Pancasila Tidak Bisa Hanya Diomongkan Saja, Made Urip Roadshow Bumikan Pemahaman 4 Pilar Kebangsaan

Tabanan, PancarPOS | Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan terus digaungkan oleh Anggota MPR RI, Drs. I Made Urip, M.Si, yang kali ini menyasar kaum generasi milenial dan masyarakat hingga ke pelosok desa. Bahkan kali ini, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan itu, roadshow membumikan pemahaman nilai-nilai kebangsaan untuk warga di Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan, dan Desa Adat Wanayu, Desa Angkah, Kecamatan Selemadeg Barat yang berlangsung di Wantilan Kantor Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan, Tabanan, pada Minggu sore (12/6/2022). Sosialisasi yang digalakan oleh Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U ini, disambut Bendesa Adat Belimbing, bersama Anggota DPRD Tabanan dari Fraksi PDI Perjuangan, I Gusti Nyoman Omardani, beserta Ketut Sumadiana selaku Ketua BPD Desa Belimbing, Bendesa Adat Suradadi dan Bendesa Adat Duren Taluh yang diikuti Sekehe Teruna Teruni (STT) dan warga Desa Belimbing dan masyarakat Desa Adat Wanayu. Sosialisasi juga kembali menghadirkan tiga narasumber dari kader lumutan PDI Perjuangan, yakni I Wayan Gunadi, I Gede Suamba dan I Nyoman Kartika.

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang digencarkan oleh Anggota DPR RI lima periode terpilih dengan 255.130 suara terbanyak di Dapil Bali dan ranking ketujuh nasional itu, mengajak warga desa, terutama para generasi muda di Bali untuk ikut menjaga keutuhan bangsa dan negara dengan mengimplementasikan nilai-nilai 4 Pilar Kebangsaan. Karena itulah, Ni Gusti Ayu Putu Suryani, selaku Ketua Karang Taruna Yowana Bhakti Desa Belimbing mengucapkan terima kasih kepada Made Urip yang telah mengadakan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan. Sebagai generasi muda bisa memahami dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan ini untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. “Kami sebagai generasi muda sangat bersyukur bisa diingatkan kembali tentang 4 Pilar Kebangsaan. Karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Made Urip yang telah mengadakan sosialisasi ini,” katanya.

Hal senada disampaikan oleh I Nyoman Surianto yang juga Perbekel Desa Belimbing mengaku sangat antusias menyambut kehadiran Made Urip yang telah bersedia datang jauh-jauh untuk memberikan pemahaman 4 Pilar Kebangsaan, khususnya kepada masyarakat di Desa Belimbing. Sosialisasi ini dirasakan sangat penting bagi masyarakat, meskipun berada dan hidup di pelosok desa, namun harus bisa memahami, sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika. Semuanya itu diberikan oleh Made Urip, sehingga warga desa memiliki pemahaman dan rasa kebangsaan atau nasionalismenya semakin meningkat. “Karena itu, kami menghadirkan tokoh-tokoh masyarakat, generasi muda dan PKK serta BPD. Semua elemen masyarakat dilibatkan di sini supaya pemahaman nilai-nilai spirit kebangsaan itu semakin membumi dan di hati sanubari,” bebernya.

Sebagai narasumber, Wayan Gunadi menjelaskan tentang betapa pentingnya NKRI yang harus terus dijaga bersama. Apalagi sangat penting dan strategis memahami 4 Pilar Kebangsaan di antaranya Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tungkal Ika yang menjadi perekat untuk menjaga negara tetap utuh yang harus terus dijaga. “NKRI sudah jadi harga mati bagi bangsa yang harus kita pertahankan sampai kapan pun,” tegasnya, seraya ditambahkan Gede Suamba dan Nyoman Kartika yang menguraikan tentang kemajuan yang telah dicapai oleh pemerintah Jokowi dalam mengimlementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari hari. Mengingat negara yang terdiri atas 17 ribu pulau di seluruh Indonesia ini berbeda agama, ras dan suku bangsa sebagai anugrah yang harus dijaga dengan rasa toleransi meskipun berbeda-beda. “Infrastruktur dibangun dari Sabang sampai Merauke adalah sebagai bentuk mewujudkan nilai-nilai keadilan dan menjaga persatuan bangsa. Kita juga tidak boleh membeda-bedakan, karena kita tetap satu dan harus tetap bersatu, sehingga harus dipelihara bersama,” papar Nyoman Kartika.

Sementara itu, Made Urip juga mengucapkan terimakasih kepada tokoh masyarakat dan generasi muda bersama jajaran partai yang sudah serius mengikuti Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini. Mengingat sebagai Anggota MPR juga bertugas melakukan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan selain menjadi Anggota DPR RI. “Generasi muda harus paham itu untuk membangun bangsa dan negara, sehingga nilai kebersamaan dan kegotong-royongan harus terus dihidupkan,” ungkap Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode yang kali ini membidangi Pertanian, Ketahanan Pangan, Kehutanan dan Lingkungan Hidup itu. Di samping itu, generasi muda juga mesti mengaplikaksikan nilai-nilai Pancasila yang digali oleh Bung Karno. Karena akibat pengaruh globalisasi nilai-nilai Kebangsaan ini bisa hancur jika tidak dijaga dengan baik. Seperti dalam konteks kegotong-royongan yang harus terus dipupuk sebagai nilai-nilai kebersamaan sangat perlu dilestarikan. “Kan semuanya sudah hapal Pancasila? Sekarang tinggal diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” harapnya.

Di samping itu, juga mengadakan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang kebetulan digelar di bulan Juni sebagai Bulan Bung Karno. Selain itu, juga ada permintaan dari Perbekel Desa Belimbing untuk memberikan sosialisasi, karena sangat banyak yang meminta diberikan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, sehingga sebagai kader PDI Perjuangan di Desa Belimbing diberikan prioritas. Disadari penjabaran 4 Pilar Kebangsaan ini, dipastikan sudah dipahami selama ini, sehingga hanya perlu kembali diingatkan tentang nilai-nilai kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sebagai aturan dan komitmen yang harus diikuti bersama untuk menjaga NKRI dari Sabang sampai Merauke. Dikatakan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini sebagai hasil inisiatif mantan Ketua MPR RI, Alm. Taufik Kiemas karena merasa negara mendapat ancaman baik dari dalam maupun dari luar yang ingin mengganti ideologi Pancasila. “Banyak rongrongan baik dari internal maupun eksternal,’ beber M-U.

Terbukti juga muncul gerakan radikal dan kaum garis keras yang bisa mengancam negara terpecah menjadi dua. Karena itu, inilah pentingnya Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan itu, untuk menjaga eksistensi negara agar tetap utuh, bersatu dan kompak di bawah ideologi Pancasila. Inilah salah satu tugas Anggota MPR RI melakukan sosialisasi kepada seluruh elemen dan lapisan masyarakat supaya semuanya tersentuh 4 Pilar Kebangsaan yang harus dijaga bersama. Apalagi sudah ada lembaga baru yang namanya BPIP atau Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, selain Anggota MPR RI untuk melakukan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan kepada masyarakat. Selain itu, kebetulan Megawati Soekarno Putri sebagai Ketua Tim Pengarah BPIP, sehingga menugaskan kepada seluruh Anggota MPR dari Fraksi PDI Perjuangan DPR RI untuk terus memberikan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang terdiri dari Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD 1945 sebagai Konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

“Sosialisasi ini hanya untuk mengingatkan kembali, tapi yang terpenting implementasinya di lapangan. Karena Pancasila tidak bisa hanya diomongkan atau diorasikan dan diskusikan saja. Tapi kalau prilaku kita tidak mencermikan Pancasila juga tidak bisa menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara secara benar. Nah yang penting implementasinya dan semuanya bersumber dari nilai-nilai Pancasila,” imbuh M-U. ama/ksm









