Jelang Galungan, Bank BPD Bali Pastikan Ketersediaan Uang Tunai Aman
Antisipasi Lonjakan Penarikan dari Masyarakat

Denpasar, PancarPOS | PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali memastikan ketersediaan uang tunai dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan. Direktur Bisnis Bank BPD Bali, I Nyoman Sumanaya, S.E., M.M., mengatakan berbagai langkah antisipatif telah dilakukan jauh hari sebelumnya guna menghindari terjadinya kekurangan likuiditas di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai.
“Di Bank BPD Bali, terutama dalam rangka melayani masyarakat terkait kebutuhan uang tunai, semuanya sudah kami siapkan, baik melalui teller maupun ATM,” ujarnya di sela-sela pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) BKS-LPD Bali Tahun 2026 di Hotel Puri Nusa Indah Denpasar, Jumat (12/6/2026). Menurut Sumanaya, persiapan tersebut telah dilakukan sekitar satu minggu sebelum Hari Raya Galungan dengan memperhitungkan pola transaksi yang terjadi pada perayaan hari besar keagamaan sebelumnya.
“Nah, khusus menjelang Hari Raya Galungan, kami sudah melakukan antisipasi. Segala persiapan sudah direncanakan seminggu sebelumnya. Penarikan melalui teller maupun ATM sudah kami perhitungkan dengan baik,” katanya. Tak hanya melayani nasabah perbankan secara umum, Bank BPD Bali juga memberikan perhatian khusus terhadap kebutuhan likuiditas Lembaga Perkreditan Desa (LPD) yang menjadi ujung tombak pelayanan keuangan masyarakat desa adat di Bali.
“LPD-LPD yang melayani masyarakat desa adat juga kami siapkan kebutuhan uangnya. Penyediaan uang itu sudah kami prediksi dengan mengacu pada historis Hari Raya sebelumnya, termasuk berbagai program yang berkembang di masyarakat,” jelasnya. Sumanaya mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan tambahan pasokan uang tunai sekitar 10 persen untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan transaksi melalui LPD.
“Kami sediakan peningkatan sekitar 10 persen dari kebutuhan yang biasanya disalurkan melalui LPD. Karena memang di beberapa daerah sudah ada program-program seperti jimpitan, sehingga terjadi penarikan dana lebih awal, bahkan sejak dua minggu sebelum hari raya,” ungkapnya. Ia mencontohkan sejumlah wilayah seperti Ubud yang memiliki tradisi dan pola transaksi khas menjelang hari raya sehingga menjadi perhatian tersendiri dalam penyusunan proyeksi kebutuhan uang tunai.
“Di beberapa daerah seperti Ubud ada model jimpitan. Historisnya memang seperti itu. Karena itu kami menyiapkan jauh-jauh hari agar semuanya tercover dengan baik,” katanya. Terkait proyeksi peningkatan penarikan dana masyarakat, Sumanaya menilai polanya relatif tidak jauh berbeda dibandingkan Hari Raya Galungan sebelumnya. “Kalau ritmenya sama dengan hari raya sebelumnya, sebenarnya relatif sama. Kami mengacu pada pengalaman Galungan terdahulu dalam menyusun kebutuhan uang tunai,” ujarnya.
Ia juga menyinggung penyaluran berbagai bantuan yang diterima masyarakat melalui rekening Bank BPD Bali, yang turut memengaruhi tingginya aktivitas transaksi menjelang hari raya. “Kemarin ada sekitar 80 ribu penerima bantuan yang sudah kami akomodasi melalui layanan ATM. Hampir sekitar 70 persen penerima sudah terlayani melalui ATM, sehingga masyarakat bisa melakukan penarikan kapan saja,” jelasnya. Menurutnya, kemudahan akses transaksi menjadi salah satu prioritas Bank BPD Bali dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Masyarakat bisa menarik dana melalui ATM Bank BPD Bali. Bahkan bisa juga dilakukan di jaringan ATM bank lain atau melalui gerai tertentu seperti Indomaret, walaupun untuk transaksi di luar jaringan Bank BPD Bali akan dikenakan biaya layanan sesuai ketentuan yang berlaku,” terangnya. ama/ksm









