Kasus Demam Berdarah Melonjak 30%, RSU Puri Raharja Pastikan Penanganan Pasien Optimal

Denpasar, PancarPOS | Rumah Sakit Umum (RSU) Puri Raharja mencatat lonjakan pasien rawat inap akibat demam berdarah dengue (DBD) selama Februari hingga Maret 2025. Wakil Direktur Pelayanan RSU Puri Raharja, dr. Naradipa, mengungkapkan bahwa tingkat hunian pasien meningkat sekitar 30% akibat kasus ini.
DBD merupakan infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini sering muncul di wilayah tropis seperti Indonesia, terutama saat musim hujan. Gejala DBD meliputi demam tinggi selama 2–7 hari, nyeri otot dan sendi, mual, muntah, sakit kepala, serta munculnya bintik merah di kulit. Pada kasus berat, pasien dapat mengalami kebocoran plasma hingga syok yang berpotensi fatal.

Direktur Utama RSU Puri Raharja, dr. Gede Bagus Darmayasa, MM., M.Repro., menjelaskan bahwa peningkatan jumlah kasus ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti rendahnya kekebalan tubuh masyarakat dan meningkatnya populasi nyamuk penular akibat genangan air di musim hujan. “Tempat-tempat seperti ban bekas, botol plastik, lubang pohon, dan talang air menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti,” ujarnya.
Meskipun terjadi lonjakan pasien, RSU Puri Raharja memastikan bahwa seluruh pasien mendapat penanganan optimal. “Penanganan awal dilakukan dengan istirahat, pemberian obat penurun panas, serta kompres hangat. Jika demam berlanjut atau trombosit menurun drastis, pasien akan menjalani perawatan intensif di rumah sakit,” jelas dr. Bagus Darmayasa.

Hingga akhir Maret, tidak ada kasus kematian akibat DBD di RSU Puri Raharja. “Kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi pasien serta mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap penyebaran DBD dengan menjaga kebersihan lingkungan dan memberantas sarang nyamuk,” pungkasnya. ama/ksm







