Selasa, April 28, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaPolitik dan Sosial BudayaPerjuangan Lilik Nurmiasih All Out, Jembatan Pangkung Anyar Akhirnya Diperbaiki

Perjuangan Lilik Nurmiasih All Out, Jembatan Pangkung Anyar Akhirnya Diperbaiki

Buleleng, PancarPOS | Penjabat (Pj) Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana didampingi Anggota DPRD Buleleng Ni Made Lilik Nurmiasih, SE., meletakkan batu pertama, sebagai tanda dimulainya perbaikan Jembatan Pangkung Anyar di Lingkungan Bakung, Kelurahan Sukasada, Kecamatan Sukasada, Buleleng, pada Jumat (22/9/2023). Perbaikan sebuah jembatan yang amblas pada Januari 2023 lalu akibat longsor dan hujan lebat itu, menjadi akses yang sangat vital bagi warga di sekitarnya.

Pembangunan jembatan dambaan masyarakat Bakung ini sudah menjadi impian sejak lama, karena dari puluhan tahun hanya dibangun jembatan darurat yang jebol, sehingga akses jalan terputus dari dan menuju Desa Sari Mekar, Kecamatan Sukasada. Lantaran adanya fasilitasi dan uluran tangan, serta perjuangan all out dari Lilik Nurmiasih selaku Anggota Dewan yang kembali digadang-gadang maju sebagai calon Anggota DPRD Buleleng incumbent nomor urut 3 dari PDI Perjuangan Dapil Sukasada ini, akhirnya bisa membangun jembatan baru untuk menggantikan jembatan darurat menggunakan bambu di atas jalan di Lingkungan Bakung.

Penjabat (Pj) Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana didampingi Anggota DPRD Buleleng Ni Made Lilik Nurmiasih, SE., saat Peletakkan Batu Pertama perbaikan Jembatan Pangkung, pada Jumat (22/9/2023). (foto: mas)

“Pembangunan jembatan ini sangat penting bagi masyarakat, mengingat jalan tersebut merupakan akses utama warga, termasuk anak-anak untuk menuju ke sekolah,” ujar Lilik sapaan akrabnya itu, seraya mengaku sebagai Wakil Rakyat yang menjadi idola masyarakat Sukasada, juga ikut berterima kasih atas dukungan semua masyarakat, karena program pembangunan Jembatan Pangkung Anyar ini akhirnya bisa terlaksana dengan baik. Apalagi akses jalan ini paling vital sebagai penghubung antar desa serta penunjang aktifitas sehari hari, terutama dalam hal kegiatan keagamaan.

“Sesuatu yang membanggkan dan menjadi catatan sejarah ikut berpartisipasi serta mendukung program Pemerintah dalam Peletakan Batu Pertama Pembangunan Jembatan Pangkung Anyar,” imbuhnya. Perbaikan jembatan ini melalui pembangunan box culvert Pangkung Anyar ruas Jalan Bukit Lempuyang yang menghabiskan anggaran sebesar Rp981,012 juta. Dana tersebut berasal dari Dana Insentif Fiskal (DIF) anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Buleleng tahun 2023 yang pengerjaannya dilakukan dalam waktu 105 hari.

“Ditagetkan pada pertengahan Desember 2023 sudah selesai. Kami harap bisa lebih cepat lebih baik, namun tetap berkualitas,” katanya. Peletakan batu pertama jembatan ini, dilanjutkan dengan penyerahan bantuan untuk masyarakat di Kecamatan Sukasada yang dipusatkan di Wantilan Sukasada “Semoga bantuan Ini bisa bermanfaat dan mengurangi beban masyarakat sareng sami,” pungkas Lilik. Sementara itu, Bendesa Adat Sukasada, Jero Putu Joni Sandiasa selaku perwakilan masyarakat menyampaikan rasa terima kasihnya, terutama kepada Pj Bupati Lihadnyana dan Lilik Nurmiasih, karena jembatan yang lebih dikenal dengan Jembatan Bakung ini sudah diperbaiki.

Penjabat (Pj) Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana didampingi Anggota DPRD Buleleng Ni Made Lilik Nurmiasih, SE., saat Peletakkan Batu Pertama perbaikan Jembatan Pangkung, pada Jumat (22/9/2023). (foto: mas)

Pihaknya membenarkan, jembatan ini menjadi akses vital bagi masyarakat, karena tidak hanya kegiatan umum sehari-hari, tetapi juga kegiatan keagamaan dan adat-istiadat. “Jembatan ini sangat penting bagi kami karena kami tidak perlu memutar lagi untuk menuju tempat dimana dilaksanakan upacara keagamaan maupun adat,” ungkapnya. Usai peletakan batu pertama, Pj Bupati Lihadnyana menjelaskan mitigasi bencana dan dampak dari bencana tersebut harus benar-benar dilakukan. Termasuk merencanakan skema pembiayaan perbaikan dari infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat dari bencana. Ini diperlukan karena Buleleng merupakan daerah yang rawan bencana.

“Tugas pemerintah melakukan mitigasi. Seperti putusnya jalan ini. Bagaimana skema anggarannya, anggaran disiapkan seperti apa. Tidak menyiapkan anggaran pada program rutin. Anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) bisa digunakan. Kita ingin memperbaiki cepat, namun tetap harus sesuai aturan,” jelasnya. Pj Bupati Buleleng yang juga Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Bali ini, meminta kepada masyarakat untuk bersama-sama mengawasi kualitas dari pengerjaan. Kontraktor yang mengerjakan juga harus memberikan hasil yang terbaik. Tidak hanya cepat, namun juga berkualitas.

“Untuk jembatan atau jalan yang masih rusak, kita akan perbaiki secara bertahap. Fokus di tahun 2024 adalah infrastruktur,” ujarnya. Ditambahkan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Buleleng Putu Adipta Eka Putra menyebutkan pada akhir Januari 2023 terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Hal tersebut menyebabkan debit air dari Pangkung Anyar Lapang membesar sehingga jembatan di ruas Jalan Bukit Lempuyang jebol. Langkah awal yang diambil adalah membuat jalan darurat agar roda dua dan pejalan kaki bisa melewati jalan ini. “Ruas jalan ini merupakan akses utama masyarakat, sehingga dibuatkan jembatan darurat sembari mencari anggaran dari berbagai sumber yang memungkinkan,” sebutnya. tim/ama/ksm

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

spot_img
spot_img
spot_img