Politik dan Sosial Budaya

Made Urip Tutup Rangkaian Bimtek Budidaya Padi MSP di Tabanan


Tabanan, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., menutup dan mengakhiri rangkaian kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) di Kabupaten Tabanan. Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U tersebut, kembali turun menyambangi petani dan krama subak dengan membuka Bimtek Pengembangan Budidaya Padi MSP Tahun 2023 untuk Kedaulatan Pangan NKRI di CS Bedha Resort, Desa Sudimara, Tabanan, pada Sabtu (29/7/2023). Made Urip yang juga menjabat Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan dan Kehutanan itu, melaksanakan kegiatan Bimtek secara maraton selama lima tahap diawali dari Kabupaten Gianyar dan Badung, yang diteruskan ke Kecamatan Kediri, dan Tabanan, kini dengan peserta petani dan krama subak dari Kecamatan Kerambitan.

Anggota Komisi DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., saat membuka Bimtek Pengembangan Budidaya Padi MSP Tahun 2023 untuk Kedaulatan Pangan NKRI di CS Bedha Resort, Desa Sudimara, Tabanan, pada Sabtu (29/7/2023). (foto: ama)

Kegiatan Bimtek kembali mendatangkan narasumber dari DPP MSP, Aji Saptaji, dan Irsan Surya Imana yang dihadiri Ditjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian yang diwakili Sub Koordinator Intensifikasi Padi THLK, Marwanti, SP., beserta Anggota DPRD Tabanan, I Wayan Lara, S.Sos., bersama Kadis Pertanian Tabanan, I Made Subagia, S.Pi., MM., dan Ketua Korda MSP Bali, I Nyoman Bagiana. Pada kesempatan itu, Made Urip juga memberikan bantuan oleh-oleh, berupa bibit padi MSP dan pupuk cair Banyu Mili kepada petani dan krama subak di Kerambitan, Tabanan. Salah satu peserta Bimtek, I Gede Surawijaya mewakili kelompok tani dan krama subak sangat berterima kasih kepada Made Urip yang telah memberikan berbagai bantuan dan program aspirasi, termasuk kegiatan Bimtek budidaya padi MSP di Tabanan. “Terima kasih pak Made Urip yang telah memberikan berbagai bantuan kepada petani, termasuk kegiatan Bimtek,” katanya.

Di sisi lain, Wayan Lara yang juga Ketua Komisi II DPRD Tabanan itu, menyampaikan Made Urip sudah lima periode berbicara dan telah banyak berbuat di sektor pertanian, sehingga tidak asing lagi bagi petani dan krama subak di Tabanan. Oleh karena itu, perkembangan sektor pertanian di Tabanan sangat luar biasa, bahkan sampai bertahan surplus beras. Namun sayangnya banyak alih fungsi lahan prokduktif yang semakin mengkhawatirkan dan perlu segera mendapat perhatian serta penanganan serius. Diharapkan para pekaseh ikut menjaga lahan pertanian, karena tidak hanya cukup dibicarakan, namun juga harus diimplementasi di desa adat masing-masing. “Jadi tidak hanya sebatas berbicara soal alih fungsi lahan, maka harus bekerja sama antara desa adat dan dinas untuk mengantisipasi alih fungsi lahan,” katanya.

1th#ik-021.13/4/2023

Oleh karena itulah, melalui Bimtek ini, agar bisa menambah wawasan petani dan krama subak untuk terus berupaya menjaga produktifitas komoditas pertanian. “Mudah-mudah melalui Bimtek ini minimal bisa menjadi referensi di pusat,” tandas Lara. Pada kesempatan itu, Sub Koordinator Intensifikasi Padi THLK, Marwanti menegaskan tidak semua petani mendapat Bimtek budidaya padi, jagung dan kedelai MSP atau Mari Sejahterakan Petani ini. Namun berkat perjuangan Made Urip bisa mendapatkan Bimtek untuk menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan selama lima tahap di Bali. Kegiatan Bimtek kali ini, kembali bekerja sama dengan Made Urip yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan petani dan krama subak termasuk penyuluh di Tabanan.

Apalagi dikatakan selama ini, produktifitas padi, jagung dan kedelai atau Pajale terus menurun, namun untungnya di Tabanan masih bisa surplus beras. Selain itu selama ini, masyarakat masih dominan mengkomsumsi nasi dari beras, sehingga kebutuhannya semakin meningkat, tapi produksinya malah terus menurun. Apalagi di Bali mengandalkan sektor pariwisata, sehingga kebutuhan beras juga semakin meningkatkan. Oleh karena itu, ke depan harus ditingkatkan produktifitas pertanian, terutama beras melalui penggunaan bibit unggul, seperti padi MSP, termasuk menjaga stabilitas produksi komoditas lainnya, termasuk jagung dan kedelai. “Saya berharap agar melalui Bimtek ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan petani tentang budidaya padi MSP untuk menjaga ketahanan pangan,” pungkasnya.

1bl#ik-016.4/4/2023

Sementara itu, Made Urip kembali roadshow mengangkat agenda Bimtek untuk menambah wawasan dan pengetahuan teknis lapangan kelompok tani dan krama subak yang diprioritaskan selama tiga kali di Tabanan. Apalagi saat ini banyak alih fungsi lahan, sehingga perlu peningkatan produksi tanam dengan bibit padi MSP yang diciptakan oleh Surono Danu, dan juga berkat dorongan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri (MSP) yang telah dicoba dan disosialisasikan ke seluruh tanah air termasuk di Tabanan sebagai Lumbung Berasnya Bali. M-U mempertanyakan apakah presidikat tersebut bisa terus bertahan, akibat gempuran konversi lahan dari investor yang mengincar lahan produktif kelas satu digunakan untuk kepentingan di luar sektor pertanian sekitar 700 hektar per tahun.

Pahadal lahan produktif ini tidak akan ada lagi lahan penggantinya di Bali, sehingga tidak mampu menyiapkan lahan produktif pertanian. Bahkan dikhawatirkan suatu saat nanti, keberadaan subak di Bali akan hanya menjadi kenanangan saja, karena semua dieksploitasi untuk kepentingan pariwisata. Untuk itulah lahan pertanian ini harus dijaga dan jangan sampai dijual, agar wisatawan tidak meninggalkan Bali akibat daya tarik sektor pertanian sudah tidak ada lagi. Karena, jika tidak ada ketahanan pangan, maka tidak akan ada kehidupan yang telah teruji saat dampak pandemi Covid-19, sehingga tidak bisa hanya mengandalkan sektor pariwisata yang bisa lesu darah akibat bencana maupun isu penyakit. Untuk itulah, Anggota DPR RI terpilih 5 periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan peringkat ke-7 di seluruh Indonesia itu, juga berharap kegiatan Bimtek bisa diikuti dengan baik dari awal sampai berakhir.

1bl#ik-053.20/7/2023

“Atau paling tidak mendapatkan pengetahuan tentang budidaya benih padi MSP ini,” harap Made Urip yang juga suami dari Ni Made Usmantari (M-U) dari kuota perempuan yang digadang-gadang maju sebagai bakal calon Anggota DPRD Provinsi Bali dari PDI Perjuangan di Dapil Tabanan itu. ama/ksm


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button