M-U Masimakrama di Desa Adat Marga, Bagikan Oleh-oleh Beras dan Sarin Canang

Tabanan, PancarPOS | Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., menghadiri undangan sekaligus masimakrama dengan krama Desa Adat Marga pada Minggu (23/1/2022) sore. Pada kesempatan itu, Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu, juga membagikan bantuan paket Sembako, berupa beras untuk para pemangku di desa adat setempat. Kehadiran Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U kali ini, didampingi Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tabanan, I Wayan Sudiana alias Gading untuk ikut memberikan doa restu dan dukungan pelaksanaan Karya Atiwa-Tiwa Kusa Pranawa Desa Adat Marga yang berlangsung di Wantilan Sabuh Mas, Desa Adat Marga, Kecamatan Marga, Tabanan. Kunjungan Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI itu, langsung disambut Bendesa bersama Perbekel Desa Marga, para pemangku dan krama penyangra atiwa-tiwa.

Bendesa Adat Marga Ida Bagus Abdhi mengungkapkan karya ini dilaksanakan dengan 76 sawa, 1 nyekah dan 7 ngelungah dan ngelangkir serta 36 orang potong gigi massal. Persiapan karya telah dilaksanakan sejak Senin, 3 Januari 2022 hingga puncak karya pada Kamis, 27 Januari 2022 dan akan berakhir dengan ngelinggihan dan ngelebar pada Senin, 31 Januari 2022. Pihaknya menegaskan ingin bertatap muka langsung dengan Made Urip sebagai salah satu tokoh masyarakat yang telah menjabat sebagai Anggota Komisi IV DPR RI, pada saat bertepatan dengan Kerthi Atiwa-tiwa Kusa Pranawa yang sebenarnya akan dilaksanakan pada tahun 2019. Namun akhirnya tertunda akibat dampak pandemi Covid-19, sehingga baru bisa berlangsung setelah kasus melandai yang dilaksanakan secara bergotong royong. Apalagi kondisi masyarakat sedang mengalami kesulitan ekonomi, sehingga berharap dengan kehadiran Made Urip bisa lebih memotivasi krama Desa Adat Marga.

“Sekarang masyarakat sudah sanggup melaksanakan atiwa-tiwa dengan tingkatan karya kusa pranawa atau madia utama. Karya ini sebagai bentuk semangat perjuangan Desa Marga untuk maju ke depan dengan mengambil nilai-nilai perjuangan leluhur kita. Hal ini juga sesuai arahan Pak Made Urip dan Pak Wayan Gading. Jadi kami sangat mengucapkan terimakasih atas semua dukungannya selama ini,” paparnya, seraya ditambahkan Perbekel Desa Marga, Rai Darmawan, ST., juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Made Urip yang ikut hadir memberikan doa restu kepada warga Desa Marga. “Kami selalu sangat berterima kasih atas bantuan dan atensi Pak Made Urip yang sangat rajin membantu dan memperhatikan Desa Marga,” imbuhnya. Di sisi lain, Wayan Sudiana mengaku mendampingi Made Urip sebagai pimpinan dan senior PDI Perjuangan. Pertemuan tatap muka ini, juga mengawali kegiatan simakrama dengan masyarakat setelah melakukan penanaman 3 ribu pohon mangrove bersama di Pantai Tuwed, Kecamatan Melaya, Jembrana.

“Yadnya massal ini untuk meringankan beban warga, sehingga Pak Made Urip juga ikut mendukung pelaksanaan karya ini. Jadi jangan dilihat besar kecilnya atau berat ringannya, tapi niat tulus Pak Made Urip untuk membantu meringkan beban krama,” tandas Gading. Saat bertatap muka, M-U menyampaikan permohonan maaf tidak bisa hadir sesuai dengan undangan, karena kesibukan kegiatan partai harus datang mendahului. Namun sangat berbangga bisa melihat langsung soliditas dan persatuan krama adat yang terwujud selama pelaksanaan karya sebagai bentuk ucapan terimakasih kepada leluhur. Melalui kegiatan yadnya masal ini, juga bisa mengurangi biaya, sehingga ingin ikut hadir mendoakan agar bisa berjalan lancar. “Saya sebagai warga Marga akan ikut berpartisipasi, apalagi Desa Marga sebagai desa perjuangan yang menjadi modal semangat untuk menyukseskan acara ini,” tegas M-U, sembari menyadari selama ini masyarakat tetap bersatu di jalur merah, termasuk secara terus menerus dipilih sehingga 5 periode duduk sebagai Anggota DPR RI dengan 255.130 suara terbanyak di Dapil Bali dan tembus ranking ketujuh nasional.

“Mudah-mudahan ke depan kerjasama ini bisa terus dijalin dengan lebih baik lagi,” tutup M-U, sekaligus membagikan oleh-oleh masing-masing 5 kg beras kepada 50 pemangku di Desa Adat Marga, serta menyerahkan punia atau sarin canang sebesar Rp10 juta. ama/ksm









