Politik dan Sosial Budaya

Sentil Cemagi dan Canggu Jadi “Kampung Bule”, Made Urip Perkuat Kapasitas Petani dan Penyuluh di Tabanan


Karena itu, pihaknya sangat bersyukur ada agenda Bimtek yang terus digenjot oleh Made Urip, sehingga ke depan banyak petani muda milenial dari generasi Z di Bali yang ikut berperan memperkuat ketersedian pangan, khususnya di Tabanan. “Bimtek dari Pak Urip ini, akan memberikan suasana baru bagi petani dan penyuluh di Tabanan. Jadi saya berharap, agar kegiatan Bimtek ini bisa terus meningkatkan dan memberdayakan SDM pertanian di Tabanan,” ungkapnya.

1th#ik-072.21/8/2023

Sementara itu,.Wakil Direktur 1, Dr. Novita Dewi Kristanti, S.Pt., M.Si., mewakili Direktur Polbangtan Malang menegaskan setiap perubahan di sektor pertanian menjadi tantangan ke depan. Oleh karena itu, kegiatan Bimtek bersama Made Urip ini, menjadi salah satu antisipasi menghadapi tantangan teknologi pertanian saat ini, khusus bagi para petani muda dan milenial. Untuk itulah, jika ada generasi muda yang tertarik dengan pertanian akan sangat luar biasa, seperti Petani Muda Keren di Bali.

Disebutkan kegiatan Bimtek ini, menjadi kesempatan untuk meningkatkan kapasitas, khususnya petani muda agar mampu menghadapi tantangan di sektor pertanian di masa depan. Oleh karena itu, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Made Urip yang terus memfasilitasi berbagai kegiatan Bimtek pertanian, khususnya di Bali. “Karena pertanian di Bali sangat terkenal, terutama sistem Subaknya itu, sudah mendunia. Jadi gunakan kegiatan Bimtek untuk menambah ilmu, khususnya bagi petani kaum milenial,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Made Urip menegaskan agenda Bimtek yang digelar bersama Polbangtan Malang tersebut, untuk memperkuat kapasitas dan keterampilan SDM pertanian, khususnya bagi para petani milenial di Tabanan. Diharapkan petani muda ini, bisa ikut terus memperkuat sektor pertanian di Tabanan, karena image sebagai petani itu, kumal, kotor dan tingkat penghasilan rendah sehingga harus terus dikikis ke depannya. Padahal para petani ini, kaum marhaen atau wong cilik yang harus mendapat prioritas di Tabanan.

Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya

Back to top button