.

Secara keseluruhan, Guru Besar yang dikukuhkan meliputi Prof. Dr. Drs. I Nengah Punia, M.Si. dalam bidang Sosiologi Budaya pada FISIP; Prof. Dr. dr. I Made Muliarta, S.Ked., M.Kes. dalam bidang Ergonomi Fisiologi Kerja pada Fakultas Kedokteran; Prof. Dr. Ir. I Made Mega, M.S. dalam bidang Produksi Tanaman Industri pada Fakultas Pertanian; Prof. Dr. Ketut Widya Purnawati, S.S., M.Hum. dalam bidang Tipologi Linguistik pada Fakultas Ilmu Budaya; serta tiga Guru Besar dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

1th#ik-039.1/12/2025

Adapun tiga Guru Besar dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana yang dikukuhkan masing-masing adalah Prof. Dr. Ni Putu Wiwin Setyari, S.E., M.Si. sebagai Guru Besar bidang Ilmu Ekonomi Makro dan Kebijakan Publik, Prof. Dr. I Nyoman Mahaendra Yasa, S.E., M.Si. sebagai Guru Besar bidang Ilmu Ekonomi Kewilayahan dan Ketimpangan, serta Prof. Dr. Dodik Ariyanto, S.E., M.Si., Ak., CA. sebagai Guru Besar bidang Ilmu Sistem Informasi Akuntansi.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Dr. Ni Putu Wiwin Setyari menekankan pentingnya membangun ekonomi Indonesia yang tangguh dan berkelanjutan melalui optimalisasi pajak, transformasi perilaku ekonomi, serta penguatan investasi publik sebagai instrumen kebijakan. Sementara itu, Prof. Dr. I Nyoman Mahaendra Yasa menyoroti urgensi penguatan transformasi struktural dan akselerasi kinerja makroekonomi guna mengurangi ketimpangan antarwilayah dan mendorong pertumbuhan yang lebih inklusif.

Di sisi lain, Prof. Dr. Dodik Ariyanto menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital akuntansi, khususnya bagi usaha mikro, kecil, dan menengah, merupakan prasyarat penting menuju masyarakat informasi yang berkelanjutan. Digitalisasi akuntansi dinilai mampu meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta daya saing UMKM di tengah arus ekonomi digital.

1th#ik-033.11/10/2025

Rektor Universitas Udayana, Prof. I Ketut Sudarsana, dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan dikukuhkannya tujuh Guru Besar baru, jumlah Guru Besar Universitas Udayana kini mencapai 248 orang. Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan peningkatan kualitas akademik dan besarnya potensi Unud untuk terus memperkuat daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Ketua Forum Guru Besar Universitas Udayana yang diwakili Sekretaris Forum, Prof. Nyoman Sadra Dharmawan, menegaskan bahwa pengukuhan Guru Besar merupakan amanah akademik tertinggi yang harus diiringi dengan integritas, inovasi, serta kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pemecahan persoalan bangsa.

Pengukuhan tujuh Guru Besar ini, khususnya dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, diharapkan semakin memperkokoh peran Universitas Udayana sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan, adaptif, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. ama/ksm


Back to top button