Pariwisata

Bali Rancang Rel Kereta Bawah Tanah di Kuta Sepanjang 5,4 Km



Denpasar, PancarPOS | Terkait wacana rencana pembanguna rel Kereta Api (KA) Perkotaan Sarbagita, akan segera dirancang Lintas Rel Terpadu (LRT) di Bali. Saat dikonfirmasi, Kadis Perhubungan (Dishub) Provinsi Bali, Ir. I Gde Wayan Samsi Gunarta, M.Appl.Sc., di Denpasar, Jumat (24/1/2020), menegaskan LRT Bandara Ngurah Rai ke Kuta yang ramai diberitakan media online ada dalam status selesainya penandatanganan nota kesepahaman antara PT AP1 dengan PT NK menggandeng Korea National Railway Authority (KRNA) sebagai penyandang dana dan penyedia teknologi. Ketiga Perusahaan ini akan membentuk konsorsium untuk membangun shuttle train dari Bandara ke propertinya PT AP1 yang berlokasi di Depan Hotel Jineng (Sunset Road, dekat Patung Dewa Ruci).

6bl-bn#17/1/2020

Shuttle ini direncanakan melintas di bawah tanah melalui Kuta dengan panjang lintasan kira-kira 5,4 Km. Di Depan Hotel Jineng, PT Angkasa Pura 1 berencana membangun gedung yang akan digunakan sebagai area city Check in. Lokasi ini akan terkoneksi langsung dengan Kereta ringan ART yang dipersiapkan PT KAI untuk melayani kota ke Sanur. LRT belum ada proses permohonan persetujuan secara resmi tetapi rencana ini sudah dikonsultasikan kesesuaiannya dengan rencana induk daerah dan nasional kepada Dishub. Sesuai draft master plan kita, LRT ini direncanakan menyusuri sisi barat menuju Legian, Seminyak, Canggu, Puspen Badung, ke Mengwi. Lintasan ini merupakan usulan dari Badung. Kabupaten Badung sendiri menginginkan LRT ini dapat menerus ke Ubud. “Sedang kami telaah integrasinya dengan rencana KA penghubung Denpasar-Buleleng,” katanya.

Baca | Kembang Hartawan Tolak Wacana Jembatan Jawa-Bali

Proses selanjutnya adalah pihak AP1-NK-KRNA akan menghadap Gubernur Bali, Wayan Koster untuk menyampaikan rencana. Di sisi lain (Sisi Timur) dari Jineng mengarah ke Imam Bonjol-Teuku Umar-Renon-Sanur sedang dilakukan studi lintasan ART oleh PT KAI, sekaligus dalam menyusun FS. PT KAI sudah mendapatkan persetujuan prinsip dari Gubernur Bali untuk menyusun FS yang akan diajukan kembali untuk usulan trase. Kemungkinan PT KAI merencanakan bekerjasama dengan China Railway Rollingstock Corporations (CRRC, sebagai penyedia teknologi). “Mereka belum merampungkan konsorsium karena menunggu FS selesai,” tutupnya. mas/aka/ama/jmg

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close