Hukum dan Kriminal

Tidak Sekedar Materai 10000, Ketua DPRD Bali Desak Aparat Proses Hukum Oknum Warga Sumberklampok


Denpasar, PancarPOS | Aksi nekat sekelompok warga non Hindu di Sumberklampok, Buleleng yang bergerombol mengendarai sepeda motor menuju kawasan Pantai Segara Rupek, saat pelaksaan Nyepi, pada Rabu siang (22/3/2023) dinilai telah merusak tolerasi dan kerukunan umat beragama di Bali. Meskipun usai insiden tersebut, para pelaku menyatakan meminta maaf dengan materai tempel 10000, namun tindakan hukum harus tetap diproses sesuai aturan yang berlaku. Bahkan, Ketua DPRD Bali, I Nyoman Adi Wiryatama merasa sangat kecewa dengan ulah oknum warga Sumberklampok yang sudah mencederai toleransi yang selama ini terus dijaga turun temurun oleh leluhur di tanah Bali.

1bl#ik-005.19/3/2023

Apalagi selaku Ketua DPRD Bali bersama Gubernur Bali, Wayan Koster sebelumnya telah menandatangani pelepasan tanah negara yang telah lama diperjuangkan oleh warga Sumberklampok selama bertahun-tahun, sehingga saat ini sudah memiliki kekuatan hukum tetap untuk mereka tempati dengan harapan bisa hidup rukun berdampingan antara satu dengan lainnya untuk.menjaga kebhinnekaan dan NKRI mengedepankan rasa toleransi, serta rasa persatuan dan kesatuan. “Itu yang kita harapkan,” kata mantan Bupati Tabanan dua periode itu, kepada PancarPOS, Jumat (25/3/2023), seraya mendesak prajuru adat di Sumberklampok, agar juga menindak tegas oknum tersebut sesuai dengan aturan adat yang berlaku.

1bl#ik-004.18/3/2023

Disebutkan, saat proses mediasi sebelumnya memang para oknum yang bermasalah di Sumberklampok secara resmi meminta maaf. Akan tetapi ditegaskan, aparat hukum harus tetap menindak tegas oknum tersebut, sesuai aturan hukum yang berlaku. “Soal meminta maaf itu gampang. Tapi tidak seperti itu saja masalahnya. Karena masalahnya sangat kompleks. Kalau kita biarkan hanya minta maaf seperti itu, tapi besok bisa tambah runyam. Karena masyarakat kita betul-betul mewarisi rasa toleransi di tanah Bali, jangan sampai dirusak oleh segilintir oknum di Sumberklampok. Kita ingin mereka ditindak tegas oleh aparat hukum,” pungkasnya.

1bl#ik-009.19/3/2023

Seperti diketehui sebelumnya, viral di media sosial sekelompok warga di Sumberklampok, Buleleng, nekat menerobos penjagaan pecalang saat hari raya Nyepi, Rabu (22/3/2023). Mereka disebut-sebut hendak menuju pantai dengan berkendara motor ramai-ramai dan tak mengindahkan larangan pecalang yang sudah berjaga di keheningan Nyepi. Puluhan warga ini bahkan bersorak ketika berhasil menerobos penjagaan tersebut. Mereka berhasil masuk untuk menuju kawasan pantai setelah seorang pria nekat membuka portal tersebut. “Ayo satu per satu masuk. Nggak ada yang larang, biar pun bapak Kapolda, bapak polisi, biar tidak ramai di sini,” kata pria berbaju loreng yang membuka portal.

1bl#ik-013.21/3/2023

Namun berselang sehari di aula Mapolsek Gerokgak dilakukan mediasi pada Kamis (23/3/2023) pukul 12.30 Wita. Kapolsek Gerokgak Kompol I Gusti Nyoman Sudarsana, S.St selaku fasilitator mediasi terkait peristiwa warga yang diduga memaksa masuk dan membuka portal jalan menuju ke Segara Rupek dan tidak menuruti perintah pecalang saat hari raya Nyepi Tahun caka 1945, sehingga diduga dapat menodai pelaksanaan penyepian. ama/ksm


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button