Tabanan, PancarPOS | Gebyar program bantuan awal tahun 2023 terus digenjot Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., dengan kembali turun langsung menggelontorkan 30 ribu bibit tanaman produktif untuk kelompok tani dan subak abian di seluruh Bali. Bantuan yang diperjuangkan Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U ini, disalurkan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Dirjen Pengendalian DAS dan Hutan Lindung, Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Unda Anyar yang seluruhnya diserahkan secara simbolis di Posko Penyerahan Bibit Tanaman Produktif Tahun 2023, Desa Tua, Marga, Tabanan, Senin (20/2/2023).

Penyerahan bantuan bibit unggul ini, seperti Mangga Garifta Merah dan Manalagi 69, Durian Ontong, Jambu Air Citra dan Kristal, Manggis Kaligesing, Lengkeng Kateki, Alpukat Kendil, Ijo Bundar dan Ijo Panjang kali ini, dihadiri sejumlah Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten/ Kota dari seluruh Bali, beserta Plt Camat Marga, Perbekel Desa Tua dan Kelian Dinas Banjar Cau. Salah satu penerima bantuan, Koordinator Petani Kecamatan Buleleng, I Nyoman Sukrawan mengakui program yang diluncurkan Made Urip sangat luar biasa, sehingga merasa sangat berbahagia bisa mendapat bantuan bibit tanaman produktif langsung dari Made Urip.
Pihaknya mengaku sangat terbantu dengan bibit pohon unggul bertepatan di masa musim hujan, sehingga para petani dan subak abian sangat astusias ikut merawat bumi pertiwi. “Bapak Made Urip sangat konsisten membantu petani, apalagi di masa pandemi Covid-19 sebelumnya, sehingga bisa membantu petani ke depan semakin sejahtera,” bebernya. Pada kesempatan ini, Wakil Ketua Bidang Buruh Tani dan Nelayan, Ni Made Dewi Trisnayanti, SH., mewakili Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan sangat menyambut positif perjuangan Made Urip sebagai senior partai yang tidak ada henti-hentinya membantu para petani dan krama subak di Bali, salah satunya membagikan bibit tanaman produktif.

Apalagi sebagai kader partai wong cilik akan selalu aktif merawat pertiwi dengan menanam bibit pohon produktif yang disalurkan oleh Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini. “Bapak Made Urip sangat konsisten memberikan bantuan di sektor pertanian, sehingga kita berharap kembali terpilih menjadi Anggota DPR RI,” tandas Anggota DPRD Tabanan itu, seraya dijawab “Merdeka,” oleh ratusan petani dan krama subak abian se-Bali. Di sisi lain, Kepala Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Unda Anyar, Triadi Wibisono, SE., MBA., mengaku sudah lama mengenal sepak terjang Made Urip yang sangat konsisten membantu merawat bumi dan memelihara lingkungan, khususnya di Bali, seperti melalui pembagian bibit produktif yang sangat bermanfaat baik secara ekonomi, termasuk dari sisi ekologi untuk merawat bumi dan lingkungan.
Ia juga sangat bersyukur, karena ternyata bibit unggul yang ditanam sudah mulai menghasilkan sejak dibagikan Made Urip mulai awal tahun 2019 ke seluruh Bali. “Bantuan bibit yang diserahkan Bapak Made Urip ini bisa ikut memulihkan bumi pertiwi kita, sehingga Bali semakin indah dan lestari. Semoga bibit ini bisa bermanfaat dari hasil buah-buahan dan lainnya dapat dinikmati para petani di Bali,” bebernya. Sementara itu, Made Urip juga sibuk dan turun langsung memonitoring penyaluran bantuan bibit tananam produktif tersebut, karena sangat mencintai urusan pertanian dan perut rakyat. M-U menyampaikan total bantuan program ini sebanyak 50 ribu bibit tanaman produktif selama tahun 2023 untuk menjaga alam dan lingkungan di seluruh Bali, agar tetap lestari. Sebelumnya juga sempat dicanangkan program Gerhan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri.

Karena itu, Anggota DPR RI terpilih dengan 255.130 suara terbanyak di Dapil Bali dan peringkat ke-7 nasional itu, mendorong petani dan subak abian agar menanam dan merawat bibit ini dengan baik untuk mencegah kerusakan ekosistem, sesuai arahan Gubernur Bali menuju Bali Green dan Organik dengan gerakan menanam sebagai kultur dan budaya. “Saya mendapat jatah bantuan yang akan diserahkan sebanyak 50 ribu bibit, dan sekarang baru diserahkan 30 ribu bibit, sehingga agar ditanam dan dirawat dengan baik,” kata Made Urip, seraya menyadari selama pandemi Covid-19 perekonomian Bali paling terpukul, akibat pertumbuhan ekonomi hampir minus 12 persen, karena hanya bergantung di sektor pariwisata.
Karena itulah, saat ini semuanya kembali bertani dengan memelihara subak sebagai warisan kultur maupun budaya yang harus dijaga dan dilestarikan. “Untuk itu mari gerakan menaman, agar ada hasil ekonomi ke depan. Saya siap membantu akses untuk mendapat bantuan dari pusat, karena kita tidak bisa hanya mengandalkan APBD saja. Apalagi ABPN kita sudah surplus, akibat semua pendapatan dan pajak tercapai,” pungkas M-U. ama/ksm/yar






