Warning Krisis Pangan, Made Urip Lanjut Turba Buka Bimtek Teknologi Inovatif Hotikultura di Tabanan

Tabanan, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., melanjutkan turun ke bawah atau Turba ke Kabupaten Tabanan. Usai membangkitkan semangat petani dan krama subak di Kabupaten Bangli, Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu, kembali membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Teknologi Inovatif Hortikultura Mendukung Pertanian Maju, Mandiri dan Modern di Apple Resort, Desa Sudimara, Tabanan, Senin (13/6/2022). Kunjungan kerja Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U itu, juga didampingi Direktur Sayuran dan Tanaman Obat (STO), Dirjen Hortikultura, Kementerian Pertanian yang diwakili Koordinator STO, Mutiara Sari, beserta Kadis Pertanian Tabanan, I Made Subagia S.Pi., MM., dengan mendatangkan narasumber terkait Organik Farm oleh I Made Sandi, serta pemaparan Teknologi Budidaya dan Pasca Panen Hortikultura oleh I Made Astika, SP., dan Ni Ketut Ari Tantti, STP.

Sebagai peserta Bimtek, Ketua Poktan Merta Harum, Desa Mudeh Kangin, I Wayan Suka Antara Yasa mengucapkan terima kasih kepada Made Urip yang telah memberikan Bimtek sekaligus bantuan 1.000 bibit durian dari program Kampung Durian aspirasi. Pihaknya juga berharap Made Urip bisa terus membantu dan membimbing petani, sehingga tujuan Kampung Durian Aspirasi di Desa Mudeh Kangin bisa berhasil dan terwujud dengan baik. “Kami ucapkan terima kasih kapada Bapak Made Urip yang telah memberikan Bimtek, sekaligus bantuan kepada kelompok kami,” ujarnya. Di sisi lain, kata sambutan Kadis Pertanian Tabanan, Made Subagia juga sangat berterima kasih kepada Made Urip yang telah turun membantu para petani dan krama subak di Tabanan. “Beliau selalu membackup kita untuk pertanian termasuk di Tabanan. Jika tidak diberikan ruang kami tidak akan bisa berkarya, karena Pak Urip selalu memberi support kami selama ini. Jadi ini berkat Bapak Made Urip,” sebutnya.
Termasuk kegiatan Bimtek yang digelar Made Urip selama ini, sangat sesuai dengan visi Pemkab Tabanan menuju Tabanan Era Baru, Aman, Unggul dan Mandani untuk memajukan sektor pertanian sebagai daerah agraris yang bisa mengembangkan sektor hortikultura. Apalagi Tabanan masih pemasok untuk Lumbung Pangannya Bali yang tembus pasar lokal dan ekspor. “Predikat Lumbung Berasnya Bali menjadi kewajikan kita semua yang harus dijaga bersama demi anak cucu kita,” ujarnya. Apalagi ada isu berkurangnya luas lahan produktif, sehingga melalui Bimtek ini diharapkan bisa memaksimalkan potensi pertanian yang ada. “Kami juga meminta dukungan dan kerja sama Bapak Made Urip untuk merencanakan dan mencari solusi menyelesaikan persoalan pertanian di Tabanan,” harapnya. Pada kesempatan itu, Koordinator STO, Mutiara Sari menegaskan pertanian di Tabanan memilki potensi yang luar biasa berkat dukungan Made Urip, khususnya di sektor hortikultura, seperti pengembangan bawang merah dan bawang putih.

Selain itu, juga mengembangkan konsep Kampung Hortikultura untuk pengembangan kawasan hortikutura dari hulu ke hilir, sampai peningkatan daya saing untuk ketahanan pangan hingga kebutuhan ekspor baik dalam bentuk segar dan olahan. Selama ini, diakui Made Urip juga membantu pengembangan program P2L untuk meningkatkan diversifikasi pangan yang diharapkan dapat dilaksanakan dalam waktu singkat untuk sayuran dan tanaman obat di lahan sempit guna menjaga ketahanan pangan keluarga. Termasuk kegiatan Bimtek ini, juga untuk meningkatkan sektor hortikultura agar makin maju, mandiri dan modern. “Kami ucapan terima kasih kepada Bapak Made Urip yang telah hadir membuka dan mendukung Bimtek ini untuk kemajuan sektor hultikultura di Tabanan,” bebernya. Melihat antusias petani dan krama subak, Made Urip mengaku sangat bahagia bisa bertemu untuk menggelar program Bimtek yang bekerja sama dengan Kementerian Pertanian untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan para petani.
Made Urip yang telah duduk sebagai Anggota DPR RI selama lima periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ranking ketujuh nasional itu, juga mengaku tidak bisa lepas tangan untuk ikut membantu memajukan sektor pertanian di Tabanan. Salah satunya melalui Bimtek ini untuk memberikan wawasan teknis di lapangan berkaitan dengan hortikultura, seperti manggis dan durian yang potensinya harus digali dan dikembangkan kembali. Termasuk sayuran organik di Desa Baturiti yang bisa kembangkan, karena harganya juga jauh lebih mahal, sekaligus memperbaiki unsur hara tanah melalui pupuk organik. “Saya akan membantu kepentingan petani agar bisa mengembangkan sektor hortikultura ke depan. Apalagi selama dua tahun menghadapi dampak pandemi Covid-19, sehingga satu-satunya sektor pertanian yang bisa bertahan sebagai sektor unggulan,” tegas M-U, seraya menyadari saat ini, Badan Pangan Dunia atau FAO sudah memberikan warning kepada seluruh dunia untuk menjaga ketahanan pangan negara masing-masing, akibat perang Rusia dan Ukraina.

Paling tidak diharapkan bisa menjaga ketahanan pangan keluarga masing-masing, misalnya dari akses program P2L untuk mengembangkan pertanian di lahan pekarangan rumah tangga. “Maka saya meminta petani harus terus bersatu untuk mendapatkan akses dan program aspirasi dari pemerintah pusat. Jika tidak seperti itu akan sangat susah untuk memenuhi kebutuhan petani. Dana dari APBD pasti tidak akan bisa. Saya harap ikuti juga Bimtek ini dari awal hingga akhir dengan setia,” tutupnya, sekaligus menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Poktan Merta Harum, Desa Mundeh Kangin berupa program Kampung Durian Aspirasi, Subak Bengkel, Desa Bengkel diberi program Kampung Bawang Merah Aspirasi Intensifikasi, serta Poktan Batu Lumbang, Desa Beraban dengan program Kampung Bawang Aspirasi Ekstensifikasi dan Subak Pinge, Desa Baru menerima program Kampung Cabai Aspirasi masing-masing 10 hektar. ama/ksm









