Jaga Ketahanan Pangan Keluarga, Made Urip Memetik dan Menanam Sayuran Bersama KWT Mekar Sari

Tabanan, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., kembali melakukan kegiatan memetik dan menanam bersama bibit sayuran di Demplot Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Sari, Desa Petiga, Marga, Tabanan, Sabtu (25/9/2021). Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi pertanian, kehutanan dan lingkungan hidup yang akrab disapa M-U ini, juga sempat menyerahkan bantuan 5 unit alat penyemprot tanaman dengan mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Bantuan diserahkan bersama Anggota DPRD Bali dari Fraksi PDI Perjuangan I Nyoman Laka, serta Anggota DPRD Tabanan dari Fraksi PDI Perjuangan, I Gede Oka Winaya, SE., dan Putu Nuning, beserta Kadis Tanaman Pangan Tabanan yang diwakali Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan, I Made Arya Putra, dan Perbekel Desa Petiga yang dihadiri para pengurus dan anggota KWT Mekar Sari.

Menerima kedatangan Wakil Rakyat Sejuta Traktor itu, Ketua KWT Mekar Sari, Ni Wayan Citaasih secara langsung mengucapkan selamat datang bersama Oka Winaya yang bisa hadir pada kegiatan panen dan tanam bersama bibit sayuran yang dikembangkan, seperti terong, tomat, cabe, dan sayur hijau. Ia juga mengucapkan teirmkasih atas terpilihnya KWT Mekar Sari dengan 31 anggota yang berdiri sejak tahun 2012, namun pada tahun 2021 baru mendapat bantuan program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) senilai Rp50 juta sebagai dana suntikan dari pusat berkat perjuangan keras Made Urip. “Dana santunan ketika keluar langsung dirintis untuk pembuatan dan penanaman bibit, karena baru kali ini kami mendapat bantuan pusat. Jadi saya mengucapkan suksma banget (terimakasih sekali, red) sudah mendapatkan dana langsung dan kami berharap bantuan Pak Made Urip tidak sampai di sini saja, dan nanti ke.depan biar terus berlanjut. karena sangat merasakan manfaatnya. Kita harap Pak Made tetap ajeg demi kelompok kami,” tandasnya.

Hal serupa disampaikan, Perbekel Desa Petiga, I Wayan Sugita yang menyampaikan ucapan terimakasih kepada Made Urip bersama instansi terkait lainnya, karena telah mengulurkan bantuan kepada masyarakat Desa Petiga secara riil dan nyata sudah dibantu. Diharapkan masyarakat desa yang menjadi basis pengembangan tanaman hias ini, bisa terus dibantu dan dibimbing agar pembangunan Desa Petiga bisa berjalan lancar. “Termasuk kegiatan panen dan tanam bibit ini, kami ucapkan terimakasih kepada Pak Made Urip bersama Pak Gede Oka dan Ibu Nuning. Kami harapkan bantuan ini ke depan bisa menjadi cambuk bagi kelompok tani untuk berkembang dan berkelanjutan,” paparnya. Di sisi lain, Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Tabanan, Made Arya Putra meminta KWT Mekar Sari harus bangga, karena berkat Made Urip menjadi salah satu penerima manfaat tahun 2021 dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang berasal dari pusat dapat kucuran bantuan P2L untuk 8 KWT di Tabanan yang harus dimanfaatkan untuk menjaga ketersediaan pangan. Apalagi Kabupaten Tabanan sebagai lumbung pangannya Bali yang harus terus dipertahankan.

“Terutama generasi muda milenial agar tidak malu bertani di masa pandemi, karena hanya sektor pertanian yang tidak terkena imbasnya. Kegiatan ini bisa memanfaatkan lahan pekarangan dan non produktif untuk menanam tanaman pangan organik guna mewujudkan ketahanan pangan keluarga,” jelasnya. Gede Oka Winaya yang juga Sekretaris PAC PDI Perjuangan Kecamatan Marga, juga berharap agar bantuan PL2 untuk KWT Mekar Sari agar bisa terus berkembang dan makin kompak ke depannya, karena akan ada tahapan lain yang akan dibina bersama Made Urip. “Jadi saya mengucapkan selamat kepada anggota KWT yang sudah kompak dan solid mengembangkan penanaman sayur organik di Desa Petiga,” ujar pengusaha distributor bahan bakar minyak (BBM) tersebut. Di sela-sela penyerahan bantuan, sekaligus panen dan tanam bersama benih sayuran itu, Made Urip juga memonitoring atau melihat langsung di lapangan program P2L yang dialokasikan dari DAK APBN 2021. Dikatakan progresnya cukup baik, karena sudah dua kali panen, sekaligus menanam kembali. Bantuan ini diharapkan bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menjaga kedulatan pangan, atau paling tidak bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Apalagi dampak pandemi Covid-19 saat ini sudah memberkan dampak luar biasa bagi kehidupan masyarakat, khususnya di Bali yang hanya bergantung di sektor pariwisata yang sudah lesu darah, karena sangat rentan dengan isu penyakit, keamanan dan bencana. Untungnya kata Anggota Badan kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI itu, di Bali masih ada sektor pertanian yang masih kuat bertahan, karena ada warisan subak, baik subak abian maupun subak basah yang sudah menjadi kultur dan budaya. “Anggota KWT meskipun sebagai wanita harus tetap tangguh menjaga ketahanan pangan. Saya ke depan akan terus berjuang membantu KWT di Bali. Bisa nanti diberikan 10 ekor sapi, khusus untuk wanita yang biasa ngarit, seperti di Tiyinggading, Selemadeg Barat. Kalau di sini bisa seperti itu, akan kita bagi 10 ekor sapi agar pertumbuhan ekonomi di desa bisa bangkit dan bergerak. Saya berharap bersama Gede Oka dan Bu Nuning akan membantu KWT ini untuk dikembangkan menjadi desa wisata yang berbasis pertanian atau agrotourism, karena wisata akan kembali ke alam dengan suasana hijau dan subur,” beber Anggota DPR RI lima periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan peringkat ketujuh nasional itu. ama/ksm








