Diterima di Kandang Sapi, Made Urip Bawa Oleh-oleh Bantuan Bibit Ternak dan Kendaraan Roda Tiga di Gianyar

Gianyar, PancarPOS | Wajah bahagia dan penuh gembira tak bisa disembunyikan oleh para kelompok tani di Gianyar, ketika menyambut kedatangan Anggota Komisi IV DPR RI satu-satunya Dapil Bali dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si. Mereka sangat sumringah setelah Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu, telah mewujudkan bantuan bibit sapi betina produktif, termasuk bantuan bibit kambing, babi dan ayam serta kendaraan roda tiga. Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U itu, kembali Turba atau turun ke bawah dan langsung membawa oleh-oleh bantuan yang seluruhnya diserahkan secara simbolis di kandang sapi milik Kelompok Tani Ternak (KTT) Jati Asri di Banjar Jati, Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, Sabtu (21/1/2023).

Kedatangan M-U didampingi Anggota DPRD Provinsi Bali dan Kabupaten Gianyar dari Fraksi PDI Perjuangan, yakni I Made Rai Warsa, S.Sos., I Wayan Ekayana, S.AP dan Ni Nyoman Etty Yuliastuti, SS., beserta Kadis Pertanian Gianyar, Kades Sebatu yang dihadiri para kelompok tani penerima bantuan se-Kabupaten Gianyar. Bantuan bibit sapi betina produktif diserahkan kepada KTT Jati Asri Desa Sebatu dan KTT Jaya Nandini Desa Petulu. Sementara itu, bantuan bibit babi diterima KTT Giri Kencana Desa Petulu dan KTT Sari Amertha Desa Tojan. Untuk bantuan bibit ternak kambing disalurkan untuk KTT Pujer Sari Desa Gelumpang dan KTT Sida Rahayu Desa Tampad mendapat bantuan bibit ayam. Sedangkan bantuan kendaraan roda tiga akan digunakan oleh Subak Uma Tengah.
Mewakili para petani di Gianyar, Ketua KTT Jati Asri, I Wayan Jumu dengan tulus mengucapkan terima kasih kepada Made Urip yang telah datang mewujudkan dan memberikan bantuan, berupa 15 ekor bibit sapi betina produktif. “Terima kasih sekali lagi kami ucapkan kepada Pak Made Urip,” ucapnya. Dari sambutan selamat datang yang disampaikan Wayan Ekayana, juga mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan Made Urip di sektor pertanian selama ini untuk Kabupaten Gianyar. Dikatakan perjuangan Made Urip sudah tak terhingga membantu aspirasi para kelompok tani yang memberi manfaat luar biasa. Apalagi selama ini sekitar 74 persen masyarakat Gianyar hanya bisa mengandalkan sektor pariwisata yang telah terkena dampak pandemi Covid-19, sehingga tradisi sektor pertanian ditambah seni budaya akan menjadi daya tarik pariwisata ke depan.

“Pak Made Urip yang telah betul-betul berjuang bagi petani dan peternak di Gianyar selama ini. Karena itu kami mewakili masyarakat Gianyar sangat berterima kasih,” ucapnya. Di sela-sela menyerahkan bantuan tersebut, Made Urip menyampaikan bantuan bibit ternak yang dianggarkan tahun 2022 itu, baru bisa diserahkan, karena rumitnya penyerahan terutama bibit sapi akibat adanya penyakit mulut dan kuku atau PMK. Pihaknya sangat bersyukur penyerahan akhirnya bisa dilaksanakan, dan diberikan bantuan aspirasi sapi betina produktif untuk 2 KTT yang telah memenuhi standar. Dikatakan selama cobaan pandemi Covid-19 menyebabkan ekonomi Bali terpuruk dan hampir minus 12 persen, namun di daerah pertanian saja yang tetap tumbuh. Untuk itu, disadari tidak cukup hanya mengandalkan sektor pariwsata, sehingga memprioritaskan pertanian dalam arti luas sebagai sektor unggulan di Bali.
Apalagi pertanian sudah menjadi kultur dan budaya, sehingga harus terus melestarikan Sapi Bali sebagai flasma nutfah yang harus terus dijaga. “Mari sekarang kita harus mau melestarikan Sapi Bali yang populasinya hanya 52 ribu. Padahal seharusnya jumlah populasi Sapi Bali yang ideal harus melebihi jumlah penduduk di Bali,” tegas M-U, seraya mengaku akan terus mendorong bantuan sapi betina produktif, termasuk bantuan Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO). Apalagi saat ini, Gubernur Bali, Dr.Ir. Wayan Koster, MM., sudah mencanangkan Bali Organik, sehingga juga perlu didorong peningkatan produksi pupuk organik. Di samping itu, subak dan pertanian di Bali harus terus dilestarikan, sehingga Made Urip selama 5 periode tetap duduk di Komisi IV DPR RI, agar bisa memperjuangkan sektor pertanian di Bali.

Karena itu, diharapkan depan jangan rendah diri sebagai petani, karena banyak generasi muda yang telah sukses bertani. Apalagi di kawasan Gianyar juga sebagai basis pertanian dan sangat subur, sehingga tidak hanya mampu mengandalkan sektor pariwisata saja. “Bayangkan saat pandemi itu semuanya balik ke kampung dan bekerja kembali sebagai petani. Karena itu, tolong terus kembangkan bibit ternak ini, terutama Sapi Bali. Tolong jaga juga komunikasi dan kekompakan kita ke depan agar saya bisa membantu para petani di Gianyar,” pungkas M-U. ama/ksm









