Politik dan Sosial Budaya

Made Urip Sebarkan Pemahaman 4 Pilar Kebangsaan di Desa Tegaljadi, Perkuat Pilar Perekat Kehidupan Bernegara


Tabanan, PancarPOS | Anggota MPR RI, Drs. I Made Urip, M.Si kembali menyebarkan pemahaman 4 Pilar Kebangsaan dengan penerapan protokol kesehatan (Prokes) yang kali ini dipusatkan di Desa Tegaljadi, Marga, Tabanan, Jumat (19/2/2021). Kehadiran Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode yang kali ini membidangi Pertanian, Ketahanan Pangan, Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu, juga didampingi Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tabanan, I Putu Eka Putra Nurcahyadi, beserta Bendesa Adat Adeng, Tegaljadi dan Pengembungan serta pengurus dan perwakilan STT (sekehe teruna dan teruni) se-Desa Tegaljadi. Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang digalakan Made Urip itu, kembali menghadirkan dua narasumber, I Wayan Gunadi dan I Nyoman Kartika yang juga Kader “Lumutan” PDIP di Tabanan.

3bl#ik-10/2/2021

Pada kesempatan itu, Putu Eka sapaan akrab Ketua PAC PDIP Marga ini, meminta masyarakat khususnya generasi muda di Desa Tegaljadi jangan sampai terkecoh dengan isu paham radikalisme yang terjadi saat ini. Karena itulah, pentingnya pemahaman 4 Pilar Kebangsaan yang terus digalakan Made Urip yang juga tokoh senior partai kelahiran, Desa Tua, Marga, Tabanan. “Contohnya di Medsos ada orang yang saling menjelekan di Tabanan terutama soal infrastruktur jalan yang rusak. Padahal kita harus bersatu untuk membangun Tabanan. Karena itu, mari kita pahami 4 Pilar Kebangsaan ini,” pintanya, seraya mengaku sangat terkesan dengan perhatian Made Urip yang datang langsung memberikan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan. Untuk itu diharapkan seluruh masyarakat, khususnya generasi muda dan kaum milenial terus bersatu mengawal 4 Pilar Kebangsaan ini.

“Pak Made Urip ke depannya akan terus melanjutkan sosialisasi semacam ini. Karena ini sebagai ujung tombak pemersatu di masyarakat dan sangat perlu terus diberikan,” tandasnya, sembari ditambahkan Wayan Gunadi yang mengakui di jaman globalisasi yang semakin modern dibutuhkan sosisialisasi 4 Pilar Kebangsaan, karena sangat membantu generasi muda agar tidak terpecah belah. “Apalagi Pak Made Urip selalu hadir menggencarkan sosialisasi ini, sekaligus mempersatukan generasi muda khususnya di pelosok desa,” tambahnya. Sementara itu, Nyoman Kartika, juga menganggap sosialisasi ini sangat bermamfaat bagi generasi muda dan masyarakat, karena sangat jarang ada yang memperhatikan masyarakat, seperti Made Urip yang terus melanjutkan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan seperti ini.

2bl#ik-10/2/2021

“Sosialisasi ini sangat penting diperhatikan dan diamalkan oleh generasi muda dan masyarakat. Bahkan Ibu PKK juga perlu diberikan sosialisasi. Jadi Pak Urip akan terus melanjutkan sosialiasasi ini sebagai program yang sangat bermamfaat,” tandasnya. Selaku Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Made Urip mengucapkan terimakasih atas kehadiran masyarakat khususnya pengurus dan perwakilan STT se-Desa Tegaljadi, meskipun masih dalam suasana di masa pandemi Covid-19 meluangkan waktunya untuk mengikuti Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan tersebut. Dikatakan tema tersebut sudah menjadi komitmen bangsa, sewaktu mantan Ketua MPR RI, Taufik Kiemas (alm) merasa prihatin dan tergugah akibat adanya gejolak yang menganggu kondisi negara. “Kita kembali ingatkan nilai-nilai kebangsaan, yakni Pancasila sebagai ideologi negara, UUD 1945 sebagai dasar negara, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara harus dipahami, terutama generasi muda,” tegas Anggota DPR RI terpilih lima periode itu.

Disamping itu dikatakan, Bung Karno sebagai Bapak Pendiri Bangsa sudah menggali Pancasila dari Bumi Indonesia yang diterima dengan baik oleh seluruh rakyat, terkait 5 butir mutiara yang dipersembhahkan kepada bangsa dan negara. “Nah sekarang bagaimana mengimplementasikan 4 Pilar Kebangsaan ini di tengah masyarakat,” tanyanya seraya menyebutkan Presiden Joko Widodo sudah menetapkan 1 Juni menjadi Hari Lahir Pancasila dan sebagai hari libur nasional. “Bagaimana negara kita agar tidak terpecah, sehingga dilakukan pembangunan infrastukrtur di berbagai daerah terutama di perbatasan negara. Seperti jalan yang dibangun mulus di Papua atau Sumatera yang bisa menghubungan satu pulau dengan yang lain, sehingga menjadi perekat bangsa,” sebutnya Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ini.

1mg-bn#9/2/2021

Presiden Jokowi juga dikatakan berusaha untuk menjaga 4 Pilar Kebangsaan melalui konsep pembangunan yang ada. Karena itu pembangunan dimulai dari pinggiran desa, karena jika desa kuat, maka negara pun akan kuat. “Betapa pentingnya pembangunan infrastuktur yang dibiayai oleh APBN. Inilah pentingnya Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini, agar tidak ada satu pun tiang yang digoyang sehingga keempat tiangnya harus kuat. Jadi kita tidak ingin ada lagi tuntutan Aceh Merdeka atau Papua Merdeka, sehingga 4 perekat bangsa ini harus kita jaga betul. Ini tugas kita yang harus dijaga sebagai warisan para pendiri bangsa, agar negara kita tidak hancur seperti negara lain,” tutup MU, sapaan politisi yang akrab dikenal Wakil Rakyat Sejuta Traktor itu. ama/ksm

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close