Made Urip Buka Bimtek Manajemen Pengembangan Peternakan

Serahkan Bantuan Jaring Nelayan dan Bibit Ikan di Tabanan
Tabanan, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., menggenjot Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Pengembangan Peternakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT). Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U itu, membuka Bimtek putaran terakhir yang menyasar para kelompok ternak di Kabupaten Tabanan yang berlangsung di Warung CS Bedha Apple Resort, Tabanan, pada Jumat (25/8/2023). Agenda Bimtek yang diinisisasi langsung oleh Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini, didampingi Kepala BPTU-HPT Denpasar diwakili Kasubag TU, drh. IGP Ngurah Raka, beserta bakal calon Anggota DPRD Provinsi Bali nomor urut 3 dari PDI Perjuangan di Dapil Tabanan, Ni Made Usmantari, SE., bersama Kadis Pertanian Tabanan, Ir. I Made Subagian, S.Pi.

Pada kesempatan itu, Kadis Pertanian Tabanan, I Made Subagia mengakui Bimtek yang digenjot Made Urip sebagai bukti dan komitmen membantu petani di Tabanan. “Jika ingat traktor pasti inget dengan Pak Made Urip,” ungkapnya, seraya menyebutkan berbagai bantuan dan kegiatan yang selalu digaungkan oleh Made Urip juga sejalan dengan visi Tabanan Era Baru dengan program Mangun Tani. Dikatakan melalui berbagai terobosan dan inovasi sektor pertanian, kini mewujudkan inspirasi untuk menjadikan sektor unggulan di Tabanan. Seperti pengadaan benih atau bibit termasuk hijauan pakan ternak menjadi perhatian utama untuk pengembangan 85 kelompok ternak di Tabanan. “Ada beberapa peternak yang kita edukasi dan dampingi, seperti sapi, babi, kambing dan itik di masyarakat. Saran kami mari kita ikuti Bimtek ini dengan baik, agar nantinya bisa bermanfaat untuk pengembangan sektor perternakan di Tabanan,” tandasnya.
Di sisi lain, Kasubag TU BPTU-HPT Denpasar, IGP Ngurah Raka mengucapkan terima kasih kepada Made Urip yang selalu hadir mendukung sektor peternakan, seperti bantuan bibit ternak, termasuk Bimtek untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan petani dan peternak di Bali. Pihaknya menegaskan Bimtek terselengggaran berkat dukungan penuh Made Urip yang telah menitipkan anggaran untuk melaksanakan 5 kali kegiatan Bimtek di Bali. Selain itu, Made Urip dirasakan sangat konsen memperhatikan sektor pertanian dalam arti luas selama 5 periode duduk di Komisi IV DPR RI. Terbukti belum lama ini sudah menyalurkan bantuan bibit sapi, babi, kambing dan itik untuk kelompok ternak di Bali. “Oleh karena itu, kami berharap kegiatan Bimtek bisa diikuti dengan baik untuk mengembangkan sektor peternakan di lapangan, agar tidak menemui kesulitan lagi,” pungkasnya.

Sementara itu, Made Urip menegaskan kembali menggelar agenda Bimtek sebagai kerja sama dengan Kementerian Pertanian untuk menambah wawasan dan pengetahuan teknis di lapangan yang khusus mengurus hajat hidup dan pangan atau urusan perut rakyat. Disadari selama ini sangat dibutuhkan para penyuluh yang jumlahnya semakin berkurang akibat banyak yang akan pesiun. Selain itu, juga perlu menyediakan pupuk yang cukup bagi petani yang masih bergantung dengan pupuk bersubsidi. Padahal Gubernur Bali sudah mencanangkan Bali sebagai Pulau Organik, namun infrastruktur dan sumber produksi pupuknya masih sangat kurang. Oleh karena itu, Made Urip terus menggenjot berbagai bantuan sumber pupuk organik melalui program UPPP (Unit Pengolahan Pupuk Organik) dan bibit sapi betina produktif untuk kelompok tani ternak di Bali. “Jadi tolong kelola dan peliharan bantuan bibit ternak ini dengan baik. Karena semuanya dianggarkan dari APBN,” tegasnya.
Di samping itu, Anggota DPR RI terpilih 5 periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ranking ke-7 nasional ini, menegaskan sektor pertanian yang digeluti oleh kaum marhaen atau wong cilik tersebut, harus diperhatikan dan dibantu dengan baik. Salah satunya melalui agenda Bimtek Menajemen Pengembangan Peternakan yang bisa memberikan ilmu dan keterampilan yang bermanfaat untuk meningkatkan produktifitas pertanian dalam arti luas. Apalagi selama ini sektor pertanian, terutama di sub sektor peternakan juga menghadapi persoalan serius, seperti jumlah populasi Sapi Bali yang semakin menurun. “Kalau di negara maju, seperti di New Zealand dan Selandia Baru jumlah sapinya lebih banyak dari jumlah penduduknya,” ungkap M-U, seraya terus mengajak menjaga kelestarian flasma nurfah Sapi Bali, agar tidak dikuasai oleh negara lain.

Kegiatan Bimtek Manajemen Pengembangan Peternakan diikuti 90 peserta dari para kelompok ternak di Tabanan. Salah satu peserta Bimtek yang juga Ketua Kelompok Simantri Sekar Pasti Wangi, Desa Petiga, I Made Pasek berterima kasih kepada Made Urip yang memberikan Bimtek Manajemen Pengembangan Peternakan. Melalui Bimtek ini mereka sangat bersyukur, dan bisa makin antusias untuk mengembangkan Sapi Bali. “Untuk itu, kami berharap Bimtek ini terus berlanjut ke depannya,” ujarnya. Di sela-sela membuka Bimtek, Made Urip juga menyerahkan secara simbolis bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan, berupa 220 gillnet monofilamen atau jaring nelayan kepada 5 Kelompok Usaha Bersama (KUB) dan 2 paket calon indukan ikan (Calin) untuk 2 Pokdakan di Tabanan. Selain itu juga diserahkan bantuan 50 ribu ekor bibit ikan dan 20 ribu ekor bibit ikan lele kepada 2 Pokdakan di Tabanan.
I Made Ariasta selaku Ketua Pokdakan Gangga Samudra mengucapkan terima kasih kepada Made Urip. Mereka sangat bersyukur bisa mendapat bantuan, karena dengan bantuan ini bisa mengoptimal usaha menangkap ikan. “Jadi kami sangat bersyukur mendapat bantuan ini. Terima kasih banyak Pak Made Urip,” ucapnya, usai menerima bantuan dari Made Urip yang didampingi Kadis Perikanan Tabanan, Drs. I Gusti Ngurah Agung Suryana, bersama bakal calon Anggota DPRD Provinsi Bali nomor urut 3 dari PDI Perjuangan di Dapil Tabanan, Ni Made Usmantari, SE. ama/ksm









