Tabanan, PancarPOS | Selaku Anggota MPR RI, sekaligus menjadi Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., makin gencar turun ke bawah (Turba) untuk melakukan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan. Salah satunya dipusatkan di Kecamatan Kerambitan, Tabanan, pada Sabtu malam (18/3/2023). Kehadiran Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang akrab disapa M-U itu, juga didampingi Anggota DPRD Tabanan dari PDI Perjuangan, I Ketut Arsana Yasa alias Ketut Sadham, Perbekel Desa Tibubiyu, dan Bendesa Adat dengan narasumber I Nyoman Kartika, kali ini menyambangi ratusan generasi muda dan kaum milenial yang juga anggota dan pengurus STT dari 25 banjar se-Kecamatan Kerambitan yang sedang menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Çaka 1945.

Pada kesempatan itu, Ketut Sadham yang juga Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Kerambitan, mengungkapkan Made Urip selalu rajin Turba ke tengah masyarakat, termasuk memberi support kader partai sampai ke akar rumput. Ia pun mengakui sosialisasi yang digencarkan tersebut sangat bermamfaat bagi masyarakat, termasuk kader partai sebagai cara pandang dan hidup masyarakat sehari-hari. Oleh karena itu, diharapkan sosialisasi bisa terus dilanjutkan untuk memberikan pemahaman masyarakat. “Pak Made Urip yang mendapat mandat masyarakat Tabanan sangat rajin menengok masyarakat bersama kader kami di bawah. Harapan kita, Pak Made Urip sesuai bidang pertanian, juga terus memberikan bekal dan masukan bagi masyarakat di sektor pertanian dan sektor lainya. Kita ingin Pak Made Urip bisa membantu masyarakat, termasuk dukungan kader di bawah,” bebernya.
Selain memberikan masukan lewat tanya jawab terkait wawasan 4 Pilar Kebangsaaan, dikatakan kehadiran Made Urip juga terus mengingatkan kepada generasi muda agar bisa terus menjaga keamanan dan ketertiban menjelang dan selama pelaksanaan Catur Brata Penyepian tahun 2023 ini. Sementara itu, Made Urip mengakui tatap muka kali ini serangkaian sosialisasi terkait 4 Pilar Kebangsaan. Namun tidak bisa dipungkiri aspirasi lain juga akan ditampung dan diperjuangkan bersama petugas partai, baik di legilatif dan eksekutif di Tabanan. Tak lupa, Anggota DPR RI peraih 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan peringkat ke-7 nasional itu kembali mengucapkan terimasih atas dukungan dan kepercayaan masyarakat dan kader partai di Tabanan, khususnya di Kerambitan yang selalu konsisten di barisan PDI Perjuangan, sehingga Made Urip terus mendapatkan suara yang signifikan.

“Apa yang menjadi persoalan generasi muda terutama masyarakat di desa, agar selalu dikoordinasikan dengan kader PDI Perjuangan, termasuk program Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini. Sosialisasi ini memang sebagai tugas Anggota MPR untuk menyampaikan 4 Pilar Kebangsaan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk kader partai. Kita ingin agar semuanya tersentuh, karena itu sudah menjadi komitmen bangsa dan keputusan MPR, sehingga tugas DPR sekaligus menjadi MPR wajib mensosialisasikan 4 Pilar,” tegas politisi senior asal Desa Tua, Marga, Tabanan itu. Dijelaskan, pilar yang pertama terkait implementasi Pancasila sebagai dasar negara yang dilanjutkan dengan pilar kedua pemahaman UUD 1945 sebagai konstitusi negara, kemudian pilar ketiga NKRI sebagai bentuk negara dan pilar keempat Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.
Dikatakan, keempat pilar itu sudah menjadi harga mati bagi seluruh rakyat Republik Indonesia. “Seperti Pancasila yang digali oleh Bapak Pendiri Bangsa, Bung Karno sudah ditetapkan oleh Presiden Jokowi tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahirnya Pancasila dan dijadikan libur nasional. Sayangnya saat ini masih banyak yang malah masih cuek dengan pengamalan Pancasila, sehingga mentalitas generasi muda mengalami degradasi. Maka itu, nilai-nilai di setiap butir Pancasila harus kembali dihidupkan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang terpilih lima periode dari tahun 1999 itu, seraya mengajak seluruh elemen masyarakat, khusus kaum milenial wajib mengamalkan Pancasila ini, karena sebagai pandangan hidup dan perekat bangsa dan negara.

“Termasuk UUD 45 yang telah diamandemen sebanyak 4 kali, sehingga negara terus mengalami perubahan, seperti memilih DPR sudah langsung, termasuk memilih bupati sampai presiden ditentukan langsung oleh rakyat,” kata Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI itu. Menurutnya, inilah perlunya pemahaman 4 Pilar Kebangsaaan tidak hanya bagi elit politik saja, namun seluruh lapisan masyarakat. Apalagi menjelang perayaan Nyepi harus terus menjaga persatuan dan kesatuan, agar NKRI tetap terjaga dalam bingkai keanegaragaman sebagai wujud Kebhinnekaan dalam kehidupan sehari-hari. “Nah itulah pentingnya Sosialisasi 4 Pilar ini. Selain sosialisasi, kita juga ingin membantu dan mengurus kepentingan generasi muda. Saya akan ikut menjembatani apa yang menjadi keinginan dan usul saran dari masyarakat, terutama kaum milenial ini,” ungkapnya. ama/ksm






