Usung Semangat “Bertumbuh Seirama”, Rakerda BKS-LPD Bali 2026 Satukan Langkah Perkuat LPD Menuju Bali Jagadhita

Denpasar, PancarPOS | Badan Kerja Sama Lembaga Perkreditan Desa (BKS-LPD) Provinsi Bali menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2026 dengan mengusung semangat “Bertumbuh Seirama” sebagai tekad bersama memperkuat eksistensi Lembaga Perkreditan Desa (LPD) sebagai pilar ekonomi desa adat menuju Bali yang shanti dan jagadhita.
Rakerda yang berlangsung di Hotel Puri Nusa Indah Denpasar, Jumat (12/6/2026), dihadiri sekitar 150 peserta, termasuk 95 Pamucuk LPD se-Bali yang juga merupakan pengurus BKS-LPD dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota hingga provinsi.
Turut hadir perwakilan Bendesa Agung MDA Provinsi Bali, Ketua PHDI Provinsi Bali, Ketua Umum BKS-LPD Bali, Kepala LPLPD Provinsi Bali atau yang mewakili, Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Bali atau yang mewakili, Direktur Utama Bank BPR Kanti, perwakilan Direktur RS Puri Raharja, Kepala Bank BPD Bali Cabang Renon, perwakilan PT USSI Pusat Bandung, PT USSI Dewata Technologi, PT USSI Cipta Technologi Dewata (CTD), IFG Life Asuransi, PT Jamkrida Bali Mandara, PT Bimasakti Multi Sinergi, Owner Toko Nyoman, anggota kehormatan BKS-LPD Bali, serta para Ketua BKS-LPD Kecamatan se-Bali.
Ketua Panitia Rakerda, Made Nyiri Yasa, S.Sos., M.MA., mengatakan pelaksanaan Rakerda merupakan amanat organisasi untuk melakukan evaluasi sekaligus menetapkan arah kebijakan ke depan. “Dalam upaya memenuhi kewajiban organisasi, Rakerda dilaksanakan sebagai forum evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan tahun anggaran sebelumnya serta menetapkan Rencana Kerja dan RAPB Tahun Anggaran 2026,” ujarnya.
Menurutnya, BKS-LPD Bali memiliki struktur organisasi yang kuat dan terorganisasi dengan baik. Saat ini terdapat 57 BKS Kecamatan di seluruh Bali yang kemudian terkoordinasi dalam BKS Kabupaten/Kota di sembilan kabupaten/kota, sebelum terpusat pada BKS-LPD Provinsi Bali sebagai induk organisasi. “Tahun ini merupakan Rakerda keempat dalam masa bakti kepengurusan 2022–2027,” katanya.
Ketua Umum BKS-LPD Provinsi Bali, Drs. I Nyoman Cendikiawan, S.H., M.Si., dalam sambutannya terlebih dahulu menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan kepada umat Hindu di Bali. “Kami dari BKS dan LPLPD menyampaikan selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan. Mudah-mudahan Ida Sang Hyang Widhi Wasa memberikan keselamatan bagi kita semua,” ucapnya.
Ia menjelaskan, Rakerda tahun ini sebenarnya telah direncanakan sejak April lalu, namun baru dapat dilaksanakan karena adanya sejumlah agenda organisasi yang lebih dahulu berlangsung. Cendikiawan menegaskan bahwa terdapat tiga poin utama yang menjadi fokus pembahasan dalam Rakerda kali ini.
“Pertama, mengevaluasi seluruh kegiatan tahun 2025, sekaligus mencari solusi atas berbagai hambatan yang dihadapi selama setahun terakhir. Kedua, menyusun rencana kerja tahun 2026. Ketiga, mengoordinasikan dan mensolidkan kegiatan antara provinsi, kabupaten/kota, hingga kecamatan,” jelasnya.
Menurutnya, forum tersebut juga menjadi ajang demokrasi yang sangat dinantikan oleh para pengurus BKS-LPD di daerah. “Ini adalah ruang untuk menyampaikan usulan, saran, dan masukan dari teman-teman di lapangan. Semua akan kami tampung di tingkat provinsi untuk dicarikan solusi terbaik demi kemajuan bersama,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini ikut menjaga keberadaan LPD di Bali. “Kami berterima kasih kepada tokoh masyarakat, pemerintah, media, dan seluruh masyarakat Bali yang sejak awal ikut menjaga keberadaan LPD kita. LPD adalah lembaga keuangan milik desa adat yang harus kita jaga bersama,” katanya.
Menurut Cendikiawan, LPD kini telah memasuki usia 42 tahun. Oleh sebab itu, menjaga keberlanjutan lembaga tersebut menjadi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat Bali. “Kita harus menjaga eksistensi LPD agar terus berkelanjutan. Saya mengibaratkan melihat LPD itu dari awan, yaitu aditel, wartamanu, nagatel. Aditel adalah masa lalu, wartamanu masa sekarang, dan nagatel masa depan. Artinya, kita harus melihat LPD secara utuh, belajar dari sejarahnya, memperkuat kondisi saat ini, dan menyiapkan masa depannya,” ungkapnya.
Di tengah perkembangan zaman, ia berharap seluruh LPD mampu beradaptasi dengan perubahan, khususnya dalam bidang teknologi dan digitalisasi. “Kita berharap LPD mampu mengikuti perkembangan teknologi dan digitalisasi agar tetap kuat, dipercaya, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat adat,” ujarnya.
Adapun materi Rakerda meliputi Laporan Pertanggungjawaban Keuangan Tahun Anggaran 2025, penguatan visi dan misi organisasi serta Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM), penetapan Rencana Kerja Tahun Anggaran 2026, penetapan Rencana Anggaran Pendapatan dan Biaya (RAPB) serta Rencana Kerja Tahunan (RKT) BKS-LPD Bali Tahun Anggaran 2026, hingga berbagai kesepakatan strategis lainnya untuk kemajuan organisasi dan LPD Bali.
Semangat “Bertumbuh Seirama” yang diusung dalam Rakerda tahun ini mengandung makna mendalam. Seluruh elemen organisasi diajak memadukan semangat kebersamaan agar mampu bertumbuh sesuai potensi masing-masing tanpa saling mengabaikan.
“Mari kita padukan semangat dan rasa kebersamaan untuk mampu bertumbuh sesuai potensi yang ada. Tidak saling mengabaikan satu sama lain, tetapi seirama untuk kebaikan dan kedamaian bersama. Pasti akan indah pada waktunya,” demikian pesan yang menjadi roh pelaksanaan Rakerda BKS-LPD Bali 2026.
Pelaksanaan Rakerda didukung anggaran sebesar Rp189.900.000 yang telah ditetapkan melalui rapat pengurus. Panitia berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi Bali, berbagai lembaga, mitra kerja, pihak swasta, serta para donatur untuk mendukung keberlangsungan program-program organisasi. Secara khusus, panitia menyampaikan terima kasih kepada Bank BPD Bali yang telah berpartisipasi sebagai donatur dan mitra kerja dalam menyukseskan Rakerda BKS-LPD Bali Tahun 2026.
Di tengah tantangan ekonomi dan derasnya arus modernisasi, Rakerda BKS-LPD Bali menjadi bukti bahwa desa adat Bali tetap memiliki fondasi ekonomi yang kokoh melalui LPD. Dengan semangat “Bertumbuh Seirama”, LPD diharapkan terus berkembang sebagai lembaga keuangan milik desa adat yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan demi terwujudnya Bali yang shanti dan jagadhita. ama/ksm/kel









