Sambut Bulan K3 Nasional 2026, Jasindo Masuk Bali, Dorong Literasi Asuransi dan Budaya Kerja Aman

Denpasar, PancarPOS | Menyambut Bulan K3 Nasional 2026, PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) memperkuat komitmennya dalam membangun budaya kerja yang aman dan berkelanjutan melalui kegiatan literasi asuransi di Bali. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis Jasindo dalam meningkatkan pemahaman pengelolaan risiko di lingkungan kerja, khususnya di sektor pelayanan publik.
Kegiatan literasi asuransi tersebut digelar di Kantor Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, Senin (19/1/2026), dan diikuti lebih dari 100 pegawai Dinas Ketenagakerjaan Bali. Kehadiran ratusan aparatur ini mencerminkan tingginya kebutuhan akan pemahaman risiko kerja yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga aplikatif dalam aktivitas sehari-hari.
Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema, menegaskan bahwa kegiatan ini secara khusus diselenggarakan dalam rangka menyambut Bulan K3 Nasional 2026 yang tahun ini mengusung tema Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif.
Menurut Brellian, setiap aktivitas kerja memiliki potensi risiko yang tidak bisa diabaikan. Karena itu, pemahaman terhadap pengelolaan risiko, termasuk melalui perlindungan asuransi, menjadi elemen penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan.
Dalam sesi literasi, peserta dibekali pemahaman praktis mengenai peran asuransi dalam melindungi aktivitas kerja sehari-hari. Materi yang disampaikan tidak hanya menekankan aspek perlindungan individu, tetapi juga kesiapan institusi dalam menghadapi risiko yang dapat berdampak pada keberlangsungan layanan publik.
Literasi ini diharapkan menjadi bekal tambahan bagi para pegawai agar mampu menjalankan peran dan tanggung jawabnya secara lebih optimal, sekaligus memperkuat kesadaran bahwa keselamatan kerja bukan semata kewajiban administratif, melainkan kebutuhan mendasar dalam tata kelola organisasi modern.
Tidak hanya berhenti pada edukasi, Asuransi Jasindo juga menunjukkan kepedulian nyata melalui penyerahan dukungan sarana kepada Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali. Dukungan tersebut meliputi perbaikan sarana ruang aula, pembaruan sarana olahraga berupa pengecatan lapangan voli beserta perlengkapannya, penyediaan dua unit LCD proyektor untuk ruang rapat, serta enam unit big garbage sebagai sarana kebersihan.
Brellian menegaskan bahwa penyerahan dukungan sarana ini merupakan bagian dari komitmen Jasindo dalam mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih nyaman, fungsional, dan produktif, sehingga dapat menunjang aktivitas dan pelayanan publik secara optimal.
Bagi Jasindo, keberhasilan perusahaan tidak semata diukur dari pencapaian bisnis, melainkan dari sejauh mana kehadirannya memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan mitra kerjanya. Melalui kegiatan literasi dan dukungan fasilitas ini, Jasindo meyakini bahwa membangun pemahaman, kesiapan, dan rasa aman di tempat kerja merupakan fondasi penting dalam menciptakan dampak berkelanjutan.
Upaya membangun kesiapan risiko dan budaya K3, menurut Jasindo, juga menjadi kunci dalam membangun hubungan jangka panjang yang saling menguatkan antara dunia usaha dan institusi publik, khususnya dalam menghadapi tantangan kerja yang semakin kompleks. ita/ama/ksm









