Olahraga dan Pendidikan

Lestarikan Ilmu Pencak Silat, Rocky. N Lantik 17 Pendekar Kerohanian PPS Kertha Wisesa Ranting Ketewel


Gianyar, PancarPOS | Ilmu pencak silat yang diwarisan di Bali merupakan bagian dari budaya yang perlu dilestarikan. Maka itu, Dewan Pimpinan Kerohanian Pusat Perguruan Pencak Silat (PPS) Kertha Wisesa telah melantik dan mengukuhkan 17 Pendekar Kerohanian PPS Kertha Wisesa Ranting Ketewel Cabang Gianyar di Padepokan Desa Ketewel, Gianyar pada Kamis (20/1/2022). Sejatinya PPS Kertha Wisesa tidak hanya silat secara fisik tetapi juga rohani dan jasmani yang diseimbangkan untuk kebesaran PPS Kertha Wisesa.

Insert foto: 17 Pendekar Kerohanian PPS Kertha Wisesa Ranting Ketewel Cabang Gianyar.

Usai melantik, Ketua Dewan Pimpinan Kerohanian Pusat PPS Kertha Wisesa, DR I Ketut Rochineng, SH., MH, menjelaskan pihaknya sangat mengapresiasi sudah terlantiknya pendekar dewan kerohanian di Gianyar. Bahkan kedepannya Rochineng akan segera melantik pendekar kerohanian di seluruh kabupaten di Bali secara bertahap, sebab sampai sekarang pengurus dewan kerohanian pusat belum terbentuk. “Untuk kebesaran Kertha Wisesa, kita akan agendakan pengukuhan pengurus dewan kerohanian pusat di seluruh kabupaten di Bali,” ujar Rochineng yang pernah menjadi Pejabat Bupati Gianyar tahun 2018.

1th#ik-18/1/2022

Rochineng yang akrab disapa Rocky. N menjelaskan, PPS Kertha Wisesa yang memiliki keseimbangan fisik, rohani, jasmani, dan pada rohanilah para anggota Kertha Wisesa sebagai jiwa penggerak sebagai kekuatannya. Di mana dalam ajaran kerohanian Kertha Wisesa sudah sesuai dengan ajaran Agama Hindu yang berlandaskan Kitab Suci Veda. Bahkan Kertha Wisesa sendiri merupakan kombinasi antara Bali dengan Kejawen. “Untuk bisa mempelajari kerohanian di Kertha Wisesa para anggotanya harus berumur 17 tahun, sebab untuk kematangan mental,” ujarnya.

1th#ik-1/1/2022

Lanjut Rocky. N, menegaskan PPS Kertha Wisesa yang sejak tahun 1950 sudah mempunyai anggota mencapai ribuan yang tersebar di seluruh Bali hingga ke propinsi lainnya, seperti Sulewesi, Lampung, Jawa Timur, Lombok. Bahkan PPS Kertha Wisesa juga membuka diri dengan tidak memandang suku dan ras agama untu menjadi anggota mempelajari silat dan kerohanian Kertha Wisesa, selama mereka yang masuk di Kertha Wisesa mematuhi AD/Art. “Banyak anggota kita dari luar Bali yang mempelajari silat dan kerohanian Kertha wisesa, artinya kita Perguruan Pencak Silat Kertha Wisesa sudah tingkat nasional, bahkan kita sendiri membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa saja yang ingin menjadi bagian dari Kertha Wisesa, kita tidak pandang bulu bagi yang ingin masuk ke kita selama meraka berkomitmen dan kemauan yang besar untuk memajukan Kertha Wisesa,” pungkasnya. tra/ama


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button